Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 23



...Hai hai hai sedulur...


...HEPPIII REEDDDIINNGGG...


...Di tunggu komen, like and vote nya ya biar authornya makin semangat ngehalunya biar bisa update terus tiap hari....


Selang beberapa menit Lio dan Altaf pun menuruni tangga bersamaan dengan pakaian yang masih belom rapih.


"Ya ampun Al Lo tuh kalo pake dasi yang bener dong, udah tua juga pake dasi masih aja berantakan kaya gini," ucap Naureen yang tiba tiba saja membenarkan dasi Altaf yang miring.


"So sweet, Sa Lio juga iri tuh minta di pakein kaya Altaf," Zeffa pun mulai menggoda Queensa.


"Hay Queensa, kenalin gue Naya sepupunya Lio," ucap Naya tiba tiba karena dia tau bahwa Queensa masih cemburu atas kejadian semalam.


"Hmm,,,,," jawab Queensa yang hanya berdehem ria aja sambil memutar bola matanya malas.


"Loh ko cuma hmm doang sih de," Altaf pun mencoba menegur Queensa.


"Terus gue harus gimana, kan dia udah tau nama gue,"


"Lo masih cemburu ya sa," ucap Thian tiba tiba.


"Dih siapa juga yang cemburu, udah siang gue duluan ya bye," Queensa pun pergi bergegas menuju mobilnya. Namun siapa sangka Lio mengikuti Queensa dan dia melemparkan kunci mobilnya pada Raffa agar mobilnya itu di bawa Raffa yang memang dia nggak bawa mobil.


Saat Queensa membuka pintu mobilnya Lio pun segera masuk kedalam mobilnya Queensa.


"Lo ngapain, masuk mobil gue,"


"Ya mau sekolah lah,"


"Kan Lo bisa tuh nebeng yang lain,"


"Tapi hati gue maunya ma Lo,"


"Au ah turun turun, gue nggak mau bareng ma Lo,"


"Kalo Lo nggak mau bareng ma gue ya Lo aja lah yang turun, kenapa harus gue,"


"Ya karena ini mobil gue dodol,"


"Gue Nathaniel Adhelio Arsalan bukan dodol,"


Queensa pun kesal dengan Lio hingga akhirnya dia turun dari mobil dan segera membuka pintu mobil untuk menyeret Lio keluar.


BRUUUKK!!!


Bukannya mengeluarkan Lio keluar dari mobilnya dia malah terjatuh tepat di atas badan Lio di dalam mobil. Ya itu semua terjadi karena saat Queensa menarik tangan Lio, Lio malah menariknya kembali sehingga hal itu terjadi.


"NATHANIEL ADHELIO ARSALAN," teriak Queensa


"Iya sayang mengapa kau berteriak,"


"Kau !!! sangat menyebalkan !!!,"


Queensa pun bangkit dan keluar dari mobil dengan muka yang sangat kesal.


Namun Lio pun juga ikut keluar dari mobil Queensa dan menyuruh Queensa masuk dalam mobilnya dengan sedikit paksaan dan sedikit perdebatan akhirnya Queensa pun mengikuti kemauan Lio.


"Aku yang akan menyetir mobilnya," Queensa pun hanya terdiam.


Lio pun langsung bergegas menuju pintu sebelahnya untuk mengemudikan mobil itu karena hari memang sudah siang jika terus berdebat maka mereka akan terlambat.


"Ok cantik les't go,"


Namun Queensa masih saja diam dan menekuk wajahnya.


"Jika kau terus cemberut seperti itu, aku akan menggigit bibirmu itu," ucap Lio yang sontak saja membuat Queensa melipat bibirnya kedalam mulutnya.


"hahahaha......," Lio pun langsung tertawa melihat tingkah Queensa yang sangat menggemaskan menurutnya.


"Ngapain ketawa cepet jalan,"


"Siap kesayangan," ucap Lio dengan menancapkan gas mobilnya.


Mobil pun melaju dengan cepatnya hingga akhirnya mereka semua tidak terlambat sampai ke sekolah.


Lio dan yang lainnya segera memarkirkan mobil yang mereka bawa. Semua mata langsung pada tertuju pada mereka most wanted. Queensa pun langsung turun dari mobilnya.


BRAAAKK.


Gadis cantik itu sengaja membanting pintu mobil dengan kencangnya dan langsung melepas kaca mata hitamnya dan langsung berjalan pergi meninggalkan Lio dan yang lainnya, ya gadis itu adalah Queensa. Dia masih kesal dengan Lio karena kejadian tadi pagi dan semalam.


