Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 45



Melajukan kendaraan mereka dan membelah hiruk pikuknya jalanan yang hari ini lumayan sepi hingga tak ada kemacetan seperti biasanya.


Motor sport yang di kendarai Lio pun kini memasuki gerbang sekolah tepat sekali karena jika Lio terlambat beberapa menit saja sudah di pastikan gerbang itu akan tertutup rapat dan akan bisa di buka jika Altaf ataupun Queensa yang terlambat.


Tak selang beberapa detik pula mobil yang di kendara Naureen masuk menyusul Lio ke parkiran dan di susul mobil yang di kendara Altaf ikut masuk kedalam gerbang sekolah.


Dan seperti biasa geng mereka selalu menjadi pusat perhatian layaknya anak presiden ataupun arti papan atas. Banyaknya para siswa siswi yang mengagumi mereka sikap dingin mereka namun terasa jika sudah dekat.


Naureen pun membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam sana dan di ikuti oleh Byanca yang duduk di samping pengemudi dan di susul Yarra, Zeffa dan Lesya yang duduk di jok belakang.


Penampilan yang tak pernah berbeda. Sopan dan rapih namun tetap selalu terlihat cantik dan seksi meskipun mereka tak pernah berdandan berlebihan ataupun memakai seragam yang terlalu ketat seperti geng sebelah, siapa lagi kalo bukan gengnya Dara si cabe.


Gengnya Altaf juga tak kalah mereka menjadi most wanted apalagi jika sedang memakai kaos olah raga membuat hati para jomblo meronta ronta gess.


Ketampanan dan sikap dingin mereka selalu membuat para pejuang cinta selalu penasaran bagaimana untuk mendapatkan senyum manis yang mereka miliki.


Dara yang melihat Lio turun dari motornya segera menghampirinya untuk menyapa pria yang selalu membuatnya ter obsesi. Namun saat di sapa Lio malah meninggalkan Dara dan mengacuhkannya dia malah memilih untuk bergabung dengan sahabatnya.


Di tinggalkan, di acuhkan bahkan tak di anggap namun Dara masih tetap saja mengejar Lio.


Saat Altaf, Naureen dan yang lainnya hendak melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran dan menuju kelas mereka Dara langsung mencegahnya.


"Tunggu, gue mau ngomong sama Altaf dan juga Lio sebentar," ujarnya namun tetap saja ucapan itu di anggap angin lalu oleh para most wanted itu.


"Apa bener Queensa udah balik," ucapan Dara langsung saja mampu menghentikan langkah Lio seketika dan langsung menoleh pada Dara.


Sedangkan yang lainnya bingung harus jawab apa, kalaupun mereka jawab ia bisa di pastikan semua rencana yang sudah mereka susun sedemikian rupa langsung berantakan semuanya. Jika ia menjawab belom pun pasti akan membuat Lio murka karena telah menutupi kepulangan Queensa darinya.


"Kenapa pada diem ?? jadi yang kemaren di lihat Katrine di bandara itu beneran Queensa," ujar Dara lagi setelah tak ada jawaban apapun dari Altaf dkk dan Naureen dkk.


"Emang apa urusan Lo kalo Queensa balik lagi," karena terus di desak oleh pertanyaan dara akhirnya Altaf pun buka suara.


"Gue mau minta maaf sama dia atas apa yang telah gue perbuat dulu," ujar Dara dengan mimik wajah yang di buat semenyesal mungkin. Bukannya Altaf menjawabnya dengan perlakuan yang baik ia malah pergi meninggalkan Dara dengan tawa mengejeknya dan langsung di ikuti dengan semua temannya.


"Sial, sial, sial," umpat Dara yang sudah sangat kesal dengan tingkah Altaf dan kawan kawannya itu.


Altaf dan yang lainnya segera masuk dan duduk di tempat mereka masing masing.


"Li Queensa udah pulang kemaren," ujar Altaf, ia takut Lio akan salah paham padanya.


