Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 32



Sedangkan di sisi lain Fathir yang merasa Altaf keterlaluan karena memutuskan panggilnya sepihak akhirnya memutuskan menelpon Dion untuk menyuruhnya mencari tau di mana Queensa berada.


"Hallo Yon, tolong Lo cari Queensa berada dimana sekarang karena gue denger dari salah satu guru katanya Queensa pergi dari sekolah dan Altaf sempat berantem dengan Lio sebelum dia memutuskan untuk mencari Queensa," ucap Fathir yang panjang kali lebar setelah panggilan telfonnya di angkat oleh Dion.


"Gila Lo bang nyrocos nggak pake koma, Queensa ada disini dari siang, Lo telat nyuruhnya lagian Lo dimana sekarang sampe jam segini belom pulang juga," omel Dion kesal pada pria dewasa yang sudah dia anggap seperti abangnya sendiri. Pasalnya sudah selarut ini Fathir belom pulang juga.


"Iya sorry, tadi ada meeting dulu setelah pulang sekolah untuk membahas acara camping yang akan di adakan 2 Minggu lagi dan waktu gue pulang gue kejebak macet tapi Lo tenang aja ini gue bentar lagi nyampe ko," jawab Fathir dengan tenang agar Dion tidak khawatir dengannya.


"Oke, gue matiin dulu telponan karena kaya di depan ada keributan gue mau liat dulu," ucap Dion sambil dan memutuskan sambungan telponnya dan segera bergegas keluar untuk melihat ke adaan di luar markas.


Dion pun berjalan menuju pintu utama untuk melihat ada kegaduhan apa di depan sana. Dan saat Dion membuka pintu ternyata ada teman teman Altaf dan Queensa yang ingin masuk namun di hadang oleh penjaga.


"Biar kan mereka masuk !," seru Dion yang berdiri di depan pintu sambil mengamati mereka.


"Mereka semua teman Queen dan King yang akan ikut bergabung dengan organisasi kita," lanjutnya dan dia mulai berjalan masuk untuk memberi tahukan kepada Altaf jika temannya sudah ada di sini.


Altaf yang menerima laporan dari Dion pun segera berjalan menuju ruang tamu di mana semua temannya sudah menunggu.


"Syukurlah baj***** itu nggak ikut," batin Altaf.


Altaf yang sudah berada di ruang tamu dan celingukan mencari seseorang pun langsung menghela nafas lega.


"Lo nyari siapa si Al ??," ucap Zeffa yang bingung dengan tingkah Altaf.


"Iya, Lo kaya orang bingung aja," lanjut Yarra yang juga bingung dengan tingkah Altaf.


"Udah Lo tenang aja Lio nggak ikut ko lagian juga yang para cewe nggak mau kalo Lio ikut, oh iya btw mana adik gue ko nggak keliatan ??," kini Thian yang menjawab. Selain Lio yang sangat mengenal watak Altaf, Thian juga sangat tau dengan watak Altaf ya walopun Altaf dan Thian tak sedekat Lio dan Altaf namun di saat kondisi Altaf yang sedang kacau Thian juga akan langsung stand by untuk Altaf.


"Oh .... Naureen lagi ada di kamar Queensa sama Byan dan Byanca ...," belom sempat Altaf menyelesaikan kalimatnya Lesya dengan tidak sabaran menyelanya.


"Terus sekarang gimana keadaan Queensa? apa dia baik baik aja??," pertanyaan itu pun akhirnya lolos dari mulutnya setelah dari tadi dia menahan diri nya untuk mempertanyakan keadaan Queensa.


"Eh munying, gue lagi mau jelasin maen nyela nyela aja Lo," sungut Altaf yang tak terima perkataannya di sela begitu aja.


"Queensa baik baik aja ko dia cuma kebanyakan minum," ujar Altaf mencoba menenangkan teman temannya.


Saat mereka sedang sibuk membicarakan Queensa salah satu penjaga masuk untuk memberi tau kan ada tamu yang datang mencari Queensa dan Altaf.


