
"Maksud Lo QODW," ujar Katrine menebak siapa yang di maksud orang bayaran oleh Dara.
"LD Lion Devils," jawab Dara santai dengan masih menyeruput minumannya.
"Yah meskipun mereka nggak sesadis dan sekejam QODW tapi seenggaknya gue bisa nyingkirin tuh ja****," lanjutnya.
"Kenapa Lo nggak pake QODW aja," Disa pun memberikan pendapatnya.
"Karena yang gue tau QODW itu nggak akan ngebunuh orang tanpa dia tau sebabnya dan gue rasa jika masalah percintaan seperti kita dia nggak akan mau ngelakuin hal itu," ucap Dara.
"Beda ceritanya dengan LD mereka akan melakukan apapun asal ada uang," lanjut Dara.
Dara memang sangat dekat dengan ketua dari Lion Devils, bahkan mereka pun sering kali menghabiskan malam panjang bersama dan menyisakan peluh yang menjadi saksi bisu di malam panjang mereka.
Leonel Arven seorang ketua mafia yang selalu berambisi untuk menyingkirkan klan mafia QODW karena menurutnya mereka lah yang selalu menggagalkan aksi jahat mereka. Meskipun QODW terkenal sebagai mafia tersadis dan terkejam mereka tidak seperti LD yang selalu menjadi pembunuh bayaran tanpa tau alasan dan sebabnya, LD juga menjadi penyelundup narkoba ke beberapa negara.
Apapun permintaan Dara akan selalu di penuhi oleh Arven namun dengan syarat Dara harus menemani malam yang panas terlebih dahulu bersama Arven. Bahkan Mona ibu kandung dari Dara pun selalu memanfaatkan tubuhnya ataupun tubuh anaknya untuk menarik investor investor terkaya. Mona sering kali menjadikan anaknya sebagai budak *** om om senang yang kesepian, ya hanya karena harta mereka mau melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya.
……………………
Mobil yang di kendara oleh bang Fathir pun mulai memasuki gerbang markas yang megah. ia pun memarkirkan kendaraan roda empat itu dan bergegas segera masuk.
Sedangkan Altaf dan yang lainnya sudah sedari tadi mereka sampai. Dan kini mereka semua sedang menunggunya di ruang tengah terlihat semuanya sudah berkumpul tapi Fathir tidak melihat sang Queen di sana.
"Salam King," Fathir pun memberikan salam terlebih dahulu dengan menggunakan bahasa formal dan sedikit membukukan badannya tanda dia sedang memberi hormat pada sang pemimpin.
"Maaf atas keterlambatan saya King, tadi ada sedikit rapat dengan para guru," lanjutnya masih mencoba untuk menjelaskan pada pimpinannya.
"Saya maafkan tapi lain kali jangan di ulangi, kamu beruntung saja Queen belum turun," jawab Altaf mencoba mengerti keadaan Fathir yang memang sedang sibuk sibuknya karena esok adalah acara camping tahunan.
Tak tak tak suara langkah kaki yang berat terdengar menuruni anak tangga terlihat ada Queensa di sana dengan baju kebesarannya sebagai pemimpin tertinggi di klan mafianya.
Semua pun tunduk dan memberikan salam serta hormat pada pemimpin utama mereka.
"Kenapa masih ada disini, cepat laksanakan proses pelantikannya," ujar Queensa dengan tatapan yang sangat dingin dan datar sambil terus melangkahkan kakinya menuju halaman luas dan terlihat semua anggota sudah berada di sana.
……………………
Di tempat lain Lio dan keluarga telah sampai di acara pertunangan sepupunya terlihat para tamu yang datang adalah kolega kolega rekan kerja dari orang tua Naya dan Andre dan ada juga teman teman kuliahnya Naya dan Andre.
"Selamat ya Nay nggak nyangka Lo cepet banget," ucap Lio memberikan selamat dan kado untuk Naya.
"Yang ini kenalin sepupu aku Lio, yang waktu itu pernah aku ceritain," ujar Naya mencoba untuk memperkenalkan sepupunya pada Andre. Lio dan Andre memang tak pernah ketemu secara langsung ia hanya mengenal Andre dari cerita sang sepupu.
