
...Hai hai hai sedulur...
...HEPPIII REEDDDIINNGGG...
...Di tunggu komen, like and vote nya ya biar authornya makin semangat ngehalunya biar bisa update terus tiap hari....
Namun belom sempat Al menelfon tiba tiba Fathir lewat depan mereka membawa bungkusan plastik yang entah apa isinya.
"Bang tunggu," ucap Altaf memberhentikan langkah kaki Fahri.
"Kenapa Al, gue buru buru nanti Queensa bisa ngamuk kalo gue kelamaan dan takutnya ada murid lain curiga kalo liat kita ngobrol sedekat ini,"
"Cihh Lo tuh ya siapa yang mau ngobrol sih, gue cuma mau nanya itu apaan terus tadi Lo bilang Queensa, dimana dia,"
"Oh dia di rooftop sekolah,"
Mendengar wanita yang ia cari ada di rooftop sekolah ia pun langsung naik ke atas tangga untuk menyusul Queensa.
"Dasar bocah tengik," gumam Fathir dan menyusul lainnya ke rooftop.
Setibanya di rooftop Lio dan yang lainnya pun menghampiri Queensa.
"De Lo ngapain kesini nggak ngomong sama Abang sih, Abang tuh nyariin kamu lo sampe abang dan yang lainnya muterin satu sekolah tau ngga,"
"Lebay Lo bang," ucap Queensa dingin sambil memainkan gitar di tangannya.
"Sa Lo dapet gitar dari mana," tanya Raffa penasaran dengan gitar yang ada di tangan Queensa.
"Tadi sebelum kesini gue keruang musik dulu,"
"De ini pesenan Lo," ucap Fathir yang berada di belakang Altaf entah sejak kapan dia berada di sana.
"Ok thanks, apa hari ini ada rapat guru ?," tanya Queensa pada Fathir.
"Ya ada nanti sehabis jam pelajaran ini,"
"Yah kelamaan dong, sekarang aja dan bubarkan sekolahan," titah Queensa yang tak dapat di ganggu gugat.
"Hah Lo serius sa ??!," ucap Lesya yang terkejut atas keputusan Queensa.
"Hmm," ucap Queensa datar dan mulai membuka bungkusan yang di berikan oleh Fathir.
"Ok, ya udah gue balik dulu ke ruangan," ucap Fathir yang melangkah pergi meninggalkan mereka.
Setelah Fathir pergi Queensa mengeluarkan 1 bungkus rokok yang akan di hisapnya.
"Sa Lo apa apaan," Lio pun merampas batang rokok yang ada di mulut Queensa saat Queensa sedang menyalakan api untuk membakar ujung rokoknya.
"Li Lo yang apa apaan, siniin nggak rokok gue," Queensa pun turun dari tepian rooftop untuk merebut rokoknya kembali yang sekarang ada di genggaman Lio.
"Nggak gue nggak mau Lo ngerokok ya," ujar Lio sambil mengangkat tangannya tinggi tinggi agar Queensa tidak dapat mengambil rokoknya.
Karena kesal akhirnya Queensa lebih memilih duduk dan mengambil bir kaleng yang ada di bungkusan tadi. Baru saja Lio meremas bungkus rokok itu dan membuangnya dia melihat Queensa yang hendak saja meminum bir kaleng yang ada di tangan Queensa Lio pun bergegas merampas kaleng tersebut namun dia terlambat kalengnya sudah kosong dan sontak saja Lio men**** ***** Queensa merampas air haram itu di dalam sana.
Dan semua yang melihat drama itu pun di buat menutup matanya karena sangat tidak menyangka Lio yang yang terkenal dingin, datar dan angkuh itu bisa melakukan itu pada Queensa.
"Sorry Ar," Lio pun tertunduk tidak berani menatap wanitanya dia takut wanitanya itu akan membencinya.
"Ini first kiss gue, Lo udah mengambilnya,"
"Ma af Ar abisnya Lo ngapain minum kek gituan," ucap Lio terbata.
"Iya suka suka gue lah, lagian gue udah bisa ke club' waktu di LA,"
"Gue mau mulai hari ini Lo nggak boleh minum kek gituan lagi," ucap Lio yang sekarang berubah dingin dan menjauh dari Queensa.
"Lah ngapain dia yang marah," gumam Queensa. Dan mendekat pada teman temannya.
"Cie enak nggak tuh sa rasanya," goda Lesya yang sontak saja membuat muka Queensa memerah seperti udang rebus.
"Cie blushing tuh," goda Yarra dan Zeffa bersamaan.
"Au ah, gue balik dulu," Queensa pun mengambil jaket dan tasnya langsung turun kebawah menuju mobilnya.
"Dih ngambek Lo," teriak Naureen sebelum Queensa benar benar menghilang dari pandangan mereka.
Setelah Queensa meninggalkan teman temannya dan juga kakaknya dia segera masuk ke dalam mobil dan langsung pergi meninggalkan sekolah itu. Bukannya pulang ke mansion dia malah pergi ke taman tepi danau untuk me refresh kan pikirannya akibat perlakuan Lio padanya. Dan juga dia ingin melepaskan kerinduan pada orang tuanya. Sambil menghisap rokok yang ada di tangannya dia mengenang masa kecilnya. Hingga tak terasa hari pun sudah mulai sore matahari pun sudah mulai kembali pada peraduannya.
Kriinngg....
Suara handphone Queensa berbunyi dan saat di lihat ternyata banyak sekali chat masuk di handphonenya dan yang tadi miskol ternyata sang Kaka dan Lio yang sepertinya sedang mengkhawatirkan dirinya.
Akhirnya dia pun membuka WhatsApp nya dan masuk dalam chat group
"Bawel iya gue balik sekarang," isi dalam chat yang di tuliskan Queensa agar semua temannya termasuk kakaknya tidak khawatir lagi.
Queensa pun bergegas melangkahkan kakinya menuju mobil dan membuang sisa rokok yang ada di tangannya.
Dan tanpa membutuhkan waktu lama mobil Queensa pun sudah ada di halaman mansion nya. Bagaimana tidak dia pembalap wanita terhandal di LA, apalagi suana jalan yang sangat sepi karena hari sudah larut matahari pun sudah berganti menjadi bulan.
Queensa pun turun dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam mansion nya itu. Dan ternyata sudah ada para sahabatnya di dalam menunggu kepulangannya.
"Sa Lo dari mana sih kenapa nggak ngabarin kita semua khawatir takut lo kenapa kenapa," ucap Lesya
"KEPO," ucap Queensa teriak dari tangga karena memang dia sudah berada di tangga dan hanya melewati teman temannya. Bukan karena apa tapi dia masih malu kalau harus bertatap muka dengan Lio.
"Dih bocah ngapa ya tumben amat," ucap Altaf sebagai sang kaka, dia pun kebingungan dengan tingkah adiknya yang tidak biasanya itu.
"Al kita ke kamar Queensa dulu ya," Naureen pun meminta izin pada Altaf untuk ke kamar Queensa .
"Ya udah Sono,"
"Al karena Queensa udah balik gue ma yang lain juga balik deh," kata Lio.
"Okeh Deh kalo gitu, sampe ketemu besok ya,"
Sesudah Lio berpamitan pada Altaf mereka pun langsung pulang ke rumah masing masing namun berbeda dengan para cewe mereka lebih memilih menginap lagi di mansion Queensa.
Tok tok tok.