
Tok tok tok
Pintu kamar Queensa di ketuk dari luar Queensa yang selesai bersih bersih segera membuka pintu terlihat seorang paruh baya berdiri di depan pintu kamar Queensa.
"Non makanannya sudah datang dan sudah bibi siapkan di meja makan," ujar kepala pelayan itu.
"Hmm, baiklah aku akan turun," jawab Queensa yang segera bergegas menuju meja makan dia memang sudah sangat lapar pasalnya sedari pagi dia belum makan dan minum apapun sedangkan sekarang pukul sudah menunjukan pukul 10 siang waktu Indonesia bagian barat.
"Bi, apa Dion sudah pulang," ujar Queensa pada kepala pelayan yang berada di belakangnya.
"Sepertinya belom non," jawab bi Surti.
"Baiklah bi tolong kumpulkan semua pelayan dan suruh Dion kemari," perintah Queensa saat sudah mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
"Baik non," sautan bi Surti dan segera melangkahkan kakinya untuk melakukan perintah dari nona mudanya.
Tak selang beberapa lama Dion pun menghampiri Queensa yang sedang duduk di ruang makan di ikuti dengan para pelayan yang mengekor di belakang Dion.
"Ada apa Queen," suara itu pun lolos dari mulut Dion yang bingung ada apa hingga semua pelayan di kumpulkan.
"Nggak ada apa apa aku hanya ingin kalian semua makan di sini temani aku," ujar Queensa dengan santainya.
"Tapi non kami merasa kurang pantas untuk makan bersama anda lebih baik biar tuan Dion saja yang menemani anda makan," ujar salah satu pelayan dengan rasa gugupnya.
"Tidak ada penolakan atau nyawa kalian sebagai gantinya," ujar Queensa dengan nada dinginnya.
Semua pelayan di sana sudah tau siapa Queensa yang sebenarnya maka dari itu para pelayan itu pun langsung berhamburan mengambil makanan mereka dan segera kembali ke ruang makan untuk menemani nona mudanya.
Queensa pun tersenyum tipis melihat para pelayannya makan dengan lahapnya. Meskipun Queensa dingin dan kejam dia sebenarnya berhati lembut dia akan suka rela berbagi jika melihat orang yang kesusahan dia juga sering membawakan makanan serta oleh oleh untuk para penjaga dan pelayan di mansion nya.
...…………………………………………...
Room Chat Dara Dkk
"Dar tadi pagi kayanya gue liat Queensa di bandara deh," Katrine.
"Hah serius loh ?? tapi ko kayanya Altaf dkk biasa aja gitu," Disa.
"Emm bener tuh, yayang Altaf juga nggak jemput Queensa, nyatanya aja dia masih di sini sama temen temennya yang pada kaya cabe cabean," Sinta.
"Iya Lio aja masih disini nggak kemana mana," Dara
"Lo salah liat kali Kat," Devi.
"Nggak gue yakin banget itu Queensa tapi dia di jemput cowok ganteng banget, tapi sayangnya nggak gue poto in soalnya nyokap gue bawel banget," Katrine
"Iya udah kita bahas ini nanti di rumah Lo aja Kat pulang sekolah gue mau masuk kelas dulu bye," Dara.
Katrine yang hari ini tidak masuk sekolah karena di haruskan menjemput orang tuanya di bandara tak sengaja melihat Queensa keluar dari bandara bersama Dion. Namun sayangnya ia tak sempat untuk menggambil gambar Queensa untuk di jadikan bukti pada para sahabatnya.
Tak terasa jarum jam pun terus berputar serangkaian mata pelajaran hari ini telah mereka lewati hingga akhirnya bel pulang pun berdering nyaring. Para siswa siswi pun segera membereskan peralatan belajar mereka masing masing dan setelah para guru yang mengajar keluar dari ruang kelas para murid langsung berhamburan keluar dari kelas namun berbeda dengan Naureen dan yang lainnya.
"Balom nih, gimana kalo nanti kita pulang langsung ngemol aja ???," ujar Yarra memberikan usul.
"Boleh tuh, ajak anak cowok sekalian ya," usul Zeffa.
"Ehemm ngapain bawa bawa anak cowok ??," ujar Adzriel yang dari tadi diam diam memperhatikan Zeffa dan mencuri dengar percakapan mereka.
"Denger aja lu kita lagi ngomong apa," ucap Zeffa kesal pada Adzriel yang selalu saja mencuri dengar jika mereka sedang mengobrol.
Yah walopun sebenarnya ia tidak bermaksud mencuri dengar percakapan mereka, hanya saja beberapa hari ini ia selalu memperhatikan Zeffa dalam diamnya terkadang ia juga sering merasa kesal jika Zeffa dan Yarra membicarakan pria lain atau bahkan sampai mengaguminya.
"kita mau ke mol kalian mau pada ngikut nggak," seru Naureen pada teman lelakinya.
"Of course, aku bakal ikut buat jagain kamu," ujar Altaf sambil mendekat pada Naureen.
Altaf memang sekarang lebih terang terangan atas perasaannya pada Naureen meskipun mereka belum menjalin hubungan khusus.
Bukannya Altaf tak mau berkomitmen pada Naureen hanya saja dia ingin mendapat restu dari sang adik dan menyelesaikan sekolahnya dan Missi balas dendamnya terlebih dahulu.
"Selain Altaf nggak ada yang mau ikut lagi nih ??," kini Lesya yang bertanya menggantikan Naureen yang sedang bersemu merah karena menahan malunya akibat ulah ucapan Altaf.
Yang di tanya tak ada yang menjawab satupun hingga akhirnya Raffa pun membuka mulutnya.
"Tentu gue ikut dong, kalo gue nggak ikut nanti calon ibu dari anak anak gue siapa yang jagain dong," ujar Raffa yang sudah tak kuat menahan rasa gemasnya pada Yarra yang sedari tadi menekuk wajahnya saat Raffa tak kunjung membuka suaranya.
Yarra yang mendengar ucapan Raffa pun langsung berubah menjadi seperti udang rebus. Hingga Raffa pun akhirnya mendekat padanya.
"Oh bebebku, mukanya sampe kaya gini," ujar Raffa jail meledek wanitanya itu hingga membuat Yarra memeluknya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Raffa.
Ya sekarang Raffa dan Yarra resmi jadian mereka sudah menyadari perasaan mereka benar adanya jika mereka diam diam saling mengagumi dan saling mencintai.
"Lebay," sarkas Lio yang sedari tadi di buat kesal dengan semua temannya yang membuat iri dirinya.
"Iri bilang bos," ujar yang lainnya secara bersamaan.
"Buset ... kalian tuh ya ngeselin banget, kalian aja lah yang pergi gue nggak ikut males," seru Lio sambil melangkahkan kakinya ke luar kelas.
"Dih ngambek, tunggu napa sih Li," ucap Byanca mencoba menahan langkah Lio saat ingin melewatinya.
"Apa lagi," ujar Lio datar.
"Kenapa nggak mau ikut ?? emang Lo nggak mau beli apa apa gitu buat besok," tanya Byanca.
"Nggak lah orang gue besok nggak ikut camping," ucap Lio dengan wajah yang masih datar.
"Wait, wait wait ko bisa Lo nggak ikut," tanya Naureen.
"Kalo di sana ada Arcilla gue ikut kalo nggak ada gue nggak bakal ikut," ujar Lio dengan suara dingin nya.
"What's jadi Lo masih ngarepin cewe gue," seru Abyan.