"Marven Andrean,"
"Lo sekarang bisa anggep Andre ini calon Kaka ipar Lo, gimana seneng nggak Lo punya sodara cowok baru," ujar Naya yang berusaha menjauhi Lio. Meskipun umur lebih muda satu taun dari dari Naya dia nggak pernah mau di anggep adik dia maunya di anggep Kaka. Ya memang kalo di pikir pikir sih dalam silsilah keluarga meskipun Lio lebih muda dari Naya dia tetep Kaka sepupunya Naya soalnya nyokap nya Naya itu adiknya bunda Zora.
"Enak aja gue ini yang kakaknya bukan lu jadi yang ada gue punya calon adik ipar bukan Kaka ipar," ujar Lio dengan nada nyolotnya tidak terima dengan yang Naya ucapkan.
"Eh Naya selamat ya, ini ya tunangan kamu ganteng juga," ujar ayah Candra yang baru saja menghampirinya karena sebelumnya mereka menghampiri kedua orang tua Naya dulu sebelum menghampiri keponakannya.
"Maaf ya Nay Tante sama Om terlambat soalnya kan tadi nungguin Lio pulang sekolah dulu," ujar bunda Zora mencoba menjelaskan pada Naya atas keterlambatan mereka dan tidak bisa melihat ponakannya itu bertukar cincin.
"Iya Tan nggak papa ko Naya ngerti, oh iya kenalin ini Andre," ujar Naya yang memperkenalkan tunangannya pada kedua orang tua Lio.
"Marven Andrean Susilo Om, Tan," ujar Andre dan di iringi senyuman setelah mencium punggung tangan kedua orang tua Lio.
"Tunggu tunggu siapa tadi kamu bilang, Susilo ???," ayah Candra menanya kan kembali nama keluarga yang di gunakan oleh Andre.
"Iya Om, saya anak pertama dari Susilo Wijaya dan almarhumah Arini," jawab Andre menjelaskan nama kedua orang tuanya.
"Ya Allah terus dimana ayahmu Susilo itu, akan ku hajar jika ketemu seenaknya menghilang tanpa kabar," ujar ayah Candra yang terkejut ternyata Andre adalah anak dari Susilo sahabatnya sewaktu kuliah hingga akhirnya mereka terpisah karena Susilo harus pergi ke Jerman setelah menikah dengan Arini untuk mengurus perusahaan milik orang tua Arini.
"Jadi Andre ini anaknya Susilo sahabat kamu dulu yah," tanya bunda Zora mencoba memastikan yang iya dengar.
"Itu papa om lagi sama," ujar Andre terputus saat mau mengatakan papahnya bersama calon mama barunya.
"Mana Ndre ???," tanya ayah Candra sambil mengernyitkan dahinya
"Itu om," ujar Andre sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah papahnya.
Mereka semua pun langsung menoleh ke arah yang Andre tunjuk dan alangkah terkejutnya Lio saat melihat siapa wanita yang berdiri di samping papah nya Andre calon adik iparnya.
"Pembunuh," gumam Lio sambil menggertak kan giginya hanya bunda Zora dan Naya lah yang mendengar gumaman Lio namun mereka hanya saling pandang dan mencoba menanyakannya nanti saja.
Sedangkan ayah Candra yang melihat sahabatnya itu langsung mengambil langkah panjang untuk menghampirinya karena tangannya pun sudah sangat gatal untuk menarik telinga sahabatnya itu.
"Aw .. aw... siapa sih ini," ujar Susilo yang merasa ada yang menarik telinganya dari belakang namun saat ia membalikan tubuhnya alangkah terkejutnya ia melihat sahabatnya ada di depan matanya.
"Apa hah kau ini keterlaluan," ujar Candra sambil mengencangkan tarikan tangannya di telinga susilo karena semakin gemas saat melihat wajah terkejut dari sahabatnya.
"Iya ampun ,,, lepasin nanti telingaku putus," rengek Susilo dengan muka melasnya.
"Oke gue lepasin tapi Lo harus ikut gue," ujar Candra yang melepaskan tangannya dan mulai melangkah kan kakinya kembali menuju tempat dimana anak dan istrinya berada.
*** **siapakah yang akan jadi ibu tirinya Andre ??? coba tebak.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🤗**