Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 35



pagi telah tiba matahari pun mulai keluar dari peraduannya Queensa yang masih berada di dalam kamarnya masih enggan untuk membuka matanya sedangkan Oma dan Opanya sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama Queensa untuk pertama kalinya setelah Queensa balik dari negara kelahirannya.


Ya Queensa sekarang sudah berada di Los Angeles-, Amerika Serikat dengan jarak tempuh 14.440,78 KM dengan waktu yang dihabiskan di perjalanan hampir 18 jam belum termasuk transit.


Queensa mulai membuka matanya perlahan dan duduk di tempat tidurnya sebelum menurunkan kaki indahnya ke lantai. Ia mulai mendekat ke arah jendela kamarnya dan menyibak tirai jendela kamarnya di lihatnya burung burung beterbangan di atas sana sambil merenggangkan otot ototnya dan mengirup udara paginya dan kemudian Queensa melangkah kan kakinya menuju kamar mandi. Namun bukannya mandi ia malah hanya menggosok giginya dan membasuh mukanya dan kemudian turun kebawah.


"Bi tolong bangunin Queensa ya udah siang begini belom keluar juga dari kamarnya," perintah Oma Queensa yang merasa jengah menunggu Queensa.


"Baik nyonya," jawab kepala pelayan dan segera berjalan menuju lantai atas untuk membangunkan nona mudanya.


Namun belom sempat kepala pelayan menaiki anak tangga Queensa sudah berdiri di depan lift yang berada di samping tangga dan masih menggunakan piyama tidurnya.


"Morning Oma, morning Opa," sapa Queensa pada Oma dan Opanya sembari mencium kedua pipi mereka.


"Astaga cucu Oma kenapa jorok sekali," seru Oma.


"Apanya yang jorok," tanya Queensa yang bingung dengan perkataan Omanya.


"Kenapa kamu nggak mandi sekalian Queensa cucu Oma yang paling cantik,"


"Hehe... Queensa lagi males mandi tapi Queensa udah gosok gigi dan cuci muka ko," jawab Queensa sambil menunjukan gigi putihnya.


"Sudahlah sayang biarlah cucumu itu melakukan apapun yang dia suka toh dia juga udah dewasa," ujar Opa menengahi perdebatan antara cucu dan Oma itu.


"Ya udah ayo sarapan dulu sa," lanjut Opa mengajak Queensa sarapan bersama.


"Sa nanti agak siangan kamu temenin Oma belanja ya, sekalian Oma ingin jalan jalan sama kamu," ajak Oma sebelum sarapan di mulai dan Queensa tersenyum kemudian mengangguk-angguk kepalanya sebagai jawaban.


……………………………………


Sedangkan di indonesia hari semakin gelap matahari telah kembali dari peraduannya adzan magrib telah di kumandangkan namun mobil Lio baru saja kembali dan memasuki halaman mansion rumahnya. Kedua orang tua Lio yang baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya di buat bingung dengan sikap Lio yang tidak menyapa kedua orang tuanya.


Bahkan saat di sapa kedua orang tuanya Lio hanya berdehem sambil terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


"Bi, bibi," teriak Zora Bundanya Lio.


"Iya nyah ada yang bisa bibi bantu??," tanya bi Ais kepala pelayan di mansion Lio.


"Bi kamu tau nggak kenapa Lio sikapnya berubah ?," tanya Zora.


"Bibi nggak tau nyah tapi se inget Bibi teh waktu itu neng Naya datang ke rumah terus ngobrol sama Den Lio di kamarnya Aden, bibi nggak tau apa yang di obrolin tapi setelah itu sikapnya Aden jadi berubah nyah," jelas Bi Ais.


"Naya, ya udah makasih ya Bi nanti aku tanya ke Naya aja deh," ujar Zora.


"Ada lagi yang bisa bibi bantu nyah," Sebelum Bi Ais pergi untuk melanjutkan pekerjaannya ia kembali menawarkan diri lagi pada majikannya itu.


"Tidak ada bi, silahkan bibi melanjutkan pekerjaan bibi saja," ujar Zora dan mendapatkan anggukan dari kepala pelayannya itu.


