
Abyan emang anak yang cukup pandai jika untuk berpura pura dan mengambil waktu yang tepat jika untuk memancing emosi sang lawan.
Ucapan Byan barusan langsung saja membuat Lio memancarkan aura kemarahannya.
"Meskipun dia cewe Lo, dia akan tetap menjadi wanita gue sampai kapanpun," seru Lio dengan nada yang sangat dingin di sertai wajah yang sangat kesal dan bergegas mengambil langkah panjang untuk segera cepat sampai di parkiran.
Meskipun semua temannya meneriakinya dia tak membuat dia menghentikan langkahnya
Kini Altaf, Naureen dan teman teman nya yang lain telah berada di dalam mobil mereka masing masing, berkendara dengan santai membelah jalanan kota yang lumayan padat dengan kendaraan yang lalu-lalang. Hanya Lio dan Queensa yang tak ada di tengah tengah mereka. Lio yang memang sudah terlanjur kesal dengan semua temannya yang selalu mendukung hubungan Byan dan Queensa, hingga membuat Lio seakan tidak di anggap oleh mereka lagi.
Sedangkan Queensa saat ini sedang asik di dalam kamarnya sambil memainkan ponselnya untuk berselancar di sosial media.
Sudah 2 hari ini ia sengaja tak mengabari sang Kaka niatnya agar sang Kaka pulang ke mansion pribadi mereka dan terkejut dengan adanya ia yang sudah berada di mansion.
Setelah merasa jenuh di dalam kamar Queensa pun bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju walk in closed untuk mencari baju renangnya. Hingga akhirnya ia pun menemukan apa yang ia cari dan segera mengganti pakaiannya.
Queensa pun berjalan menuruni anak tangga satu persatu berjalan menuju kolam renangnya. Bi Surti yang melihat nona mudanya sedang berang pun segera menghampirinya dan menawarkan minuman ataupun cemilan apa yang ia inginkan untuk menemaninya berenang.
"Jus alpukat aja Bi sama puding coklat aja," jawab Queensa setelah mendengar pertanyaan dari bi Surti.
"Baik non, bibi siap kan dulu ya non," ujar bi Surti yang kemudian berlalu menuju dapur untuk menyiapkan pesanan nona muda kesayangannya.
Queensa yang sedang asik berenang ke sana kemari tak menyadari ada sepasang mata yang sedang menatapnya tajam.
"Dasar adik laknat, balik ke sini nggak ngabarin sama sekali," seru Altaf yang sudah berdiri di tepi kolam.
Queensa yang menyadari ada suara sang Abang yang sangat ia rindukan pun langsung terkejut, pasalnya Queensa tak mendengar suara deru mobil ataupun suara langkah kaki seseorang bahkan Queensa tak mendengar suara pelayan maupun penjaga yang menyapa Altaf.
"Abang, kapan pulang???," alih alih meminta maaf Queensa malah memberikan pertanyaan pada sang kaka sambil membulatkan matanya.
"Kamu ini harusnya itu Abang yang bertanya seperti itu, kenapa kamu pulang ngabarin Abang, apa kamu lupa kalo kamu itu masih punya seorang Kaka laki laki yang sangat tampan ini," oceh Altaf pada Queensa, ia sangat kesal sekali dengan kelakuan sang adik satu satunya itu kali ini.
Bisa bisanya adiknya itu tak memberi tahukan atas kepulangannya, bahkan Oma dan Opanya pun tak mengabarinya sama sekali.
"Haiiss Abang ini sudah macam orang pasar aja, berisik," ujar Queensa yang masih berada di dalam kolam renangnya.
"Bukannya di jawab malah ngatain Abang, dasar adik laknat," ujar Altaf dan hendak berjalan meninggalkan tepian kolam itu namun dengan cepat Queensa menarik kaki Altaf.
BYUURRR....
"Queensa Arcilla," seru Altaf dengan suara yang menggelegar memenuhi mansion itu, hingga membuat para pelayan dan penjaga pun kelabakan dan segera menuju sumber suara untuk melihat apa yang terjadi dengan kedua majikannya itu. Namun Queensa yang namanya di teriaki oleh abangnya hanya menunjukan deretan gigi putihnya dan segera beranjak naik keatas kolam agar bisa segera melarikan diri kabur dari amukan sang Kaka.
"Alhamdulillah, mereka masih bisa tertawa dan saling menjaga satu sama lain," gumam bi Surti yang memang sedari tadi memperhatikan kedua majikan kecilnya yang kini sudah beranjak dewasa meskipun tanpa kedua orang tuanya.
"Semoga tuan dan nyonya bahagia di atas sana," lanjut bi Surti.
"Queensa buka pintunya ," seru Altaf yang sudah berdiri tepat di depan pintu kamar Queensa sambil terus menggedor pintu kamar Queensa.
Saat ini Queensa telah berhasil kabur dari amukan sang Kaka, ia segera berlari ke arah tangga sambil terus tertawa hingga Queensa pun menghilang di balik pintu kamar Queensa yang telah di kuncinya.
"Queensa Arcilla," seru Altaf namun bukannya membuka pintu Queensa malah tetap tertawa di balik pintu kamar.
"Awas kau ya akan aku balas kelakuanmu nanti," seru Altaf yang masih geram dan segera pergi ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya yang basah.
Massage group
"Al Lo dimana udah otw ke sini belom," (Thian)
"Di tungguin juga lama banget, kita udah ngumpul semua nih," (Raffa)
"Iya, tinggal Lo sama Lio doang yang belom ada," (Yarra)
"Tapi tadi sih Lio bilangnya ijin dulu nggak masuk latihan dia mau di rumah katanya sih bonyoknya pulang, dan besok mau menghadiri acara pertunangannya Naya," (Thian)
"Iya nih gue siap siap mau otw," (Altaf)
Altaf yang dari tadi di sibukkan dengan sang adik pun sampai tidak menyadari jika ia harus kembali ke markas untuk melatih para anggota baru di klan mafianya. Dan anggota baru itu tak lain adalah semua sahabatnya.
"Gila, tuh bocah dari tadi nggak bales bales, sekali bales langsung off lagi," kesal Raffa yang sedari tadi menunggu balasan dari Altaf namun yang di tunggu hanya sekali balas dan langsung off kembali.
"Lo, Altaf bales nya cuek aja sampe kesel gitu, gimana kalo Yarra yang nggak bales ataupun angkat telpon dari Lo," ledek Adzriel dan langsung mendapat tatapan perang dari sorot mata Raffa.
"Ekhem, bener tuh Yar sekali kali Lo harus abaikan chat ataupun panggilan dari Raffa," kini Abyan pun bersuara hingga membuat Raffa terpojok saat ini.
"Tolong ya sayangku, cintaku, cantikku, manisku, hany bany sweety jangan lakuin itu, aku bisa mati kalo tanpa kami," seru Raffa tiba tiba pada Yarra hingga membuat rona merah di kedua pipi Yarra. Semua sahabatnya yang menyaksikan kedua pasangan rada rada somplak itupun langsung tertawa karena omongan Abyan yang sengaja menjahili Raffa sempurna.
"Itu nggak akan pernah, kan Yarra juga nggak bisa tanpa kamu," ujar Yarra pada Raffa dan langsung mendapat pelukan dari sang kekasih.
"Terima kasih bebebku i love you Yarra Qonita Ramdhan," ujar Raffa yang masih memeluk Yarra.