Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 21



...Hai hai hai sedulur...


...HEPPIII REEDDDIINNGGG...


...Di tunggu komen, like and vote nya ya biar authornya makin semangat ngehalunya biar bisa update terus tiap hari....


Naureen mengetuk pintu kamar Queensa.


namun tak ada jawaban dari dalam.


Akhirnya mereka memaksa masuk karena memang pintu kamarnya tidak di kunci.


"Gays kamarnya bagus banget terus bonekanya banyak banget," ucap Zeffa yang sangat mengagumi arsitektur kamar Queensa.


"Gays, gays, gays lihat deh di sini ada foto foto Queensa kecil," suara Yarra yang sangat heboh ketika melihat banyak foto di dalam sebuah lemari kaca yang memang khusus untuk menyimpan foto foto Queensa.


"Wiiihh ini aunty Arita sama uncle Aidan ini ada si Altaf juga," Naureen sangat bersemangat ketika melihat Altaf kecil entah karena apa Naureen selalu bersemangat jika menyangkut Altaf.


"Uhhh so sweet Queensa juga masih nyimpen foto kita dulu loh," ucap Zeffa menunjuk figura foto yang ada di dalam lemari kaca itu.


"Gays ini cowok siapa ya, ko agak mirip sama Lio ya, apa ini emang Lio, Nathan kecilnya Queensa," ucap Lesya yang menebak nebak.


"Iya itu Lio waktu kecil," tiba tiba terdengar suara Queensa dari belakang mereka sambil mengeringkan rambutnya. Entah sejak kapan Queensa keluar dari kamar mandinya dan berdiri di belakang mereka.


"Heheh sorry ya sa kita masuk tanpa sepertujuan lo, abisnya Lo kita panggil panggil nggak ada jawaban ya udah kita masuk aja," ucap Naureen.


"It's oke santai aja, gimana Les kita jadi kan," tanya Queensa pada Lesya.


"Jadi dong," Lesya pun menjawab dengan bersemangatnya.


"Ok gue siap siap dulu," ucap Queensa dan menuju walk in closed pribadinya.


Tak selang beberapa lama Queensa pun keluar dengan memakai jaket kulitnya di padukan dengan rok pendek berwana hitam dan sepatu boots ber-hak tinggi berwana hitam pula. Mereka pun menuruni tangga dan menuju garasi mobil kesayangannya.


"Bang gue pergi dulu ya sama temen temen," pamit Queensa saat melewati Altaf yang sedang asik menonton tv.


"Oke jangan malem malem,"


"Siap boss,"


Mereka pun bergegas menuju garasi dan mengeluarkan mobil berwarna hitam dengan sedikit corak warna biru yang menjadi mobil kebanggaan Queensa.



Sedangkan Altaf yang sedang asik dengan PS nya tiba tiba saja mendengar mobil kesayangan adiknya yang sudah di modifikasi itu mengeluarkan suaranya lagi setelah sekian lama tak mengeluarkan suara.


Altaf pun langsung saja bergegas melangkahkan kakinya dengan cepat menuju garasi.


"Lo mau kemana Queen ?," tanya Altaf yang tiba tiba sudah berada di belakang mereka.


"Mau balap sama Lesya,"


"Nggak boleh," Altaf melarangnya.


"Ayo lah Bang udah lama banget nih sih blue nggak di ajak main, Queen janji nggak bakal terjadi kaya dulu lagi," Queensa pun terus berusaha merayu kakaknya, dia sadar bahwa kakaknya sangat takut peristiwa beberapa bulan silam terjadi kecelakaan yang menimpa Queensa dan bahkan sempat mengakibatkan Queensa koma selama 3 Minggu.


Karena melihat wajah sendu sang adik akhirnya mau tak mau Altaf harus mengizinkan nya pergi untuk balap mobil.


"Ok boss, terima kasih Abang ku yang gantengnya selangit," ucap Queensa manja.


"Kuy gays," lanjutnya.


