
Dan di video tersebut sangat terlihat jelas ada seorang wanita yang sedang menelfon seseorang. Altaf dan yang lainnya yang mendengar suara wanita di dalam video tersebut langsung ikut melihat dan mendengarkan percakapan yang ada di dalam video itu.
Naureen yang melihat itu pun langsung naik pitam dan langsung menyuruh Riri mengirim video tersebut ke ponselnya. Saat video telah terkirim ia pun langsung mengirimkan video itu pada Queensa. Namun karena kesal Queensa yang sedari tadi tidak membuka hpnya akhirnya Naureen pun melakukan panggilan namun tetap saja tidak di angkat juga. Hingga panggilan ke tiga barulah di angkat juga.
"Lo dari mana aja sih sa, gue telponin dari tadi nggak di angkat angkat," ujar Naureen yang sudah sangat kesal hingga akhirnya dia menunjukan sifat aslinya yaitu akan mengoceh dan mengomel seperti emak emak yang mengomeli anaknya.
"Apa sih Reen, gue lagi renang nih nggak usah teriak teriak lah budek nih kuping gue rasanya gendang telinga mau pecah nih," jawab Queensa setelah ia menempelkan telponnya kembali pada telinganya.
"Gimana gue nggak teriak disini kita lagi pada khawatir sama Lo tapi Lo malah lemot banget angkat telponnya," ujar Naureen masih dengan nada ketusnya dan terus mengomel pada Queensa.
"Ciihh khawatir emang Lo pada lupa gue ini siapa, apa yang perlu di khawatirin coba, lagian gue disini baik baik aja ko," kini Queensa ikut kesal dengan ocehan Naureen yang kalo udah khawatir sama orang terdekatnya mulutnya ngelebihin emak emak komplek yang duit belanjanya kurang.
"Nggak usah ikutan ngomel deh disini itu Lo yang bikin gue kesel, mending Lo liat tuh video yang gue kirim, Bye," ujar Naureen yang langsung mematikan sambungan telpon itu sepihak.
"Kampret nih bocah, gue kutuk baru tau rasa Lo," gumam Queensa yang kesal karena Naureen memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.
Queensa pun akhirnya membuka pesan yang dikirimkan Naureen untuknya yang isinya ternyata sebuah video seorang wanita yang sedang menelpon seseorang di balik sambungan telepon itu. Dan seketika Queensa membulatkan matanya saat mendengar perkataan Dara.
...…………………..
"Gue besok ada acara camping tahunan gue minta Lo singkirin wanita ja**** nggak tau diri itu, dia selalu saja merebut perhatian Lio dari gue,"
"......"
"Nanti gue kirim tempat di mana gue camping dan juga foto ja**** itu, pokoknya kalian harus berhasil gue nggak mau tau gimana pun caranya di harus mati,"
"....."
"Udah loh tenang aja semua bayaran nggak usah khawatir gue transfer DP nya dulu kalo udah beres gue lunasin dan gue kasih tips lebih buat kalian,"
"......"
"Oke, udah dulu bye,"
Dengan hanya memutar video yang dikirimkan oleh Naureen, Queensa langsung mengerti siapa orang yang akan di singkirkan oleh Dara.
Dengan kilatan api kemarahan di matanya Queensa langsung memanggil seseorang melalui ponselnya.
"Gue rasa esok adalah hari pembalasan yang tepat untuk keluarga ja****," gumam Queensa yang masih dengan amarahnya. Tatapan penuh dendam itu terlihat jelas dari sorot matanya.
Tak lama kemudian Dion pun masuk kedalam kamar Queensa setelah mengetuk pintu dan di perintahkan masuk olehnya.
"Kita adakan rapat besar nanti setelah pelantikan anggota baru jadi kumpulkan semua anggota dan perintahkan bang Fathir pulang segera," perintah Queensa dengan tegasnya dan tak ketinggalan aura dingin dan mencekam ia keluarkan juga. Pertanda jika Queen nya sedang marah besar.
