
...Hai hai hai sedulur...
...HEPPIII REEDDDIINNGGG...
...Di tunggu komen, like and vote nya ya biar authornya makin semangat ngehalunya biar bisa update terus tiap hari....
Altaf pun berjalan menghampiri dengan jalan yang sedikit tergesa gesa. Naureen dan yang lainnya pun jadi menolehkan pandangnya ke arah yang di tuju Altaf, sontak saja mereka membulatkan kedua bola matanya karena tenyata di sana ada segerombolan anak muda yang tidak lain adalah Lio dan kawan kawannya dengan seorang perempuan dengan pakaian minim yang Lio rangkul. Akhirnya Naureen dan ke tiga temannya pun langsung mengikuti Altaf.
"Eh apa apaan nih, Altaf ko Lo di sini," Lio yang sedari tadi tidak melihat adanya Altaf dan Queensa dan yang lainnya pun terkejut oleh Altaf yang tiba tiba datang dan langsung menarik jaket Lio dari belakang.
"Lo yang apa apaan hah, Lo mau mainin adik gue !," bentak Altaf dan ingin memukul Lio namun belum sempat Altaf memukul Lio, Naya langsung secara refleks mengatakan jika dia hanya sepupu Lio.
"Tunggu Lo salah paham, gue sama Lio cuma sepupu nggak lebih dari itu," ujar Naya mencoba memberi pengertian kepada teman taman Lio.
"Iya Al lo jangan salah sangka dulu dong dia Naya sepupu Lio bahkan kita semua juga mengenal Naya dan orang tuanya ko," jelas Raffa mencoba ikut membela sahabatnya, sebenarnya bukan membela ya tapi hanya memberikan informasi yang sesungguhnya.
"****, Queensa pasti udah salah paham sama kalian," ucap Altaf sambil mengumpat kesal, cengkraman tangan yang tadi menarik jaket Lio pun terlepas sendirinya. Kepalan tangannya pun mulai membuka pertanda jika ia sedang berusaha menetralkan amarah nya.
"What's jadi tadi yang balap itu Queensa," Lio pun baru menyadari kesalahpahaman itu.
"Ya udah gini aja, berhubung Queensa nggak bisa kita hubungi lebih baik kita tunggu dia di rumah, dan Naya harus ikut biar dia juga jelasin yang sebenernya," ucap Altaf menyarankan mereka.
"Gimana Nay Lo bisa ikut kan,"
"Iya gue ikut Li tenang aja kue bakal jelasin yang sejelas jelasnya,"
Mereka pun berjalan menuju mobil yang mereka bawa dan bergegas masuk kedalam mobil dan segera melesat dari area balap liar itu.
Di lihatlah jam dinding yang bertengger di sana dan ternyata waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari namun Queensa belom juga kembali.
Di sana hanya Altaf dan Lio lah yang masih terjaga menunggu wanita yang mereka sayangi pulang.
Hingga akhirnya terdengar ada seorang membuka pintu utama.
Dan sontak saja Altaf dan Lio pun terkejut melihat Queensa yang berjalan sedikit sempoyongan.
Altaf dan Lio yang memapah Queensa pun mencium bau alkohol yang sangat menyengat akhirnya mereka tau bahwa Queensa sedang mabuk berat.
Mereka pun langsung menghilang di balik pintu lift yang akan membawa mereka ke lantai tiga. Rasa sesal terus menyelimuti hati Lio jika saja ia memilih untuk berbicara dengan Queensa jika ingin menemui sepupunya mungkin kesalahpahaman ini tidak akan terjadi.
"Lo hanya milik gue, Lo nggak akan gue izin bersama wanita lain," rancau Queensa saat Lio hendak membaringkan tubuhnya di ranjang.
Wanita itu mengalungkan tangannya di leher Lio dan mencium bibirnya Lio. Untung saja di sana ada Altaf jadi Lio menolak hal itu untuk lebih dalam jika tidak makan setan setan untuk memprovokasi dirinya untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman.
