Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 38



"Iya aku mau, mau, mau banget malah," dan benar saja yang di katakan oleh Zeffa. Yarra yang tak menyadari hal itu langsung menerima Raffa dengan mudahnya hingga membuat semua teman yang ada di sekitarnya menganga tak percaya dengan jawaban Yarra.


Adzriel dan Byan pun yang sedang asik dengan PS nya langsung menghentikan permainannya seketika.


"Yey..... yuhuuu gue nggak jomblo lagi," seru Raffa sambil menunjukan kepalan tangannya ke udara.


"Terima kasih bebebku yang cantik nya mengalahkan 7 bidadari," lanjut Raffa dan memeluk Yarra dengan erat hingga sontak saja membuat Yarra terkejut.


"Lo ngapain peluk peluk gue gini sih bocah P'A," omel Yarra sambil berusaha melepaskan pelukannya Raffa.


"Kan baru aja kita jadian, jadi apa salahnya peluk pacar sendiri," ujar Raffa santai dan bukannya melepaskan pelukannya di tubuh Yarra iya malah semakin mempererat pelukannya.


"What's gila ya kapan kita jadian Lo nggak usah ngarang deh," seru Yarra yang tak terima dengan ucapan Raffa.


Zeffa yang yang tadi memang sengaja memvideokan momen dimana Raffa nembak Yarra pun langsung memutarkan video yang ia buat tadi.


"Ah lu rese Zeff gue nggak mau ngomong ma Lo lagi," ujar Yarra kesal dengan mengerucutkan bibir nya hingga membuat semua temannya tertawa.


"Tuh bibir biasa aja bisa kan, jangan sampai aku kelepasan dan langsung...," perkataan Raffa terhenti karena di potong oleh Yarra.


"Stoppp.....," seru Yarra hingga semuanya yang tertawa langsung bungkam karena mendengar amukan Yarra.


"Jangan ngimpi Lo bisa nyosor gue !!!," lanjut Yarra yang berdiri dari tempat duduknya dan melemparkan bantal sofa ke wajah Raffa.


"Beb kamu mau kemana ko ayang nggak di ajak," seru Raffa pada Yarra yang hendak pergi melangkahkan kakinya.


"Ke kamar," seru Yarra yang sudah berlari kecil menaiki anak tangga dan langsung saja kelakuan Yarra yang malu malu seperti itu mendapat gelak tawa dari teman temannya.


"Cie di jawab berarti cinta Raffa di terima dong guys," seru Zeffa yang sengaja menggoda Yarra yang sudah hampir memasuki pintu kamarnya.


Yarra yang mendapat ledekan dari Zeffa langsung masuk kedalam kamarnya untuk mengambil sesuatu di sana.


Bukk ...


Bantal pun melayang dari atas dan tepat mendarat mengenai sasaran.


"Au," pekik Zeffa saat bantal yang di lempar Yarra tepat mengenai kepala Zeffa.


Yarra yang melihat Zeffa memekik dengan bantal yang sudah ada di tangannya hanya menjulurkan lidahnya.


"Awas Lo ya Yar gue bongkar curhatan Lo tentang perasaan Lo ke Raffa," seru Zeffa yang langsung saja bisa membuat kedua mata Yarra membulat sempurna.


Raffa yang mendengar itu pun langsung menoleh pada Zeffa dan di ikuti yang lain seakan meminta penjelasan dengan apa yang baru saja mereka dengar.


Zeffa yang mengerti dari tatapan mereka pun langsung mengerti ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan membuka chatting an nya dengan Yarra sebelum mereka memutuskan untuk tinggal di markas untuk beberapa Minggu.


Yarra yang melihat sahabatnya mengeluarkan hpnya langsung saja berlari menuruni anak tangga. Ternyata ancaman yang sahabatnya berikan tidaklah main main. Zeffa benar benar membongkar curhatan Yarra.


Zeffa yang melihat Yarra berlari pun segera membukakan kata sandi ponselnya dan segera memberikannya pada Raffa. Dan saat Yarra sudah sampai di bawah Raffa segera berdiri dan berlari menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.


"Raffa...... siniin ponselnya," seru Yarra saat Raffa berlari menaiki anak tangga.


Yarra pun langsung mengejar Raffa untuk mengambil ponsel Zeffa sebelum Raffa membaca semuanya dan mengetahui perasaan Yarra yang sebenarnya.


Namun sayang Raffa sudah masuk dalam kamarnya dan menghilang di balik pintu kamar yang kini sudah di kunci oleh Raffa.


Yarra terus menggedor pintu Raffa dan meneriaki Raffa dari luar pintu berharap Raffa akan keluar dan mengembalikan ponsel Zeffa.