"Salam," ucap Altaf datar dan dingin sambil meletakkan tangannya di dada sebelah kanannya untuk menjawab salam dari penjaganya.


"Maaf King jika kedatangan saya mengganggu namun saya hanya ingin memberikan laporan jika di depan ada seseorang yang mencari King dan Queen bahkan orang itu ingin menerobos masuk King.


"Baiklah saya akan ke depan untuk menemuinya," ucap Altaf yang kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan ke pintu utama untuk melihat siapakah tamunya ????


Altaf pun melangkahkan kakinya menuju pintu utama di ikuti oleh Dion di belakangnya. Saat Altaf sudah berada di depan pintu dia memicingkan sebelah matanya dan ternyata benar dugaannya ternyata orang itu yang datang.


Mau tak mau akhirnya Altaf mengambil langkah panjangnya untuk menghampiri tamu tak di undangnya tersebut. Hampir saja Altaf melayangkan bogem mentah untuknya namun untung saja Dion langsung menahannya.


"Dion !!!!," bentak Altaf pada tangan kanannya itu yang telah berani menahan kepalan tangannya.


Sedangkan teman temannya yang sedang berada di dalam segera bergegas keluar setelah mendengar suara Altaf yang sangat menggelegar.


"King, saya mohon jaga emosi anda, jika anda menghajarnya itu akan membuat Queen semakin terpuruk," bisik Dion di telinga Altaf agar tak bisa di dengar oleh Lio. Iya orang yang bertamu tengah malah ke markasnya adalah Nathaniel Adhelio Arsalan.


Setelah mendengar nasehat dari tangan kanannya membuat Altaf mau tak mau mengalah ia tak mau jika adiknya semakin terluka jika melihat keadaan Lio yang mengenaskan jika ia tak bisa mengontrol emosinya.


Lagi pula Altaf sangat yakin bahwa adiknya akan tetap mencintai Lio seperti dulu walopun Lio telah berbuat kasar padanya hingga membuat perasaannya sangat kacau.


Altaf tau adiknya itu tidak akan pernah bisa melupakan Lio nyatanya setelah sekian lama Queensa dan Lio berpisah dan saling menghilang namun tetap saja tidak membuat kedua manusia itu saling melupakan bahkan setelah mereka di pertemukan oleh yang berkehendak mereka malah semakin lengket dan saling menyatakan perasaanya satu sama lain.


"Buat apa Lo kesini !!!," seru Altaf yang memang masih sangat kecewa atas kelakuan Lio terhadap Queensa tadi siang.


"Gu..e mau liat keadaan Arci," jawab Lio terbata. Ia tau jika saat ini Altaf masih belom bisa memaafkannya karena dia juga sadar jika perlakuannya pada Queensa sudah sangat keterlaluan.


"Queensa baik baik aja dia lagi istirahat di jagain Abyan," ujar Altaf datar dan dingin.


Saat mendengar Arcilla di jaga pria lain hati Lio sangat sakit dia juga tidak bisa terima jika wanitanya bersama orang lain. Rasa cemburunya terhadap Queensa membuatnya tidak bisa berfikir jernih dengan teganya ia menyakiti wanitanya sendiri.


"Nggak ada yang boleh jagain wanita gue selain Lo dan gue," ujar Lio sambil berusaha menerobos masuk kedalam namun usahanya di halangi oleh banyaknya penjaga.


"Cihh wanita Lo !!! mana ada pria tega menyakiti wanitanya dengan sangat kasar, dengarkan gue sekalipun Lo sahabat gue jika menyangkut Queensa gue nggak akan segan segan nyingkirin Lo," ucap Altaf memberi peringatan pada Lio.


"Please Al gue mau masuk gue mau liat keadaan Arci," Lio yang tak tahan dengan semua ini pun langsung berlutut di kaki Altaf agar dapat melihat keadaan Queensa.