Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 27



...HAPPY REDIINGG SEDULUR ....🤗...


Mobil pun melesat di tengah ramainya ibu kota yang penuh drama akan kemacetannya. Queensa sekarang ini sedang asik berselancar di sosmed nya tiba tiba saja melihat stori Seseorang memakai seragam sekolah yang sama dengannya namun bukan anak sekolahannya. Nampaknya sosok tersebut akan menjadi murid baru di kelasnya.


Nggak terasa setelah beberapa menit akhirnya sampai di sekolahan mereka. Queensa yang lagi asik dengan dunia maya nya pun harus menaruh ponselnya ke dalam saku seragamnya.


Mereka berdua turun dari mobil banyak bisik bisik tetangga yang mereka dengar namun mereka hanya menghiraukannya.


"Gays liat deh itu ka Queensa sama ka Altaf, bukannya waktu itu sama ka Lio ya,"


"Mana mana,"


"Itu, tapi mereka cocok ya, mirip serasi banget,"


"Cielah ka Queensa sama ka Altaf itu Kaka beradik keles,"


"OMG, pantesan mereka mirip dari gayanya aja udah sama sama dingin,"


"Ka Queensa mah cocoknya sama ka Lio,"


"Tapi dari kemaren gue liat ka Lio sama nenek lampir Dara Mulu,"


Begitulah kurang lebihnya pembicaraan mereka yang diam diam mengagumi Queensa dkk.


Meskipun Queensa dkk terkenal dingin dan cuek mereka nggak segan membantu adik kelasnya yang kesusahan. Itulah mengapa kebanyakan dari mereka menyukai Queensa di banding Dara yang suka bullying orang yang lemah. Dan selalu mengandalkan orang tuanya yang notabenenya adalah donatur terbesar di sekolahan itu untuk mendapatkan apa yang dia mau.


Queensa dan Altaf berjalan di koridor sekolah banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Hingga sampai di depan pintu kelas 11 MIPA 1


"Ka Queensa," suara seorang gadis cantik memanggil namanya.


"Iya, kenapa?," jawab Queensa dengan senyum manisnya.


"Ka kenalin aku Riri anak kelas 10 MIPA 3, aku ngefans banget sama Kaka, boleh nggak kalo aku minta foto sama kaka," ucap anak itu terdengar sedikit memohon.


"Ok, boleh ko, kamu mau foto dimana," tanya Queensa pada adik kelasnya yang bernama Riri itu.


"Di taman aja ka, emmm.... ," gadis itu menggantungkan kalimatnya.


"Kenapa de ko nggak di selesain ngomongnya,"


"Aku boleh nggak minta fotonya sama Kaka dan Ka Lio,"


Queensa yang mendengar permintaan itu pun langsung terdiam sejenak.


"Riri kalo mau foto sama Kaka ya nggak usah sama ka Lio juga," tolak Queensa sehalus mungkin ia tak mau menyakiti perasaan adik kelasnya.


"Yahh, kenapa ka,"


Dara yang tak terima di katain anjing galak oleh Queensa pun langsung bangkit berdiri namun di cegah oleh Lio.


"Lepasin Li gue mau gampar tuh mulut si ja****," Dara yang masih tersulut emosi akibat ucapan Queensa membentak Lio yang sedang mencekal pergelangan tangannya.


Plaaakk


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Dara. Bukannya melepaskan tangan Dara, Lio yang tak terima Dara merendahkan wanita pujaannya dengan sebutan kotor itu langsung saja menampar pipinya.


Dara pun mulai terisak akibat tamparan Lio di pipinya sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.


"Dengar ya Dara sekali lagi Lo ngerendahin wanita gue, gue pastiin malaikat maut akan jemput Lo secepatnya," bentak Lio pada Dara yang masih terduduk lemas karena tamparan yang Lio berikan cukup keras.


"Cihh," Queensa yang berada di depan kelas mendengar keributan antara Lio dan Dara hanya bercih cuek.


"Dari pada foto sama cowok nggak tau diri itu gimana kalo kamu fotonya sama Kaka dan teman teman Kaka aja," Queensa memberi saran pada adik kelasnya yang bernama Riri. Dan adik kelasnya itu akhirnya menyetujui saran Queensa.


"Naureen, Zeffa, Yarra, Lesya kemari lah," seru Queensa sambil mengabsen satu persatu nama teman temannya sehingga mereka segera bergegas mendekat pada Queensa.


"Ada apa sa ?," tanya Yarra pada Queensa.


"Ini loh ada adik kelas kita, namanya Riri dia mau minta foto bareng kita," Queensa menjelaskan pada teman temannya tentang apa yang di inginkan adik kelasnya itu.


"Iya ka, Riri pingin banget foto bareng Kaka Kaka yang cantik ini, ayo ka kita foto di sana saja," ucap Riri yang kemudian menarik tangan Queensa menuju taman sekolah.


Dan Queensa dan pasukannya pun menuruti langkah kaki adik kelasnya itu.


Sedangkan yang berada di dalam kelas sebenarnya merasa sakit di acuhkan oleh Queensa beberapa hari ini bahkan saat berpapasan dengannya pun Queensa tidak menyapanya. Meskipun begitu Lio tetap tidak menyerah dia yakin bahwa Queensa pasti merasa cemburu karena Lio sekarang lebih dekat dengan Dara.


Selang beberapa menit bel jam masuk terdengar yang pertanda jam pelajaran akan segera di mulai.


"Ka, makasih ya udah mau foto sama kita kita," ucap salah satu adik kelas Queensa. Queensa saat ini sedang berada di taman tenyata bukan hanya Riri yang mau berfoto dengannya. Adik adik kelasnya yang lain juga ingin berfoto ria dengan Kaka kelas yang paling tenar di sekolahan mereka. Queensa bukan terkenal karena hanya dingin dan muka datarnya. Dia terasa hangat jika bersama orang orang yang dia kenal. Bukan hanya kerena kekejamannya pada seseorang, namun dia juga di kenal untuk melindungi siswa siswi lain yang di bully. Bukan hanya cantik yang membuat para siswa siswi lainnya mengaguminya namun karena dia ramah dan sangat jago bela diri.


"Iya sama sama," ucap Queensa dan kawan kawannya bersamaan dan akhirnya mereka pergi meninggalkan taman itu dan berjalan menuju kelas mereka. Saat di lorong kelas dia melihat ibu guru sedang berjalan akan menuju ke kelasnya hingga akhirnya mereka sedikit berlari.


Hingga mereka masuk kedalam kelasnya namun ada yang aneh kali ini, Queensa terus tersenyum hingga ia sampai di tempat duduknya.


"Minggir kamu jangan duduk disini, pindah aja ya !?," ucap Queensa memerintah teman sebangku nya.


"Baiklah," ucap siswa itu dan kemudian pergi dari tempat duduknya.


"Selamat pagi anak anak," ucap Bu guru saat memasuki ruang kelasnya dengan sepasang siswa siswi yang mengekor di belakang guru itu.


"Pagi Bu," jawab serentak anak kelas 11 MIPA 1


"Ibu membawa kan teman baru untuk kalian, ayo silahkan perkenalkan nama kalian masing masing," ujar Bu Mila dan memerintahkan pada murid baru itu memperkenalkan namanya pada teman teman baru nya.