Raffa yang sudah sangat penasaran dengan isi curhatan Yarra yang ada di ponsel Zeffa pun tak memperdulikan teriakan Yarra di balik pintu. ia segera membuka aplikasi WhatsApp di ponsel Zeffa dan segera membuka chat dari Yarra.


Yarra silemot


itu lah nama kontak Yarra yang tertera di ponsel Zeffa.


"Zeff kita serius nih mulai besok tinggal di markas bareng anak anak cowok ?," (Yarra)


"Ya lah Lo mau bolak balik buat latihan, jarak rumah ke sekolah aja udah jauh Ra apa lagi jarak sekolah ke markas," (Zeffa)


"Iya sih, berarti nanti gue mau nggak mau ketemu Raffa terus dong," (Yarra)


"Dih Naudzubillahiminzalik jangan sampe lah gue mending di culik Raffa aja deh," (Yarra)


"Dasar bucin," (Zeffa)


"Bomat," (Yarra)


"Apaan," (Zeffa)


"Bodo amat ogeb gitu aja nggak tau," (Yarra)


"Zef tapi btw Raffa tuh suka ma gue nggak ya ?," (Yarra)


"Ya gue nggak tau lah Lo tanya aja sendiri," (Zeffa)


"Gue takut bertepuk sebelah tangan," (Yarra)


"Kalo dari kacamata pengelihatan gue sih kayanya dia juga suka ma Lo," (Zeffa)


"Kalo dia suka ma gue ko dia nggak nembak gue," (Yarra)


"Emang kalo Raffa nembak Lo bakal Lo terima langsung gitu ?," (Zeffa)


"Iya nggak lah gue takut cuma di mainin dia doang, kan Lo tau sendiri dia playboy," (Yarra)


"Terus ngapain Lo ngarep dia nembak Lo dodol," (Zeffa)


"Hehehe ya nggak papa gue cuma penasaran aja dia beneran suka ma gue apa nggak," (Yarra).


Setelah selesai membacanya Raffa pun segera membuka pintu kamarnya dengan wajah yang begitu sumringah di lihatlah wajah seorang gadis yang masih berdiri di depan pintu Raffa.


"Lo kenapa senyum senyum gitu," tanya Yarra yang penasaran dengan arti senyuman di wajah Raffa.


"Nih ponselnya gue udah baca semua ko, I LOVE YOU Yarra Qonita Ramdan," Raffa pun menyodorkan ponsel Zeffa pada Yarra dan kemudian berbisik di kuping Yarra dengan penuh penekanan di kalimat I LOVE YOU yang sontak saja langsung membuat wajah Yarra berubah menjadi seperti udang rebus dan jantungnya berdegup dengan cepatnya.


Raffa yang melihat Yarra terbengong dengan wajah blushing nya merasa sangat gemas.


Cup...


1 kecupan mendarat di pipi mulus Yarra yang masih memerah.


"Good night bebeb ku," ujar Raffa setelah mengecup pipi Yarra dan segera bergegas masuk kedalam kamar dan menutup pintunya tak lupa pula ia menguncinya.


Yarra yang baru pertama kalinya mendapat kecupan orang lain selain kedua orang tua dan Ke 4 sahabatnya masih mematung di dapan pintu Raffa. Mukanya yang sudah seperti kepiting rebus Sekang bertambah merah bahkan jantungnya pun kini berdetak lebih cepat lagi.


Zeffa yang melihat kejadian Yarra dan Raffa pun segera bergegas menghampiri Yarra. Zeffa pun tergelak ketika mendapati wajah Yarra yang sudah melebihi merahnya udang rebus dan di tambah dia mendengar detak jantung Yarra yang sangat kencang.


"Yar, Lo nggak papa kan?," ujar Zeffa yang mencoba menyadarkan Yarra.


"Kayanya gue bentar lagi mau mati deh Zef," ucap Yarra.


"Ngaco Lo kalo ngomong tuh di jaga Yar," seru Zeffa.


"Gue serius Zef jantung gue kayanya bentar lagi copot deh," ujar Yarra dengan wajah yang masih terbengong.


"Hahaha.... ,"Zeffa pun makin tergelak mendengar penuturan Yarra.


"Gimana enak nggak di cium sang pujaan," ledek Zeffa.


"Apaan sih gue mau tidur ah males ngladenin ocehan Lo yang nggak berbobot," seru Yarra yang tersadar dengan ucapan Zeffa dan ia bergegas berjalan menuju kamarnya yang memang bersebelahan dengan Raffa.


Zeffa pun tak henti hentinya tertawa lepas karena berhasil meledek Yarra. Sedangkan di sisi lain ada yang memperhatikan Zeffa sedari tadi.


"Sungguh sangat manis," gumam pria itu.


******Hari ini Queensa sedang absen dulu ya gess.


jangan lupa like, vote dan komentarnya sayangnya author*** ***