Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
Eps 61



Enggak nyangka ternyata udah satu tahun berlalu. Dan hari ini tepat di mana hari kelulusan akan di umumkan. Queensa dan semua teman temannya sudah bersorak sorai setelah mengetahui bahwa mereka lulus dengan nilai yang memuaskan. Di tengah tengah hangat kebahagiaan siswa siswi yang lainnya ada satu siswi yang terus memancarkan tatapan kebencian terhadap Queensa.


Dia kalah telak, semuanya di rebut Queensa saat gadis itu mulai muncul di kehidupannya. Prestasi, dan kepopulerannya telah tergantikan oleh gadis bernama Queensa. Bahkan para guru yang dulu selalu menyanjung dan membangga banggakan dirinya pun kini telah beralih kepada Queensa. Di tambah calon ayah tirinya pun kini sudah memutuskan untuk tidak jadi nikah dengan mamahnya setelah mamahnya hilang entah kemana semenjak satu tahun yang lalu tanpa kabar dan jejak sehingga sulit sekali untuk menemukan mamahnya.


Dia merasa hidupnya sudah hancur, hidup sebatang kara tanpa siapapun yang peduli padanya. Bahkan Arven pria yang selalu mengambil keuntungan dirinyapun sudah tidak pernah menghubungi nya nomor ponselnya pun sudah tidak pernah aktif bahkan markas LD pun sekarang sangat sepi seperti tidak pernah ada tanda tanda kehidupan sebelumnya.


Dengan langkah lebar dan cepat ia menghampiri Queensa yang sedang merayakan hari bahagianya itu bersama teman temannya.


Dia mendorong kuat Queensa hingga ia terjatuh.


"Bangun lo ****** lo sembunyikan di mana nyokap gue," bentak Dara dengan mata menyalang menatap Queensa yang masih terduduk di bawah. Ya wanita itu adalah Dara yang menduga bahwa mamahnya menghilang adalah ulah Queensa dkk. Sebenarnya Queensa sudah tahu jika ada suara langkah kaki yang mendekat dan akan menyerangnya namun dengan sengaja ia tidak menghindarinya ia ingin tau drama apa lagi yang akan ratu drama itu tunjukan.


Naureen dan Byanca langsung mendekat untuk membantu Queensa berdiri. Lio dan Altaf yang melihat itu dari kejauhan langsung naik darah mereka langsung mendekat dengan langkah panjang untuk menghampiri Queensa. Namun belum sempat Altaf dan Lio sampai Byanca tanpa aba aba menendang kuat ulu hati Dara hingga wanita itu mengeluarkan darah dari mulutnya.


Melihat kejadian itu membuat siswa siswi lainnya langsung menghentikan aktifitas masing masing mereka langsung berkerumun untuk melihat lebih jelas lagi kejadian tersebut.


Lio mendekat ke arah Dara ia berjongkok mencengkeram kuat rahang Dara.


"Nyokap lo sekarang lagi ngejalani profesinya," lirih Lio dengan suara yang sangat dingin dan kemudian bangkit.


" Bawa ****** ini ke mobil," titah Lio memerintahkan Adzriel dan Thian yang memang saat ini lebih dekat di sekitar Lio berdiri.


Lio pun menghampiri Queensa dan menggendongnya ala bridal style. Queensa yang di gendong secara tiba tiba ia langsung mengalungkan tangannya di leher sang kekasih.


Para guru yang melihat kejadian itu pun tidak bisa berkutik selain mereka menyaksikan sendiri jika Dara lah yang memulai pertikaian itu Mereka juga tahu siapa Queensa yang sebenarnya.


Flashback on


Saat Queensa di serang ternyata saat itulah Dion mengerahkan seluruh anak buah Queensa untuk mengepung markas LD yang ternyata di sana juga ada Mona yang sedang menjalani profesinya yaitu menjajakan tubuhnya pada Arven agar mendapatkan uang. Bukannya uang yang di dapat namun Arven malah membentaknya karena ia baru mendapat kabar jika seluruh anak buah yang dikirim untuk menyerang Queensa telah tewas bahkan beberapa orang kepercayaan nya pun ikut tewas. Dia baru tau jika yang di serang musuhnya adalah ketua mafia QODW. kelompok mafia yang paling di takuti di penjuru dunia. Sudah sejak lama LD ingin menghancurkan kelompok mafia itu namun sampai baru kali ini Arven mengetahui jika pimpinan kelompok mafia itu adalah seorang wanita. Yang ia tau pemimpin QODW memiliki julukan Death Demon. Dan salah satu orang kepercayaan nya telah menyampaikan terlebih dahulu sebelum belati milik Queensa berhasil menembus jantungnya. Jika lawannya saat ini adalah Death Demon yang tak lain tak bukan ketua mafia QODW.


Belum sempat Mona keluar dari ruangan Arven tiba tiba saja salah satu anak buah Arven datang dengan tergesa gesa.


"Maaf tuan markas kita sudah di kepung dan banyak mafioso yang telah tumbang," seru anak buah Arven dengan nafas yang naik turun tidak beraturan.


"Bodoh !! bagaimana bisa kalian kalah, nggak guna," Arven pun bangkit dari kursi kebesarannya ia akan segera meninggalkan markas itu melalui jalan rahasia. Namun belum sempat ia melangkah jauh kedua kakinya sudah tertembak dengan tembakan peredam suara milik Dion. Arven pun mengambil pistol dari balik jaketnya ia langsung mengarahkan ujung pistolnya ke arah Dion namun ternyata ada penembak jitu yang entah di mana keberadaan nya. Penembak jitu itu langsung membidik pistol yang sedang di pegang Arven hingga pistol itu langsung terlepas dari tangan Arven. Arven pun langsung di bawa oleh beberapa mafioso yang Dion bawa.


Ia di masukan kedalam mobil yang ternyata di sana sudah ada mona dengan tangan dan kaki di ikat.


"Ini semua gara gara anak lo yang tolol, kalo gue tau jika yang berurusan sama Dara adalah ketua mafia gue nggak akan mau bantuin," bentak Arven tepat di depan wajah Mona.


Dengan mata yang membulat sempurna dan wajah yang pucat Mona benar benar ketakutan jika benar Queensa adalah ketua mafia itu tandanya sudah pasti Queensa tidak akan mengampuninya.


"Maksud kamu, Queensa ketua mafia gitu ?" tanya Mona ragu ragu dan menatap Arven.


"Ya, nona Queensa adalah ketua mafia QODW, atau biasa di kenal Death Demon," bukan Arven yang menjawab melainkan Dion yang kini duduk di pengemudi depan.


Dengan tubuh bergetar, dan wajah yang pucat pasi Mona terus memohon untuk di lepaskan. Mona tau kelompok mafia yang Queensa pimpin bukan mafia kaleng kaleng seperti kelompok mafia yang Arven pimpin.