
Kini suana pun kembali hening Altaf yang sedang mengemudi pun langsung memutuskan untuk memfokuskan dirinya pada jalanan yang mulai macet.
Naureen yang coba mengingat-ingat dengan jalanan yang mereka lalui saat ini yang cukup tidak asing baginya.
"Apa Queensa berada di markas ??," tanya Naureen yang kini sudah mulai mengingatnya. Ya jalan ini, jalan yang dulu ia lalui bersama teman temannya saat dulu mereka mengikuti mobil Altaf dan Queensa dari belakang.
"Iya dia ada di markas, dari mana kamu tau?," mendengar pertanyaan Naureen Altaf langsung mengalihkan pandangan matanya dan menatap Naureen. Dan menjawab pertanyaan nya sekaligus mempertanyakan dari mana dia tau kalau Queensa berada di markas.
"Apa kamu lupa kalo dulu aku dan yang lainnya pernah mengikuti kalian saat kalian pergi ke markas ," ujar Naureen sambil memberikan deretan giginya.
"Oh.. astaga aku lupa akan hal itu, oh ya Reen tadi aku mengecek di Maps kayanya kita akan sampai di markas tengah malam, macetnya ternyata sangat panjang," jawab Altaf sambil menunjukan senyuman terbaiknya.
"Lebih baik kamu tidur, nanti kalo aku udah sampai aku akan bangunin kamu," lanjut Altaf menyuruh Naureen beristirahat dia tidak mau wanita yang dia suka harus kelelahan karena menemaninya mencari Queensa.
"Iya nanti kalo aku udah capek aku tidur ko," jawab Naureen sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.
GROUP SOMPLAK 💋
Naureen membuka sebuah grup khusus yang mana hanya terdapat nomor WA Queensa, Lesya, Zeffa, Yarra dan dirinya yang berada di grup WA tersebut.
"Guys gue udah ketemu Queensa dimana," (Naureen)
"Dimana dia, kita lagi pada packing baju nih buat nginep di markas nanti malem," (Yarra)
"Queensa ada di markas sekarang gue lagi di jalan tapi kejebak macet," (Naureen)
"*Ya syukurlah kalo Queensa udah di sana, kita lagi nunggu anak anak cowo nih karena rencananya kita ke sana cuma pake 2 mobil aja," (Lesya)
"Oke nanti kita bahas lagi kalo udah pada ngumpul aja,"(Naureen)
"Oke, sekalian kita bahas masalah Lio juga soalnya tadi di sekolah Keos banget," (Zeffa)
"Oke deh kalo gitu see guys," (Naureen*)
Setelah kasih kabar tentang keberadaan Queensa pada para sahabatnya. Naureen pun langsung menghubungi sang Kaka untuk memintanya mengemas pakaian yang akan dia bawa ke markas Queensa.
"Hallo, bang tolong bilangin ke bibi suruh siapin pakaian gue ya dan tolong bawain markas," ucap Naureen di sambungan telponnya.
"Oke, udah di siapin ko, sekarang tinggal berangkat aja jemput anak anak cewe," jawab Thian di balik sambungan telpon.
"Thanks bang,"
"Iya, hati hati ya bang nggak usah ngebut awas aja kalo temen temenku lecet," Naureen memperingatkan Kakak nya lalu memutus sambungan setelah terdengar suara Kakak nya mengatakan Siap Boss.
Hari semakin sore matahari sudah mulai kembali dari peraduannya namun Altaf dan Naureen masih saja terjebak di tengah tengah ramainya jalanan yang padat dengan kendaraan. Hingga menit demi menit, detik demi detik berganti dan akhirnya mobil yang di kendarai Altaf memasuki sebuah gerbang yang menjulang tinggi dimana di tengahnya terdapat mansion yang sangat megah dengan halaman yang sangat luas dan terdapat banyak pepohonan yang mengelilingi pinggiran halaman itu.
Setelah mobil Altaf terparkir tak selang lama mobil Byan dan Byanca pun memasuki gerbang dan berjalan menuju halaman parkiran yang sangat luas dan terdapat banyak rentetan mobil di sana. Altaf dan Naureen turun dari mobil setelah salah satu penjaga di mansion itu mengetahui bahwa pimpinan mereka telah tiba.
