Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 12



HEPPIII REEDDDIIIINNNGGGG🤗


Jika memang benar Queensa telah memiliki kekasih sebisa mungkin ia akan menghapus semua perasaan itu dan akan kembali menunggu teman semasa kecilnya dulu.


"Udah malem banget kita pulang yuk nanti di cariin lagi sama Abang gue," ajak Queensa pada Lio berusaha menghindar dari pertanyaan yang Lio lontarkan dan kali ini Queensa yang memberanikan dirinya untuk menarik tangan Lio terlebih dahulu.


Mereka pun pergi dari danau itu, Lio pun mulai melajukan motornya perlahan mulai menjauh dari danau yang sempat mereka singgahi tadi. Beberapa menit mereka pun sampai di mansion. Dan ternyata semua teman temannya berserta Altaf dan juga ada Dion masih ada di sana setia untuk menunggu kepulangan mereka.


"Sa udah nyampe," ucap Lio. Namun siapa sangka Queensa malah tertidur di pundak Lio.


Lio pun sudah berulang kali membangunkannya namun sepertinya Queensa sangat kelelahan jadi mau nggak mau akhirnya Lio pun menggendong Queensa.


"Assalamu'alaikum," ucap Lio


"Wa'alaikumsalam kalian dari man---" Altaf yang menjawab salam dari Lio pun di tidak melanjutkan perkataannya saat Lio sudah memberikan tanda agar tidak berisik dengan jari telunjuknya.


"Udah nggak brisik dimana kamarnya Queensa," ujar Lio lirih, ia takut jika suaranya akan membangunkan wanitanya itu.


Altaf pun segera berdiri dan berjalan menuju lift untuk mengantar Lio ke kamar Queensa yang berada di lantai 3. Setelah Altaf membukakan pintu kamar adiknya ia pun mempersilahkan Lio masuk terlebih dahulu agar bisa segera membaringkan Queensa di ranjang yang cukup besar itu di selimuti lah wanita yang kini mulai memenuhi fikiran nya u itu. Saat dia hendak keluar dia melihat berbagai macam foto yang ada di lemari kaca khusus untuk penyimpanan foto. Dia melihat-lihat semua foto di lemari itu, dan alangkah terkejutnya saat ia menemukan foto anak cewe sedang memeluk boneka beruang bersama seorang anak cowok. Karena ternyata dirinya lah yang ada di figura foto itu.


"Al sini gue mau nanya," ucap Lio.


"Apaan sih Li, udah ah ayo keluar ntar Queensa bisa marah kalo tau ada orang lain di kamarnya saat dia tidur," ujar Altaf memerintahkan agar Lio segera dari kamar sang adik.


"Lo tau foto anak cowo yang di dalam foto ini nggak ?," tanya Lio pada Altaf sambil menunjuk sebuah figura foto yang ada di sana.


"Oh itu saingan Lo, udah ayo keluar," ajak Altaf dan menarik baju Lio agar ia segara mengikuti langkah Altaf keluar dari ruangan itu.


"Iya, iya," mau tak mau Lio pun akhirnya mengikuti langkah Altaf dan menutup pintu kamar Queensa dan berjalan menuju lift.


"Al anak cowo tadi siapa kayanya deket banget sama Queensa," tanya Lio sesampainya di ruang keluarga rasa penasaran untuk memastikan apa yang ia pikirkan itu tidak salah.


"Dia Nathan sahabatnya Queensa waktu kecil, napa sih Lo kepo banget," ujar Altaf dengan dinginnya.


Foto itu di ambil saat Queensa belum sekolah dan Lio sudah sekolah taman kanak kanak dan Altaf pun belum mengenal Lio sama sekali. Karena setiap di ajak kedua orang tuannya untuk ikut dengan mereka jika akan mengadakan kumpulan bersama teman teman mereka Altaf selalu menolaknya dan alhasil cuma adiknya lah yang ikut mereka.


"Paling juga takut ada saingan," ujar Thian sambil meledek Lio.


"Serah kalian dah, sini gantian gua yang main," ucap Lio dan merebut stik PS yang ada di tangan Thian.


Untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dan ledekan dari temannya Lio pun memilih untuk bermain PS. Bukannya tidak mau menceritakan kabar bahagianya itu karena telah menemukan kembali wanita kecilnya tapi ia ingin memastikan terlebih dahulu.


...………………………...


Hari pun telah berganti bulan pun telah menghilang dan kini berganti sang surya lah yang telah menyingsing tinggi. Seorang gadis sedang menguap baru saja dia bangun dari tidur nyenyak nya, mengejapkan kedua bola matanya dan merenggangkan otot-ototnya. Seketika Queensa teringat kejadian semalam saat bersama Lio.


Mengingat kejadian itu membuatnya tersenyum bahagia, wajahnya pun terlihat berseri tidak terlihat dingin dan datar seperti sebelumnya. Sebelum turun ke bawah akhirnya Queensa memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Di tempat lain, di ruang keluarga tempat dimana Altaf dan para pria bermain PS semalaman dan akhirnya mereka semua ketiduran di sana termasuk Lio yang tertidur di atas sofa dengan memegang handphone nya.


30 menit berlalu.


Queensa pun keluar dari balik pintu lift yang perlahan terbuka. Ia pun berjalan menuju ruang keluarga terlihat lah sang kaka berserta para pria lainnya tertidur di atas karpet itu. Namun yang menarik perhatiannya adalah Lio yang terlihat sangat pulas sekali dalam aksinya mengarungi alam mimpinya.


'Lagi tidur aja udah bikin jantung ini mau copot rasanya, ternyata sifat dan perilaku yang ada di dirimu belum berubah sama sekali ya Nath' batin Queensa ia pun tersenyum tipis.


Setelah di rasa sudah cukup puas memandangi wajah pria yang selalu di nantinya itu ia pun berjalan menuju dapur dan meminta tolong pada Bi surti untuk membuatkan susu coklat kesukaannya.


"Bi teman saya Naureen dan yang lainnya pada kemana, apa mereka sudah pada pulang," tanya Queensa dengan lembut pada pelayan yang sudah bertahun tahun itu merawat dan menjaga dirinya dan juga sang kaka.


"Mereka kayanya belom bangun non, ada yang non inginkan biar bibi buat kan," jawab bi Surti dan mencoba mencari tau apa yang sedang di inginkan nona mudanya itu.


"Emm .. aku mau susu coklat aja deh bi, aku tunggu di taman belakang ya bi," Setelah mengatakan apa yang sedang ia inginkan pada pelayan kepercayaannya itu Queensa pun segera berlalu pergi menuju taman belakang di mansion nya


Menikmati semilir angin di pagi hari membuat kesejukan tersendiri di hati Queensa. Pepohonan dan bunga bunga yang sedang mereka di sekitar sana pun memberikan aroma yang begitu memenangkan hatinya.


Jika saja sang Mommy masih ada di dunia yang fana ini pasti ia dan sang Mommy akan berkebun setiap pagi merawat bunga bunga itu agar lebih indah. Namun pada kenyataanya sekarang ia hanya seorang diri duduk di bangku taman itu melihat bunga bunga yang cantik bermekaran karena tukang kebunnya yang sangat rajin dan terampil dalam mengurus semua bunga bunga itu.