"Queensa masih nggak mau ketemu gue kan makannya Lo nggak ngomong dari kemaren ke gue," lanjutnya.


"Bukan gitu Li, gue dan yang lain aja baru tau kemaren sore kalo Queensa udah ada di sini, karena dia emang nggak ngomong ke gue kalo mau balik," jelas Altaf.


"Dan dia juga ke sini karena mau ngurus berkas berkas sekolah kita untuk pindah ke LA," lanjutnya dengan nada yang di buat selesu mungkin.


Meskipun Lio udah tau tentang kembalinya Queensa ke tanah air tercintanya. Altaf harus tetap menutupi rencana yang sudah tersusun rapi.


Mendengar penjelasan yang Altaf berikan ia pun langsung termenung sejenak dan kemudian tersenyum kecut, mengapa ia sulit sekali untuk menggapai Queensa bahkan ketika sudah bertemu kembali pun rasanya ia sangat sulit untuk bersama Queensa.


"Kalo Lo mau ngobrol atau mau ketemu ma Queensa tenang aja gue bakal suruh dia ikut camping besok," ujar Altaf mencoba menghibur Lio.


"Hmm," jawab Lio singkat.


Bel jam pun berdering nyaring pertanda jam pelajaran pertama akan di mulai. Siswa siswi yang tadi masih berada di halaman pun segera berlarian menuju kelas mereka masing masing. Naureen dan yang lainnya pun segera membenarkan posisi duduk mereka. Saat terdengar suara langkah sepasang sepatu pantofel yang tak lain adalah wali kelas mereka dan menyampaikan beberapa persiapan untuk kegiatan besok.


………………


"Kita langsung balik aja lah biar bisa langsung latihan," ujar Zeffa saat mereka sudah bersiap akan pulang dari sekolah.


Setelah persiapan di sekolah telah selesai mereka segera bergegas keluar dari kelas mereka masing masing. Begitupun dengan Zeffa ia lebih memilih langsung pulang ke markas agar bisa segera memulai latihan bela dirinya biar nanti malam ia bisa bersiap untuk menyiapkan semua keperluan yang akan ia bawa. Dan usulan Zeffa langsung di setujui oleh para sahabatnya mereka pun langsung berjalan keluar beriringan dan tanpa di duga ada seorang siswi yang memanggil Naureen.


"Ka Naureen," seru seseorang sambil berlari menghampiri Naureen.


"Kenapa kamu lari lari ???," ujar Naureen pada siswi itu yang tak lain adik kelasnya yang pernah minta foto bersama Queensa and the geng.


"Ka ada yang perlu kita omongin sebentar, Riri punya informasi tentang ka Dara," ujar gadis itu yang tak lain adalah Riri dengan nafas yang masih tersengal sengal akibat berlarian menghampirinya.


Namun Naureen tak bergeming sama sekali dan mau tak mau akhirnya Riri menarik tangan Naureen dan mengajaknya menuju tempat yang sepi sedangkan yang lainnya kini mengikuti kemana langkah kaki adik kelasnya menarik Naureen. Sedangkan Lio ia kini sudah berada di perjalanan menuju butik langganan keluarganya.


"Ada apa Ri ???," tanya Naureen yang sebenarnya rasanya sangat malas sekali untuk membahas Dara si ratu cabe itu.


"Ka, apa sekarang ka Queensa sudah pulang ke Indonesia ???," tanya Riri dan seketika yang tadinya malas malasan dan ingin segera kembali ke markas kini langsung tegap dan memasang telinganya dengan benar saat Riri menyebut sahabat kesayangannya itu.


"Ko kamu tumben nanyain Queensa, dan kamu tau dari mana Queensa udah balik," bukannya menjawab Naureen malah mencecar pertanyaan balik pada Riri.


Tanpa mau basa basi lagi Riri akhirnya langsung mengeluarkan ponselnya dan memutar video yang ia dapatkan saat dia berada di toilet tadi.