
...Hai hai hai sedulur...
...HEPPIII REEDDDIINNGGG...
...Ayo dong lur di tunggu komen, like and vote nya ya biar authornya makin semangat ngehalunya biar bisa update terus tiap hari....
Saat teman temannya mulai menghilang dari pandangannya Queensa pun bergegas meninggalkan kelasnya dan menuju ke rooftop sekolahnya.
Sedangkan di sisi lain Altaf sang kaka satu satunya Queensa menunggu dirinya di kantin sekolah.
"Ko Queen belom kesini ya," ucap Altaf tiba tiba.
"Sabar Al paling bentar lagi mereka kesini," Raffa pun menimpalinya.
"Eh, tapi tumben loh adik Lo kan selalu ngibrit duluan kalo ke kantin," ucap Thian yang langsung di tatap oleh Lio.
Pikiran Lio pun jadi berantakan dia memikirkan apa yang terjadi pada Queensa saat ini karena memang tak seperti biasanya Queensa tidak ke kantin karena sepengetahuannya sahabat kecilnya itu memang sedari dulu sangat hobi makan.
Saat Lio sedang sibuk sendiri dengan pemikirannya Adzriel pun datang bersama pelayan kantin yang membantunya membawakan pesanan mereka semua.
"Woy, makanan datang !!," seru Adzriel yang langsung membuat ke empat temannya itu terperanjat karena terkejut oleh suara Adzriel.
"Kampret Luh untung gue nggak jantungnya," kesal Raffa.
"Abisnya kalian malah bengong, emang lagi pada mikirin apa sih??!,"
"Queensa, Queensa dkk," jawab Lio singkat, padat, jelas dan berbarengan pula dengan jawaban Thian.
"Yaelah, noh Naureen dkk lagi pada pesen makan," jawab Adzriel yang memang tadi sempat berbarengan dengan Naureen dkk namun tanpa Queensa.
"Serius Lo, ko mereka nggak kesini, ini kan tempat favorit mereka," cecar Altaf penasaran.
"Mana gue tau tadi sih gue denger mereka pesennya di bungkus,"
Lio pun bergegas berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan menuju Naureen dkk yang sedang menunggu pesanannya di buatkan oleh pelayan kantin.
"Woy,"
"Eh monyong Luh," Yarra pun terperanjat dari tempat duduknya karena Lio yang entah dari mana asalnya tiba tiba muncul di belakang mereka langsung mengebrak meja.
"Lo ngapain sih udah kaya demit aja tiba tiba nongol bikin cecan pada jantungan aja," Lesya pun ikut kesal dengan ulah Lio.
"Cecan ??,"
"CEwek CANtik ogeb gitu aja nggak ngerti," Zeffa menjelaskan singkat itu dengan mode kesalnya.
"Au ah gue nggak ngerti bahasa dari benua mana yang kalian pake, gue kesini cuma mau nanya,"
"Queensa ??!!," sebelum Lio menyelesaikan pertanyaannya langsung saja di potong oleh Naureen, Zeffa, Lesya dan Yarra. Mereka sudah tau dengan mudahnya yang ada di pikiran Lio. Karena mana mungkin seorang Lio cowok yang notabenenya paling dingin, cuek, dan sadis itu mau menemui mereka kalau bukan karena Queensa.
"Lo semua titisan paranormal ya," ucap Lio dingin.
"Queensa nggak ikut katanya males ke kantin," ucap Yarra.
"Terus kalian kenapa nggak duduk di belakang bareng kita, itu tempat dudukkan favorit kalian,"
"Neng, ini pesanannya," ucap mang kantin.
"Aduh makasih neng Naureen emang baik dan cantik,"
"Sama sama mang,"
"****** Luh semua gue masih ngomong di kacangin,"
"Kayanya kuping Luh rabun dan mata Luh tuli ya," ucap Yarra kesal.
"Kebalik Yarra, yang ada itu matanya yang rabun kupingnya yang tuli," ucap Zeffa membenarkan ucapan Yarra.
"Lo ngatain gue," ucap Lio kesal
"Udah, udah ngapain sih malah ribut," Lesya pun berusaha memisahkan mereka.
"Lagian Lo juga kalo tanya itu yang sabaran napa,"
"udah ah, ngapain ngeladenin Lio yang ada makanan sama esnya jadi nggak enak," ucap Naureen melangkahkan kakinya meninggalkan kantin dan Lio yang masih berdiri di tempat mereka debat tadi dengan perasaan yang sangat kesal.
Lio pun bergegas menuju meja makannya tadi bersama dengan temannya.
"Gue mau ngikutin Naureen dan yang lainnya kalian mau ikut nggak," ucap Lio pada ke 4 kawannya saat sudah sampai di meja makannya tadi.
"Ikut," jawab 4 temannya serentak.
Saat mereka hendak berdiri dari tempat duduknya tiba tiba saja Dara dan para cecunguk nya pun menghampiri mereka.
Lio yang merasa di peluk seseorang dari belakang pun langsung menghadap kebelakang dan langsung menghempaskan tubuh wanita itu ke lantai dengan kasarnya.
"Au.. beb kamu ko kasar banget sih," keluh Dara sambil meringis kesakitan.
"Cih.. dasar Ja****," ucap Lio sinis dan kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kantin dan di ikuti teman temannya.
"Lio.... ," suara Dara meneriaki nama Lio hingga ia menjadi pusat perhatian di kantin.
"Awan aja Lo Queensa, gue bakal bikin perhitungan," lanjut Dara.
"Dar, ko ngomong ngomong gue nggak liat Queensa dan yang lainnya ya," ucap Katrine.
"Iya, ya ko gue nggak liat tuh ja****," ujar Dara seraya berdiri dari tempatnya.
Sedangkan di sisi lain di rooftop sekolah Queensa sedang asik menikmati batagor dan es kopi pesanannya tadi.
"Sa, Lo beneran jadian ma Lio??," Zeffa pun memberanikan diri menanyakan soal tadi pagi.
"Huk huk...," Queensa yang mendengar pertanyaan itu pun langsung terbatuk-batuk.
"Sorry, sorry Sa gue nggak ada niatan bikin loh batuk batuk, aduuhh mampus gue kalo Lio tau tuan putrinya batuk gue pasti udah di gantung di gerbang sekolah," cerocos Zeffa teringat akan kejadian beberapa hari lalu yang membuat Yarra di marahi Lio hanya karena Queensa tersedak air minum. Perkataan dan raut wajah panik zeffa membuat yang lain ketawa namun Queensa yang tadinya batuknya berhenti pun langsung tersedak kembali
"Uhuk uhuk... kambing Lo Zef, Lo mau bunuh gue ya," Queensa yang kesal dengan pun langsung menjitak kepala Zeffa.
Lio dan pasukannya yang tiba tiba ada disana pun langsung mengeluarkan suaranya saat ia mendengar ucapan Queensa.
"Zeffa kenapa Lo mau lakuin itu!!!," bentak Lio pada Zeffa sambil menarik tubuh Queensa pada pelukannya.
"Kalo sampe lo ngelakuin itu gue nggak akan segan segan tembak kepala Lo dan bakal gue kasih otak lo ke ayam pelihara tukang kebun yang ada di rumah gue," lanjutnya kembali.