Mereka pun melajukan mobilnya masing masing dan mengikuti Lesya dari belakang karena memang Lesya lah yang tau tempatnya.


Selang beberapa menit akhirnya mereka pun sampai di tempat balapan yang di maksud Lesya. Lesya pun langsung turun dari mobil dan bicara pada bandar balap liar tersebut.


Dan setelah mereka bicara bandar pun menghampiri Queensa yang notabenenya di situ pemain baru.


"Sa ini Rangga, Rangga ini Queensa," Lesya pun memperkenalkan kedua makhluk yang tak saling mengenal itu.


"Ok dalam balapan ini nggak ada taruhan ya sa," ucap Lesya pada Queensa.


"Oke," Queensa pun menyetujuinya karna memang balapan ini hanya untuk seru seruan aja.


Tanpa Queensa dan yang lainnya ternyata di sana juga ada Lio, Thian, Raffa dan Adzriel di sana sedang mengobrol asik dengan seorang wanita yang berpakaian cukup minim.


Queensa dan Lesya pun sudah bersiap di dalam mobil yang akan ia pakai untuk balapan. setelah dirasa sudah cukup untuk persiapan nya rangga pun memanggil wanita cantik untuk berdiri di antara kedua mobil itu dan menghitung mundur secara perlahan sebelum wanita itu melempar kan syal yang ia pegang.


Siap..


ujar wanita itu dan menoleh ke kanan kan kiri agar sangat pemain bisa lebih siap lagi sebelum ia menghitung mundur.


3.


2.


1.


Mulai....


Seru wanita itu bersamaan ia melemparkan syalnya ke atas udara.


Seperti biasa Queensa mempersilahkan lawannya melajukan mobilnya terlebih dahulu sebelum ia melesat dan menyalib mobil lawan.


Lio yang tidak menyadari jika itu adalah Queensa dan Lesya pun dengan santai nya mengobrol bersama wanita cantik yang tadi berdiri ditengah tengah mobil Queensa dan Lesya. Bercengkrama sangat intens bahkan terkadang tangan Lio merangkul pundak wanita cantik nan seksi itu.


"Nay, gimana kenapa kamu balik dari paris tapi nggak ngabarin aku atau main ke rumah pasti bunda bakalan seneng," ujar Lio pada perempuan itu yang tak lain adalah sepupu Lio yang baru saja pulang dari paris setelah ia menyelesaikan S1 di paris.


"Maaf ya aku belum sempet aja ini aja aku baru di bolehin keluar rumah sama mama," ujar wanita itu dengan senyuman manisnya.


Di saat Lio sedang mencurahkan kerinduan dengan sepupunya di saat itu lah Altaf dan penonton lainnya memberikan dukungan untuk Queensa dan Lesya.


Saat sudah berada di putaran terakhir Queensa melihat Lio yang sedang asik bercengkrama dengan seorang wanita yang berpakaian minim dan terlihat cukup intens seperti sepasang kekasih yang sedang melepas kerinduan. Hal itu membuat hatinya hancur, dadanya sesak, tak terasa air matanya menetes. Ia mencoba menahan rasa sakit itu dan menuntaskan pertandingan nya.


Mobil yang di kendarai Lesya pun sudah hampir menyentuh garis finish namun sayang saat Queensa menyalip mobil Lesya dan langsung melesat pergi dari tempat itu tanpa mendengarkan teriakan teman teman dan juga sang kaka.


Rasa kalut dan sakit membuatnya hilang kendali ingin melampiaskan kan semua rasa sesak yang bersarang di dadanya. Namun ia bingung harus melampiaskan dengan cara apa.


Altaf dan yang lainnya bingung kenapa Queensa pergi meninggalkan semua nya hingga sorot matanya tertuju pada segerombol orang yang tak lain dialah Lio dan kawan kawannya yang lain.


Dia pun berjalan dengan tergesa gesa sorot mata yang penuh amarah itu tertuju pada Lio dan seorang wanita seksi di sebelahnya.