"Kenapa lo tolak ciuman gue, apa ciuman bersama wanita sialan itu lebih nikmat dari pada harus berciuman dengan gue," rancaunya kembali namun Lio lebih memilih untuk diam, berbicara atau membela diri pun tidak ada gunanya karena Queensa saat ini masih dalam keadaan mabuk berat.
Altaf pun yang sedari tadi hanya menonton kelakuan adiknya hanya bisa terdiam dan ia pun dengan sengaja memvideokan kelakuan adiknya itu. Entah untuk apa tujuannya.
Setelah cukup dirasa Queensa sudah lelah karena terus merancau tidak jelas Ia pun tertidur.
Wajah panik dan khawatir terlihat jelas di raut wajah Lio.
"Gue bener bener minta maaf Al, atas kesalahpahaman ini,"
"Iya gue juga minta maaf, tadi udah asal nuduh bahkan hampir mukul Lo,"
"It's ok Al gue paham ko,"
"Ya udah Lo tidur gih biar gue jagain Queensa,"
"Tapi gue boleh ya tidur di sini gue juga khawatir banget sama Queensa," Lio pun meminta izin pada Altaf sekalu kaka dari Queensa dan Altaf pun hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka pun terlelap jam 3 pagi saat Queensa mulai mendengkur halus, pertanda jika wanita itu benar benar sudah terlelap.
Pagi hari yang cerah di mansion Queensa dan Altaf terlihat Queensa yang terbangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi. Dia melihat sekitarnya di sana ana 2 orang pria yang masih tertidur pulas ya siapa lagi kalo bukan Altaf dan Lio. Queensa pun langsung segera membangun kan mereka.
"Abang bangun cepetan udah jam 7 kurang, sekolah nggak nih," ucap Queensa yang membangunkan Altaf.
"Li bangun ," di lanjutnya yang membangunkan Lio.
Namun kedua pria itu tetap saja tidak mau terbangun dari mimpi indahnya. Karena kesal Queensa akhirnya mempunyai ide konyol yang akan langsung membuat kedua orang itu langsung terbangun. Di menyalakan salon aktif yang ada di kamarnya dengan mengencangkan volumenya sebelum dia membunyikan alarm di hp nya dan menghubungkannya ke salon aktifnya.
1
2
3
Treeenngggggg teng teng tenggggggg
Dan betul saja dugaannya kedua makhluk itu sontak saja langsung terbangun.
"Apaan sih Queen Lo kan bisa bangun kita baik baik,"
"Tau tuh," timpal Lio yang juga kesal pada Queensa.
"Gue udah bangunin kalian baik baik tetep aja nggak bangun, udah jam set 7 kalian nggak ke sekolah,"
"Astagfirullah," ucap kedua pria itu bersamaan dan langsung bergegas keluar dari kamar Queensa dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk langsung membersihkan tubuh mereka masing masing.
Setengah jam kemudian Queensa pun menuruni tangga menuju ruang sarapan untuk meminum susu coklat kesukaannya dan langsung berangkat ke sekolah.
"Lo kalian semua ko di sini, dari kapan ?," Queensa pun bingung karena tumben tumbenan para sahabatnya sudah ada di rumah tanpa memberi tahunya.
"Kita tuh disini dari semalem kelesss," ucap Yarra yang sedikit kesal pada Queensa gara gara perkara semalem dia pergi ninggalin para sahabatnya.
"Lah ko gue bisa nggak tau ya kalo kalian di sini dari semalem,"
"Ya iya lah Lo nggak tau orang kita aja nggak liat Lo pulang jam berapa, lagian Lo semalem kemana sih main cabut aja kita kan khawatir apa lagi tuh Abang Lo sama Lio yang nggak tidur nungguin Lo pulang," omel Naureen.
"Heheheh .... sorry ya gays, bikin kalian khawatir," Queensa pun hanya menyengir kuda dengan wajah tanpa dosanya.