Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 14



...🤗HEPPIII REEEDDIIINGG🤗...


"Lo mau kemana Li," tanya Raffa dan Adzriel bersamaan.


"Gue mau ikutin mereka, gue takut mereka kenapa-napa,"


"Kita ikut,"ucap mereka semua.


"Ya udah ayo buruan," Lio pun bergegas menuju mobilnya dan di ikuti oleh teman temannya


"Yan Lo bawa mobilnya Naureen aja ya, setirin yang cewe," perintah Lio pada Thian karna nggak mungkin kalo cuma bawa satu mobil.


"Ok,"


Dan mereka pun mengejar mobil Altaf dan Queensa. Namun di tengah perjalanan mereka kehilangan jejak Altaf dan Queensa.


"Ohh ****, kita kehilangan jejak mereka," umpat Lio kesal kerena mobil Altaf dan Queensa benar benar menghilang dari pandangan Mereka.


"Eh tunggu kayanya bukannya kalian kemaren pasang GPS di mobilnya Queensa ya," ucap Yarra yang memang sempat memergoki Lio dkk memasang GPS di mobil Queensa atas perintah Altaf.


"Ya bener tuh, kayanya ke sambung sama hp Lo deh Li," ucap Raffa.


"Oh iya gue lupa, ok bentar gue cek GPS dulu,"


"Raf ko bisa sih kalian pasang GPS di mobilnya Queensa," tanya Zeffa yang mulai kepo.


"Kita di suruh sama Altaf, dia takut Queensa kenapa napa saat lagi nggak sama dia," jelasnya


"Lebay banget si Altaf sampe segitunya sama adiknya sendiri," ucap Yarra sambil memakan permen lollipop yang ada di tangannya.


"Bukannya lebay beb tapi kata Altaf musuh mereka tuh banyak jadi dia takut Queensa kenapa napa," ucap Raffa berusaha menjelaskan maksud dan tujuan Altaf menjelaskan pada Yarra


"Bebek kali ah," protes Yarra yang tidak terima di panggil beb oleh Raffa karena mereka memang belom pacaran.


Lio pun masih mencari titik keberadaan Altaf dan Queensa melalui GPS-nya dan hasilnya yaps tenyata memang tersambung.


"Gimana Li udah ketemu,"tanya Zeffa


"Udah nih ayo," Lio pun menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan penuh agar mereka bisa segera mengejar mobil kaka beradik itu.


"Eh BTW kalo yang nyuruh kalian pasang GPS di mobilnya Queensa itu Altaf kenapa bisa di sambungan ke hp Lio juga," tanya Yarra.


"Iya juga tuh Yar yang selama ini kita kenal itu kan Lio cowok yang dingin dan cuek bahkan ke semua orang dia selalu memberikan wajah dingin dan datar nya," sindir Zeffa namun Lio tidak memperdulikan percakapan teman temannya itu, yang ada di pikiran Lio ini adalah Queensa.


"Zef kayanya beruang kutub udah di taklukkin sama ratu kutub utara," ucap Yarra yang di ikuti tawanya.


"Jauh banget ya, mereka tuh sebenernya mau kemana sih sampe di tengah hutan kaya gini," Yarra yang sudah mulai bosan dengan situasi di dalam mobil.


"Itu mobil mobil mereka," ucap Zeffa


"Mereka masuk ke mansion siapa tuh, ko ada ya mansion Segede itu di tengah hutan belantara kaya gini," Yarra pun tercengang melihat mansion yang begitu besar berada di tengah hutan.





"Gimana kita kalo kita ikutin mereka masuk," Raffa yang memberikan idenya.


Belum sempat Raffa memberikan idenya Lio sudah melajukan mobilnya hendak ikut masuk kedalam sebelum gerbang yang menjulang tinggi itu tertutup. Dan benar saja mobil mereka berhasil lolos masuk karena para penjaga dan mafioso sedang bertarung di dalam mansion itu ada pula yang sudah terkapar di bawah tak berdaya.


'tempat apa ini kenapa banyak orang berkelahi' batin Lio.


Di Sana tidak jauh dari mobil yang mereka parkir kan terlihat Queensa turun dari mobilnya di ikuti oleh Altaf dan mereka memasuki mansion.


"Dimana Leader Mu apakah dia takut berhadapan denganku sampai tak berani menampakan wujud aslinya," ucap Arkan leader Dark Devil.