"Itu kan Iyan, ko udah sampai disini aja tuh orang," ujar Naureen setelah melihat si kembar turun dari mobilnya.
"Udah nggak usah pikirin mereka, lebih baik kita cepetan temuin Queensa," ujar Altaf dan menarik tangan Naureen hingga membuat Naureen harus mengikuti langkah kaki Altaf yang mulai berjalan memasuki mansion tersebut. Para Mafioso yang berjaga pun langsung memberi nya salam dan menundukkan kepala mereka.
"Salam King," ucap Dion sambil menundukkan kepalanya.
"Queen saat ini berada di mini bar pribadinya King, sedari siang Queen juga belum makan siang dan dia juga melewatkan makan malamnya King, Queen ....," lanjut Dion memberi tahu kondisi Queen nya pada Altaf namun belom selesai Dio memberikan informasi nya. Altaf sudah memotong laporan yang Dion berikan dan Dion pun memaklumi hal itu karena Dion tau pasti saat ini King nya sedang sangat mengkhawatirkan kondisi Queen nya. Dion sudah mengerti dengan kondisi yang saat ini sedang terjadi pun langsung bisa menebak tujuan Altaf datang ke mansion secara tiba tiba. Altaf dan Queensa tidak mungkin datang sendiri sendiri ke markasnya karena Kaka beradik itu selalu bersama dimana pun mereka berada. dan Queensa tidak akan berada di mini bar berjam-jam jika perasaannya tidak terlalu kalut.
Altaf langsung membuka pintu yang tadi di tunjuk oleh Dion dan terlihat seorang gadis terkapar di atas sofa panjang dan ada beberapa minuman alkohol di atas meja. Entah berapa botol alkohol yang Queensa habiskan hingga membuat Queensa tak sadarkan diri. Terlihat juga banyak batang rokok yang tergeletak di asbak yang berada di atas meja.
Ya Queensa memang sudah terbiasa seperti itu semenjak kepergian orang tuanya dia akan selalu menghabiskan malamnya dengan alkohol yang berada di mini bar pribadinya.
"Sa bangun sa," ucap Altaf sambil berusaha menggendongnya dan membawanya ke kamar pribadi Queensa yang ada di markasnya.
"Al gimana nih, gue takut Queensa kenapa napa," ujar Naureen yang tak kalah paniknya dari Altaf baru kali ini Naureen melihat Queensa minum alkohol dan terlihat begitu kacau.
Altaf pun membaringkan Queensa di atas ranjangnya dan dia terus mencoba membangunkan Queensa tapi yang namanya orang lagi tepar parah nggak akan mungkin cepat sadar apalagi tadi terlihat banyak botol kosong di sana yang tandanya Queensa meminum banyak alkohol.
Altaf dan Naureen pun akhirnya duduk di sofa yang ada di dalam kamar Queensa dan tiba tiba ...
BRAK...
Pintu kamar Queensa terbuka lebar dan menampakan sepasang anak manusia kembar dan mulai berjalan mendekat kepada Altaf. Siapa lagi kalo bukan Byan dan Byanca.
"Gimana Al, Queensa baik baik aja kan," ucapnya pada Altaf.
"Lo tenang aja Queensa hanya kebanyakan minum ko," jawabnya pada Byanca yang memang terlihat sangat khawatir dengan keadaan Queensa saat ini.
Saat mereka tengah asik pada lamunan mereka masing masing. Tiba tiba saja ponsel Altaf berdering yang menandakan ada telpon masuk yang ternyata dari Fathir.
"Halo...," belom selesai Altaf berbicara Fathir yang berada di sebrang telepon langsung saja berkicau.
"Al gimana keadaan Queensa? dia baik baik aja kan ? kenapa Lo nggak ngabarin gue sih? sekarang Lo di mana ? udah nemuin Queensa belom ??? ," kicauan Fathir yang panjang tanpa titik dan koma membuat Altaf kesal yang akhirnya di matikan lah sambungan telpon itu.