Dion sudah paham betul jika suasana sudah menjadi menyeramkan seperti itu tandanya akan terjadi peperangan besar atau bisa jadi hari pembalasan akan segera di lakukan.
Altaf yang melihat video itu pun hanya tersenyum remeh karena dia tau bahwa lawannya hanya seekor nyamuk yang tak seberapa itu.
"Thanks ya Ri buat infonya, sekarang kamu masuk kelas lagi ya kan masih jam pelajaran," ujar Naureen pada adik kelasnya.
"Iya ka sama sama tapi sampein salam ku buat ka Queensa ya ka, dan bilangin hati hati dan harus jaga diri," Riri memang lah adik kelas yang paling dekat dengan Queensa bahkan sebelum Queensa balik ke Indonesia mereka selalu bertukar chat hingga mereka menjadi sangat dekat, mungkin karakter mereka yang sebenarnya hampir sama yaitu periang jika sudah sangat dekat di tambah Queensa yang memang tak mempunyai adik perempuan ataupun sebaliknya Riri tak mempunyai seorang kaka.
"Iya pasti kita sampein ko, kan ada kita juga yang bakal jagain, jadi kamu tenang aja ya biar ini semua kami yang urus," ujar Naureen dengan senyuman manisnya, ia sangat bersyukur jika di sekeliling Queensa masih ada yang sangat peduli padanya.
Riri pun akhirnya pergi dari taman itu dan berjalan menuju ke ruang kelasnya.
"Kalian semua bersiap karena nanti gue yakin sesampainya di markas kalian akan di Lantik sebagai anggota baru dan gue pastiin Queensa juga akan mengadakan rapat besar setelah pelantikan kalian," ujar Altaf setelah kepergian Riri dari sana.
Altaf yang sangat tau sifat iblis sang adik pun langsung mengerti apa yang akan di lakukan adiknya yaitu hari pembalasan.
"Bukannya pelantikan anggota baru setelah pulang dari camping Al, lagian Lio juga nggak bisa ke markas kan ???," Byanca pun akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Di majukan karena gue yakin hari pembalasan akan di mulai," terdengar suara Altaf yang lirih dan di sertai senyum iblis nya hingga membuat orang yang mendengar dan melihatnya pun merinding di buatnya.
"Udah kita harus buruan ke markas sekarang, Dion ngachat gue barusan," ujar Abyan yang secara tidak langsung mengalihkan suana yang mengerikan seperti tadi.
Mereka semua pun segera berjalan menelusuri koridor sekolah dengan tergesa gesa menuju parkiran dan segera masuk kedalam mobil mereka.
Kini mobil yang mereka kendarai pun telah melesat di tengah riuhnya kendaraan yang tidak terlalu padat, seakan hari ini telah memihak kepada mereka hingga tak terjadi kemacetan seperti biasanya.
Sedangkan di tempat lain Dara yang belum mengetahui bahwa rencananya telah terbaca oleh Queensa pun asik berbelanja dan nongkrong di kafe bersama teman temannya.
"Dar kalo Queensa besok beneran ikut camping gimana ???," ujar Disa
"Emm bener tuh Dar, yang ada pasti Lio bakal ngedeketin Queensa lagi," bukannya Dara yang menjawab pertanyaan Disa malah Devi yang menambahkan perkataan Disa.
"Wait, tapi bukannya Queensa pacaran sama Iyan ya," kini Sinta pun ikut angkat.
"Hem,,, betul tuh pasti Lio nggak bakal bisa deketin Queensa lagi," Katrine pun ikut membenarkan pendapat Sinta namun bukannya menjawab Dara malah tersenyum sinis.
"Udah deh kita kan kesini mau seneng seneng ngapain sih mikirin ja**** itu," mendengar ocehan dari teman temannya akhirnya Dara pun membuka suaranya.
"Lagian gue udah nyewa orang bayaran ter sadis buat ngleyapin ja**** itu dari muka bumi," lanjut Dara di sertai senyum smirk.
"What's," seru ke empat sahabatnya secara bersamaan.