Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 48



Susilo pun berjalan di belakang Candra dan di ikuti oleh seorang wanita di sampingnya. Tatapan membunuh selalu terpancar dari sorot mata Lio. Ingatannya saat melihat Arcilla meringkuk depresi setiap saat teringat oleh mendiang kedua orang tuanya.


"Lio, kenalin ini Susilo sahabat Ayah dan Bunda sewaktu kuliah dulu," ujar Candra yang memperkenalkan Susilo pada anaknya.


"Hai Om, saya Nathaniel Adhelio Arsalan putra semata wayang dari Candra Arsalan dan Zora Ayunda," ujar Lio memperkenalkan dirinya.


"Wah wah wah sepertinya kamu lebih tampan dari Ayahmu Lio," ledek Susilo pada Candra.


"Sus mana Arini apa ia tidak ikut bersamamu dan siapa wanita yang bersamamu," Bunda Zora yang memang dekat dengan istri dari sahabat suaminya pun mempertanyakan keberadaannya.


"Arini telah berpulang terlebih dahulu 2 tahun yang lalu, setelah kami mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dia koma 1 tahun sebelum dia meninggalkan kami," ujar Susilo yang menjelaskan meninggalnya sang istri tercinta.


"Maaf Sus jika pertanyaan ku membuatmu tidak nyaman," ujar bunda Zora merasa tidak enak pada sahabat suaminya karena telah membuka luka lama bagi mereka.


"Ok, enggak apa apa ko aku juga tau kau pasti pasti rindu dengan Arini," ujar Susilo yang mencoba memahami Zora yang juga pastinya merindukan istrinya.


"Oh iya kenalin, ini calon ibu sambung Andre," lanjut Susilo yang memperkenalkan calon istri barunya.


"Monalisa Licciard, panggil saja Mona," ujarnya memperkenalkan dirinya.


Merekapun saling berjabat tangan, Zora yang melihat suaminya di tatap terus menerus pun langsung merangkul pundak sang suami hingga Mona pun langsung membuang pandangannya.


"Sayang anak dari temanmu juga tak kalah tampannya dengan calon anakku ya," ujar Mona yang mencoba mengalihkan suasana.


"Ah Tante bisa aja mujinya," jawab Lio dengan senyum yang ia paksakan rasanya sangat muak dengan permainan yang iblis itu berikan.


"Apakah kau sudah mempunyai kekasih ???, Tante punya anak perempuan dia sangat anggun dan cantik, dia juga seumuran denganmu," Mona pun mencoba ingin menawarkan Dara sang anak pada Lio.


Apalagi Mona tau Lio adalah keturunan dari keluarga Arsalan yang kekayaannya sangat banyak. Pastinya ia akan melakukan apa pun demi mendapatkan Lio.


"Sudah Tan, dia seorang tuan putri di hati saya jadi Tante nggak usah repot repot mencarikan jodoh buat saya, lagian saya juga kenal siapa anak Tante," perkataan Lio barusan benar benar membuat Mona mati kutu dan tidak bisa berkata apa apa lagi.


"Lio yang sopan dong," ujar Bunda Zora yang gemas dengan mulut pedas Lio yang akan membuat lawan bicaranya mati kutu jika ia sudah tidak suka dengan lawan bicaranya.


"Loh kenapa Bun benar kan yang Lio katakan apa lagi kekasih hati Lio anak dari sahabat ayah dan bunda juga," ujar Lio yang sengaja ingin memancing agar mereka mempertanyakan siapa kekasih Lio itu.


"Wah siapa dia boy, jika dia anak dari sahabat kedua orang tuamu pasti om juga mengenalnya," tanya papa Susilo mempertanyakan siapa sahabat Candra yang di maksud Lio.


"Queensa Arcilla Khan, anak dari almarhum Aidan Khan dengan Almarhumah Arita Khan," ujar Lio sengaja menyebutkan nama kedua orang tua Queensa untuk memancing reaksi yang akan di berikan oleh Mona.


Dan benar saja Mona yang saat itu sedang memang gelas di tangannya pun langsung refleks menjatuhkan gelas tersebut sehingga membuat orang di sana pun menoleh ke arahnya.


"Aduh maaf saya permisi ke toilet terlebih dahulu gaun saya basah," ujar Mona yang berlalu pergi dengan terburu buru.


Karena terlalu panik dan takut kejahatannya terbongkar di depan calon suaminya ia pun pergi tanpa mendengarkan suara orang sekitar yang memanggilnya.


"Sorry ya gara gara Mona pembicaraan kita terputus," ujar papa Susilo yang meminta maaf atas kesalahan yang tidak ia perbuat.


"Apa tadi almarhum dan almarhumah, jadi Aidan dan Arita," lanjut Susilo yang kini sudah menyadari perkataan yang Lio ucapkan.


Rasa sesal pun kini mendatanginya jika saja dulu ia tak meninggalkan Indonesia mungkin ia bisa melihat Arita yang dulunya semasa kuliah adalah seorang gadis yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri.


"Om yakin mau jadiin Mona itu Mama sambung buat Andre??," bukannya menjawab pertanyaan Susilo Lio malah melontarkan pertanyaan kembali.


"Apa maksud kamu Lio," ujar Andre dan Susilo bersamaan.


"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin memastikan karena dari raut wajah anak om ia tidak setuju jika memiliki ibu sambung seperti Mona," jawabnya.


"Jangan sampai om menyesali dengan keputusan yang om ambil jika om masih tetap menjadikannya ibu sambung buat Andre," lanjutnya. Perkataan itu langsung saja membuat orang yang ada di sekitarnya merasa bingung.


"Cepat atau lambat semuanya akan mengerti," lanjutnya dan pergi dari sana.


"Om, Tante, Papah, kami permisi dulu ya silahkan di nikmati hidangannya," ujar Andre dan Naya ia memilih mengundurkan diri dan pergi mencari Lio.


"Di taman Ndre biasanya Lio selalu menyendiri jika suasana hatinya sedang kacau," Naya yang memang sedari kecil dekat dengan Lio pun memberi tahukan kebiasaan Lio pada tunangannya.


Mereka pun pergi ke taman menyusul Lio mencari berkeliling namun tak kunjung bertemu. Padahal seharusnya sedang berbahagia menyambut tamu tapi malah jalan jalan nyariin Lio.


Setelah berkeliling mengitari taman akhirnya Naya dan Andre menemukan Lio duduk sendiri di pojok taman tersebut pandangan nya terlihat kosong, tatapan yang tajam, dingin dan datar.


"Li ini ada apa sebenarnya apa kau mengenal tante Mona," ujar Andre langsung dengan apa yang ingin ia ketahui tentang pacar dari papahnya yang sebentar lagi akan menjadi ibu sambung untuknya.


Lio yang terkejut dengan suara Andre yang tiba tiba itu pun langsung menoleh ke belakang.


"Ia aku kenal dia dan membencinya bahkan sangat sangat membencinya," jawabnya dengan nada dinginnya namun pandangan matanya yang tajam itu seperti seekor serigala yang ingin menerkam mangsanya.


"Ada banyak yang harus kalian tau tentang wanita iblis itu, tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat," lanjut Lio dan ekspresi wajah yang masih sama.


"Lebih baik kalian lanjutkan terlebih dahulu acara ini, esok atau lusa akan ku beri tau semua kejahatan yang ia perbuat dulu pada keluarga Arcilla ku," ujar Lio lagi dan ia bergegas pergi dari sana menenangkan pikirannya.