
...🤗HEEEPPII REDIIINNGG GESS🤗...
Queensa pun duduk di bangku taman, tak terasa air matanya menetes karena bayangan masa lalu bersama Daddy dan Mommy nya muncul kembali.
"Mom, dad apa kabar kalian? aku dan Abang janji kita akan balas kan dendam kalian agar Mommy dan Daddy tenang di sana," gumamnya lirih tak terasa air mata yang sudah menggenang itu akhirnya lolos juga.
'Masa lalu mu sepertinya terlalu berat' batin Lio yang sudah berdiri di belakang Queensa, entah sejak kapan ia berada di sana.
"Sa nih susu coklatnya gue taro sini ya," ucap Lio sembari meletakan susu coklat di atas meja di depan Queensa duduk saat ini.
"Eh Lio ko Lo yang nganterin, bukan Bi Surti," jawab Queensa dan segera menghapus air mata yang tadi sempat lolos dari pelupuk matanya.
"Emm... gue boleh duduk di sebelah Lo nggak? tadi waktu gue mau kesini gue liat bibi terus gue tanya itu buat siapa katanya buat Lo ya udah gue bawa aja sekalian, soalnya tadi aku juga minta tolong di buatkan coklat panas," jelas Lio yang memang tadi ia menanyakan Queensa sudah bangun apa belum pada kepala pelayan terlebih dahulu sebelum ia memilih untuk menghampiri Queensa.
"Ya duduk aja nggak papa ko," ujar Queensa di iringi senyumannya untuk menutupi kesedihannya di hadapan Lio, dan ia pun mengambil susu coklatnya yang sudah berada di atas meja.
"Buat yang semalem gue minta maaf ya sa,"
"Ya nggak papa ko, nggak usah di pikirin lagi kita anggap semuanya baik baik aja,"
"Sa gue liat tadi Lo abis nangis ya, kalo ada masalah Lo bisa ceritain ke gue ko,"
"Gue nggak papa ko, gue cuma ke ingat sama mendiang Mommy dan Daddy gue aja,"
"QUEEN SARAPAN DULU AJAK LIO JUGA," teriak Altaf dari dalam yang sedari tadi memang sudah mengintip mereka sedang asik duduk berdua.
"Ayo Li sarapan dulu itu Abang gue udah manggil," Queensa pun bergegas jalan masuk ke dalam menuju meja makan dan di ikuti dengan Lio.
Untung aja Altaf tepat waktu memanggil mereka jadi Queensa tidak perlu menceritakan masalah apapun pada Lio.
Lio yang melihat Queensa mulai berjalan menuju ruang makan pun akhirnya juga bangkit dari tempat duduknya dan mengejar Queensa masuk ke dalam.
Saat hendak masuk ke dalam ruang maka Lio pun berpesan pada bi Surti terlebih dahulu agar pesanannya nanti ia buatkan setelah selesai sarapan.
Queensa menikmati sarapan paginya bersama dengan semua sahabatnya berserta sang kaka dan juga Dion. Setelah sarapan Queensa pun mengambil air putih yang sudah tersedia dan meminumnya. Hingga akhirnya terdengar suara Yarra yang membuat Queensa tersedak seketika.
"Oh, ya sa lo semalem kemana sama Lio ko sampai kita tidur lo belum pulang juga, atau jangan jangan kalian udah jadian ya terus kalian mojok deh berduaan di semak semak," cecoros Yarra dengan asumsinya sendiri.
Queensa yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya dan tersedak hingga air yang ada di dalam mulutnya keluar semuanya.
"Gila lo Yar, gara gara lo Queensa jadi tersedak sampai kaya gini, kalo mau nanya yang aneh aneh tuh nanti dulu kek selesai Queensa minum," omel Lio yang kesal melihat wanitanya tersedak karena pertanyaan konyol yang Yarra lontarkan. Lio pun menepuk nepuk punggung Queensa mencoba sedikit menetralkannya. Terlihat sangat perhatian seperti seorang kekasih yang takut jika terjadi sesuatu pada pasangannya.
"Sorry sorry gue nggak ada maksud ko gue cuma mau nanya aja, sorry ya sa," lirih Yarra yang memang merasa bersalah pada sahabatnya itu. Karena rasa kepo yang berlebihan hingga membuatnya sahabat dalam masalah.