Arkan selain pembalap liar dia adalah bandar narkoba dan dia juga ketua di Dark Devil yang suka bergonta ganti wanita untuk melampiaskan nafsu seksualnya.


"STOP, LEPASKAN DIA,"


Semua pun menoleh mendengar suara yang tak asing di telinga Arkan. Dan alangkah terkejutnya mendapati wanita incaran berada di dalam sana, wanita yang bertubuh langsing dan sintal. Siapa lagi kalau bukan Queensa.


"Hai princess dari mana kamu tau aku ada di sini, lebih baik kamu pulang saja ya Beby, aku sedang ada urusan," ujar Arkan mencoba menyuruh wanita itu pergi dari tempat itu, karena ia tak akan membiarkan wanita itu mati sebelum ia mencicipi tubuhnya terlebih dahulu.


"Lepaskan dia, bukankan kamu mencari Queennya bukan ?," ucap Queensa sambil berjalan mendekat pada Arkan sambil mengedipkan sebelah matanya dan memainkan bibir sensualnya.


"Apa maksud kamu beib, lebih baik kamu pulang saja di sini berbahaya," perintahnya.


"Bukankah semalam kau ingin menikmati tubuhku ARKAN," Queensa pun sudah berada di depan Arkan.


Lio dan yang lainnya berhasil menyusup dan alangkah terkejutnya ia melihat kelakuan wanitanya seperti itu. Hingga akhirnya Lio akan menghampiri mereka namun dengan sigap teman temannya menarik tangannya memerintahkan dirinya agar tidak tersulut emosi atau rencana mereka untuk mencari tau informasi tentang Queensa jadi gagal. Lagi pula mereka semua percaya jika Queensa bukan wanita sehina itu.


"Apakah kau sudah sangat tidak sabar untuk bercinta denganku," ujar pria itu mendekat ke arah Queensa. Tatapan mata menjijikan itu sebenarnya sudah sangat memuakkan untuk Queensa ingin sekali rasanya ia meludahi wajah pria itu.


"Marilah kita bermain main Arkan jika kau sangat menginginkanku," ucap Queensa dengan senyum manisnya.


"Wah wah rupanya kau sudah tidak sabar ya ingin bermain di atas ranjang bersama ku. Emmm biar ku tebak apa Lio pacarmu itu tidak bisa memberi kepuasan sampai kau mencari ku cantik," ucap Arkan dengan sangat percaya diri. Dia belum tau juga yang sebenarnya jika nyawa saat ini sedang di ujung tanduk.


"Mafioso bawa dia ke ruangan pribadiku," perintah Queensa dan berlalu mengambil jubah kebesarannya.


"B baik Queen,"


"Queen siap kau sebenarnya, apakan dia ketua kalian," Arkan pun bertanya tanya tanpa dia sadari seluruh pasukannya sudah tewas di serang oleh Altaf.


Arkan pun berjalan dengan kedua tangannya masih dipegangi oleh dua Mafioso dia kira bahwa Queensa benar benar ingin bercinta dengannya. Dia dibutakan oleh nafsunya yang sangat menginginkan Queensa sampai sampai dia lupa bahwa Queensa lah ketuanya.


"Dia sudah di dalam Queen," ucap salah satu Mafioso yang sudah berjaga di depan pintu dan segera membukakan pintu itu mempersilahkan ratu nya masuk kedalam ruangan.


Tak tak tak


Suara langkah kaki Queensa memasuki ruangannya. Dengan berpakaian sedikit terbuka celana hotpants yang sangat pendek memperlihatkan kaki janjang nya di padukan kaos yang sedikit ketat, rambut yang di ikat keatas hingga membuat leher yang panjang, putih dan bersih itu terlihat sempurna dan jubah kebesaran yang sengaja ia sampirkan di tangannya membuat setiap pria yang melihat nya menelan ludah berkali kali.


"Kenapa aku harus di ikat seperti ini," seru Arkan.


"Katanya kau ingin bersenang senang denganku bukan ?," ucap Queensa sambil menunjukan senyum Devil nya.


"Tapi nggak harus kamu ikat aku kaya gini kan beib, kalau kaya gini gimana aku bisa memuaskan mu,"


"Biar permainan kita lebih seru pastinya dan aku yang akan memimpin permainnya," ucap Queensa sambil meminum wine di tangannya.


"Bukankah pacarmu Lio itu tidak bisa memuaskan mu, lalu bagaimana cara ku memuaskan mu jika kau mengikatku seperti ini," serunya kembali.