Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 06



Keesokan pagi harinya.


Queensa pun menggedor keras pintu kamar sang Kaka agar sang Kaka segera bangun


dari alam bawah sadarnya.


"ABANG BANGUN WOY UDAH SIANG NIH," teriaknya sambil terus menggedor pintu.


setelah beberapa menit akhirnya pun sang Kaka membuka pintu kamarnya, dan Altaf pun keluar dari balik pintu tersebut dengan muka kusutnya karena baru bangun tidur.


"Apaan sih Queen masih pagi tau ," dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Katanya mau ikut sekolah lagi, buruan mandi aku tunggu di meja makan," perintah Queensa dengan nada kesalnya dan berlalu menuju meja makan.


Altaf yang mendengar itu pun langsung menepuk jidat nya dan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dan memakai seragamnya untung saja semalam saat ia sedang tertidur Dion dan Bi Surti sudah menyiapkan semua keperluan nona dan tuan mudanya.


Selang beberapa menit akhirnya pun Altaf selesai dengan ritual mandinya dan lengkap seragam barunya. Ia pun segera turun ke meja makan sebelum sang adik meneriaki dirinya lagi dengan suara ceprengnya. Altaf pun menarik kursi dan segera duduk di meja makan dan melangsungkan sarapan bersama dengan adik tersayangnya itu.


Sarapan pun berlangsung dengan damai tanpa bersuara hanya ada dentingan sendok berbunyi karena memang sedari kecil mereka selalu di ajarkan untuk di tak berisik saat di meja makan oleh mendiang orang tuanya.


"Queen kita satu mobil kan ?," tanya Altaf sambil berjalan di belakang Queensa.


"Nggak ah, kita bawa mobil sendiri-sendiri aja," Queensa pun berlalu menuju mobil kesayangannya.



Dengan lesu Altaf jalan menuju garasi, padahal dia sangat ingin satu mobil dengan adiknya. Tapi apalah daya jika Queensa sudah bilang tidak iya tetap tidak karena keputusannya tidak ada yang bisa mengubahnya. Akhirnya Queensa masuk kedalam mobil putih kesayangannya itu dan kemudian di susul oleh Altaf dengan mobil hitamnya. Dan mereka melesat keluar dari mansion.


Tidak membutuhkan waktu berjam jam untuk menuju ke sekolahan barunya cukup 20 menit mereka akan sampai di tempat tujuan.


Sesampainya di sekolah baru banyak pasang mata yang memperhatikannya.


"wah ada anak baru ni, semoga saja cecan,"


"mobilnya keluaran terbaru gess, pasti orang kaya,"


"semoga saja cogan ya gess,"


Apalagi waktu Kaka beradik itu turun dari mobil mereka masing masing dengan jaket couple kembar yang mereka gunakan di tambah kaca mata hitam yang bertengger di hidung mereka. Dan secara bersamaan pula kaka beradik itu melepaskan kacamata mereka.


Semakin bertambah banyak lah yang memperhatikan dan banyak pula yang mencibir mereka.


"cantik banget tuh cewe,"


"aduh... yang cowo ganteng banget sih,"


"kayanya Kaka beradik deh soalnya rada mirip gitu tapi mereka keren banget,"


"alah cantikan juga gue,"


"keren gue kali ah,"


Merekapun berjalan terus beriringan menuju ruang kepala sekolah yang berada di sudut lorong hingga akhirnya mereka pun menghentikan langkah kaki mereka tepat di depan ruangan yang Bertuliskan Rungan Kepsek.


Dengan senyum smirk dan otak jail mereka. Dan secara bersamaan mereka mendobrak pintu itu. Dan benar saja itu membuat seseorang di dalam sana sampai latah karena saking terkejut nya.


"Eh monyet monyet lu," Bang Fathir yang latah karena Queensa mendobrak pintu ruang kepala sekolah.


Yaps kepala sekolah di Q'Ar internasional high school adalah Bang Fathir tangan kanan mereka di geng mafianya.