Sedangkan Lio yang masih ada di dalam mobil Queensa pun langsung turun dan segera mengejar Queensa.


Queensa pun langsung masuk kedalam kelas tanpa memperdulikan tatapan siswa siswi lainnya.


"Pagi sa," sapa salah satu teman kelas Queensa.


"hmm," Queensa pun hanya berdehem.


Teman sekelas mereka pun bingung kenapa pagi ini Queensa berbeda tidak menjawab sapaan temannya.


"Sa Lo masih marah ma gue, kan Naya udah jelasin semuanya," ujar Lio yang tiba tiba duduk di sebelahnya Queensa.


"Bisa kan Lo nggak duduk di sini, gue males duduk sama Lo," jawab Queensa dengan nada sinisnya.


"Kalo Lo masih cemburu dan nggak mau maafin gue, gue akan cium Lo biar semua tau tentang hubungan kita," bisik Lio pelan di telinga Queensa.


"Bodo Amat," bisik Queensa pula di telinga Lio dengan kalimat penuh penekanan.


Dan tanpa di sangka Lio pun langsung menarik Queensa berdiri di depan semua siswa siswi yang lainnya. Diapun langsung mencium Queensa dan menyatakan perasaanya pada Queensa yang sontak saja membuat dara dan para ondel ondelnya yang berada di dalam kelas itu pun terkejut oleh apa yang di perbuat Lio dan Queensa.


Dara pun mengepalkan tangannya "dasaar ja****," gumamnya dengan penuh tekanan di kalimatnya.


Altaf ,Naureen dan yang lainnya pun ikut terkejut atas apa yang di lakukan Lio. Mereka berdiri di depan pintu kelas saat Lio sedang mencium Queensa.


"Wah wah wah ..... ada yang abis jadian nih guys jadi hari ini kita semua makan gratis saat jam istirahat di kantin," ucap Thian yang sontak saja membuat siswa siswi lain ikut bersorak gembira.


Altaf pun mendekati Lio dan Queensa "Wait wait wait.... Queen emangnya kmu mau sama Lio,"


Queensa pun langsung memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah akibat pertanyaan Kaka semata wayangnya itu.


Dengan begitu tidak perlu di jawab lagi Altaf sudah mengerti jawabannya meskipun Queensa tak menjawabnya.


"Lio kalo Lo berani nyakitin dia, gue nggak akan segan segan ngabisin Lo meskipun Lo sahabat gue,"


"Lo tenang aja, gue nggak akan pernah nyakitin dia dan kalo sampe itu terjadi gue siap mati di tangan Lo,"


Tak selang beberapa detik bel masuk berbunyi dan Bu Mila pun memasuki ruangannya.


Pelajaran pun berjalan seperti biasa hingga tak terasa bel pun berbunyi 3 kali yang menandakan jam istirahat telah tiba pada waktunya.


Kriiinggg....kriiinggg...kriiinggg


Semua murid pun berhamburan keluar dari kelas masing masing namun berbeda dengan Queensa dkk.


"Guys kantin yokk," ucap Naureen mengajak teman temannya.


"Gue males ah,"


"Tumben banget Lo Sa biasanya ngibrit duluan kalo ke kantin," sekarang giliran Lesya yang bersuara dia ngerasa bingung aja sama sikap Queensa.


"Ya, gue lagi males aja, gue... titip kalian aja ya ?!!," jawab Queensa dengan posisi masih bersandar lesu di kursinya itu sambil memperlihatkan wajah yang di buat seimut mungkin.


"Nye Nye Nye ..... ya udah sih tu muka biasa aja kali," cibir Yarra sambil meledek Queensa.


"Mau titip aja sa, biar gue yang bawain,"


"Emm... apa ya ?," Queensa yang kebingungan mau nitip apa sama para sahabatnya mikir sejenak.


"Agh iya batagor aja sama es kopi ya Zef, dan jangan lupa es batunya yang banyak airnya dikit aja," lanjutnya lagi setelah menemukan makanan apa yang cocok untuknya saat ini.


"Ok, kita tinggal dulu ya sa, bye...," Zeffa pun berjalan keluar kelasnya dan menuju kantin.


"Eh, guys gue nunggu di rooftop," ucap Queensa sambil sedikit mengencangkan suaranya karena para sahabatnya memang mulai menjauh dari pandangan matanya.