"Udah, udah Li kamu apaan sih marahin Yarra gitu lagian ade gue cuma ke sedak air doang juga sampe gitu banget lo khawatir nya," seru Altaf memecahkan suasana yang sedikit menegangkan.
"Tau lo Li atau jangan jangan kalian emang bener bener udah jadian," Raffa yang diam diam menyukai Yarra pun ikut memojokkan Lio, ia tak terima jika wanita yang ia sukai terkena omelan sahabatnya hanya karena hal sepele.
"Kalian apaan kita itu nggak jadian, kita cuma temennya aja lagian semalem kenapa kita pulangnya lama karena gue minta mampir dulu buat makan nasi goreng," Queensa yang mereka jika ia dan Lio semakin terpojokkan akhirnya mau tak mau ia sedikit berbohong pada teman temannya.
Seketika Queensa pun menoleh ke arah Lio dan saat itu mereka saling beradu tatap perasaan bingung menyelimuti hati mereka.
"Ciee ... kompakan banget nih saling pandangnya," seru Altaf dan itu sukses membuat wajah putih Queensa berubah warna menjadi merah.
"Au ah gue ke kamar dulu," Queensa yang kesal terus di goda akhirnya pergi meninggalkan temannya dan berjalan menuju lift.
Sedangkan Lio lebih memilih duduk di taman belakang yang tadi sempat ia duduki bersama Queensa. Seorang pelayan yang sudah di perintahkan oleh Bi Surti pun datang menghampiri Lio dengan membawa nampak yang berisi segelas coklat panas yang ia pesan tadi sebelum sarapan.
Setelah puas menggoda Queensa merekapun bubar jalan semuanya menuju ruang keluarga, kecuali, Altaf dan Lio yang memilih untuk memisahkan diri mereka.
"Gue mau renang dulu lah, mumpung cuaca lagi cocok buat renang," kata Altaf sambil berdiri dari tempat duduknya dan berlalu menuju kolam renang.
Merasa sudah mulai bosan Lio pun masuk kedalam bergabung dengan yang lainnya bermain PS mungkin bisa menghilang kan rasa jenuh nya.
...………………...
Sedang asiknya Altaf menikmati hobi berenang tiba tiba saja di kejutkan dengan Queensa berlari menghampirinya.
"Bang gue mau ke markas," ujar Queensa sudah rapi dengan celana jins dan kaos oblong hitam yang ia kenakan.
"Ngapain ke sana tumben amat Lo," jawabnya cuek tanpa melirik adiknya itu.
"Markas di serang Dark Devil," satu kalimat yang lolos dari mulut Queensa itu langsung membuat Altaf menoleh kearahnya dan keluar dari dalam kolam. Dengan terpaksa ia harus menyudahi hobinya itu.
"Sial, tunggu gue ikut," serunya dan langsung melesat menuju kamar pribadinya.
"Buruan gue tunggu di mobil," Queensa pun bergegas menuju mobilnya. Dan saat itu lah dia berpapasan dengan Thian.
"Lo mau kemana sa kayanya buru buru banget,"
"Gue ada urusan kalian di sini aja dulu, gue nggak lama ko," Queensa pun mempercepat langkahnya.
Di ruang keluarga ada Lio yang asik main PS dengan teman temannya. Di kaget kan oleh Thian yang baru saja dari dapur dan berpapasan dengan Queensa yang sedang terburu buru.
"Woy !!," seru Thian.
"Apaan sih Bang dateng dateng teriak teriak Lo pikir ini utan apa," omel Naureen yang hampir saja melempar ponselnya akibat terkejut oleh teriakan sang kaka.
"Heheheh sorry gue kelepasan, tadi Queensa pergi sama Altaf kayanya ada yang gawat deh," jelasnya memberikan info ke pada teman temannya.
"Lo tau perginya kemana nggak," tanya Lio yang langsung dengan sigapnya saat mendengar Queensa dan Altaf pergi meninggalkan mansion dengan tergesa gesa.
"Gue sih tadi udah nanya tapi dia bilangnya cuma ada urusan terus kita di suruh nunggu di rumah," jelas Thian menyampaikan apa yang Queensa katakan.
Dan tiba tiba saja Lio berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengambil jaket sama kunci mobilnya.