"Eh bocah bocah tengil kalian bisa nggak sih ketuk pintu dulu kebiasaan banget bikin jantung gue mau lompat dari tempanya," kesal Bang Fathir dengan kelakuan dua sejoli kaka beradik itu.


"Udah nggak usah kebanyakan drama gitu deh bang ," ucap Altaf dengan nada dinginnya walaupun sebenarnya dalam hati mereka ingin tertawa terpingkal pingkal. Jika saja kejadian itu tidak di sekolahan nya mungkin saat ini mereka tengah puas menertawakan tangan kanan mereka itu.


"KELASSS," teriak mereka berbarengan.


"Eh anak monyet kalian ini pikir ini di hutan teriak-teriak seenak terongkongan kalian," kesal bang Fathir karena ulah kaka beradik yang tak ada akhlaknya itu.


"Bodo masa," bukannya berhenti membuat kesal Queensa malah melanjutkan aksinya membuat abang angkatnya itu kesal andai saja di sana ada Dion dan Bang Fathur mungkin suasana akan semakin ramai dan Bang Fathir akan semakin di buat kesal oleh mereka.


"Kebalik ogeb," jawab Bang Fathir dan Altaf berbarengan.


"Kelas kalian 11 MIPA 1," ujar Bang Fathir dengan suara dinginnya agar cepat mengakhiri suasana menjengkelkan itu.


Yaps benar saja suara dingin Bang Fathir mampu mengusir dua sejoli kaka beradik menyebalkan itu dari ruangannya.


Selesai dari ruang kepala sekolah merekapun berjalan beriringan melalui lorong. Sudah ada beberapa kelas yang sudah mulai pelajaran ada pula kelas yang tidak ada gurunya hingga akhirnya para murid sibuk sendiri sendiri di dalam kelas. Ada pula yang memperhatikan kaka beradik itu, mengagumi kecantikan dan ketampanan kaka beradik itu.


Hingga akhirnya sampailah mereka di depan kelas yang bertuliskan kelas 11 MIPA 1.


Mereka pun langsung masuk kedalam kelas itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu tanpa menghiraukan guru yang sedang mengajar.


"siapa kalian, kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu ? ," ujar Bu Siska guru matematika di sekolah itu. Dia juga sebagai wali kelas 11 MIPA 1.


"Kelamaan Bu, tadi kata kepala sekolah kami langsung di suruh masuk saja ke kelas 11 MIPA 1 bertemu dengan Bu Siska" jawab Queensa dengan nada dinginnya dan muka datarnya.


"Oh, kalian ini siswa siswi yang sudah di rekomendasikan langsung oleh mr. Fathir ya, baiklah silahkan perkenalkan diri kalian ," perintah Bu Siska.


"Queensa A.K ," singkat, padat dan jelas


"Altafariz A.K ," singkat padat dan jelas.


"Baiklah ada pertanyaan anak-anak ?," ujar Bu Siska memberikan pertanyaan pada murid lainnya.


"Kenapa marganya di singkat ?," salah seorang murid pun mengangkat tangannya dan mengajukan pertanyaan.


"Privat," jawab Kaka beradik itu bersamaan dengan nada yang sama-sama dingin wajah datar dan sorot mata mereka yang tajam menjadi pusat perhatian siswa siswi lainnya.


'Dingin cantik dan menarik ' batin seorang siswa dengan menatap wajah Queensa.


"Baiklah kalian boleh duduk di bangku paling ujung," ucap Bu Siska segera mempersilahkan duduk yang memangnya sudah si beri tahu terlebih dahulu siapa yang akan menjadi murid barunya itu.


Mereka berdua pun langsung menuju tempat duduk mereka. Dan pelajaran pun di mulai, hingga tak terasa bel istirahat pun berbunyi.


kriiinggg kriiiinggg.....


" Baiklah anak-anak Ibu rasa cukup sampai disini dulu kita lanjut Minggu depan," ucap Bu Siska dan kemudian segera berlalu pergi dari kelas itu.