………………


Sedangkan Altaf yang kesepian di mansion nya lebih memutuskan untuk tinggal di markas bersama Byan dan Byanca. Bagaimana tidak sepi ?? mansion semegah dan sebesar itu hanya di huni Queensa dan Altaf sebagai tuan dan nona di mansion itu apalagi Queensa saat ini sedang bersama Oma dan Opa. Meskipun banyak para pelayan dan penjaga Altaf tidak sama seperti Queensa dia lebih dingin dari Queensa. Dia hanya dekat dengan Queensa dan kepala pelayannya saja di rumah itu berbeda dengan Queensa yang sangat ramah dengan semua pelayan dan penjaga di sana.


Jika di pikir pikir bukan hanya untuk mengatasi rasa kesepiannya namun Altaf juga akan lebih gampang untuk latihan ataupun melatih anggota barunya karena semua temannya lebih memilih tinggal di markas karena mereka juga ingin latihan lebih giat dengan cara menambah jadwal mereka latihan setiap pulang sekolah.


Hanya Lio saja yang memilih untuk pulang ke mansion nya karena kepulangan orang tuanya dari Jerman setelah 1 bulan melakukan perjalanan bisnisnya. Lio juga berkata dia akan tinggal di markas setelah orang tuanya berangkat melakukan perjalanan bisnisnya lagi.


……………


Altaf pun mengambil ponselnya dan mencari nama adiknya di dalam kontak ponselnya.


My Queen


"Halo Queen," sapa Altaf pada Queensa saat panggilan telfonnya telah di angkat oleh adiknya.


"Halo bang, ada apa nelpon Queensa," jawab Queensa.


"Dasar adik laknat ya kamu, bukannya nanyain kabar Abang tapi malah nanya ada apa," kesal Altaf dengan kelakuan adiknya.


"Kenapa kamu nggak ngabarin Abang, apa kamu udah lupa ya kalo kamu masih punya Abang yang tampan ini," lanjut Altaf.


"Heheheh.... sorry Bang Queensa ingin ngabarin tapi aku takut ganggu istirahat Abang," jawab Queensa sambil cengengesan di balik telpon.


"Cih.. emangnya Abang percaya begitu aja sama kamu, Abang bukan Lio ya yang dengan mudahnya kamu kerjain," ujar Altaf.


"Abang ....," seru Queensa yang takut ketahuan Lio dan rencana akan gagal.


"Tenang aja, Lio sekarang ada di rumahnya karena orang tuanya baru saja pulang dari Jerman," ujar Altaf menyela perkataan Queensa.


"Terus sekarang siapa aja yang ada di situ," tanya Queensa pada Altaf.


"Semuanya ada di sini Queen hanya Lio aja yang nggak ada," jelas Altaf


"Ya sudah ya Bang, Oma udah manggil aku dan Oma akan berbelanja," ujar Queensa.


"Oke hati hati di jalan dan jangan lupa bawain oleh oleh buat Abang dan belikan kado buat kekasihmu itu,"


"Siap boss, bye Bang," jawab Queensa yang kemudian mematikan telfonnya.


Queensa pun menuruni tangga dengan stelan santainya. Kini ia hanya menggunakan hotpants di padukan dengan kaos tanpa lengan dan di tutupi kardigan tipis lengan panjang hingga membuat tubuh moleknya tercetak dengan jelas dan ditambah tas kecil dan jam tangan di pergelangan tangan kanan, jangan lupakan kacamata hitam yang akan senantiasa bertengger dengan tenangnya di hidung mancung milik Queensa. Dan tak lupa sepatu ket kesayangannya berhasil menghiasi kaki cantiknya. Di tambah sedikit polesan di wajah Queensa yang pada dasarnya sudah cantik menjadi semakin cantik. Bibir Queensa yang manis di tambah sedikit lips glos semakin membuatnya bertambah cantik dan seksi dengan stelan ia kenakan.


***Hay Hay Hay sedulur coba tebak kira kira Queensa akan beli apa ya untuk oleh oleh para sahabatnya .....


Jangan lupakan tinggalin jejak kalian ya gays karena like vote dan komen kalian sangat berarti buat author 💋💋💋***.