
...Hay gesss...
...HEPPIII REEDDDIINNGGG...
...Di tunggu komen, like and vote nya ya biar authornya makin semangat ngehalunya biar bisa update terus tiap hari....
...………………...
Hingga akhirnya pagi pun telah tiba matahari telah menampakan dirinya kembali. Queensa terbangun dari tidurnya merenggangkan otot ototnya, menggeliat ke sana kemari terlihatlah 2 sosok laki-laki yang dia yang ia sayang. Queensa pun bangun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menghampiri Altaf dan Lio untuk membangunkannya.
"BANGUN.... BANGUN... BANGUN..," teriak Queensa membangunkan ke dua sosok pria tersebut.
"Masih pagi loh Queen, udah teriak teriak bae," omel Altaf yang kesal dengan kelakuan adiknya itu yang tak pernah berubah sejak dulu.
"Masih pagi, masih pagi udah jam setengah 7, kalian mau terlambat, aku mah ogah," ucap Queensa dengan sarkas.
"Serius Ar udah jam setengah 7," ucap Lio yang nyawanya belom kumpul sepenuhnya.
"IYA," teriak Queensa kesal dan sontak saja kedua lelaki itu bangun dan berlari ke kamar mereka masing masing untuk siap siap bersekolah.
Setelah Altaf dan Lio pergi dari kamarnya, Queensa pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk pergi ke sekolahnya. Selang beberapa menit mereka semua sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama dan Queensa yang baru saja datang pun hanya meminum segelas susu coklat kesukaannya.
"Morning gays, apa kalian sudah selesai sarapannya," Queensa pun menyapa teman temannya sambil berjalan menuju teman temannya itu.
"Kalo udah, berangkat sekarang kuy," lanjutnya
"Tapi sa Lo kan belom sarapan, nanti sakit loh," ucap Lesya memperingatkan Queensa yang memang baru saja meminum susu coklatnya saja.
"Udah tenang aja, sarapan gue cukup susu coklat aja ko," Queensa pun menaruh susu coklat yang tinggal gelas kosong saja tanpa isinya.
"Oh iya, jangan lupa sama pesen gue tadi malem oke," Queensa memperingatkan teman temannya kembali.
"Ok Queen," ucap mereka serempak.
"Kalo kalian masih lama gue cabs dulu ya," ucap Queensa melangkahkan kakinya dan menuju mobilnya.
Lio yang mengetahui Queensa akan segera pergi tanpa memakan sesuatu terlebih dahulu akhirnya ia membuatkan roti selai coklat kacang untuk Queensa. setelah roti yang di buatnya jadi Lio pun segera mengambil tas dan jaketnya, ia pun segera mengejar Queensa yang sudah menghilang dari pandangan matanya.
"Ar tunggu," Lio memanggil Queensa yang sudah mau menaiki mobilnya.
"Li.... apakah kau sudah lupa dengan ucapan ku semalam," ucap Queensa datar sambil menolehkan kepalanya ke belakang.
"Heheheh.... iya iya sorry lagian kan ini belom di sekolahan," ucap Lio sambil berusaha membela diri.
"Ok oke aku maafin tapi inget ya kalo di sekolah kita pura pura baru kenal," Ucap Queensa memperingatkan Lio kembali.
"Terus kenapa kamu ngejar aku Li," lanjutnya kembali
"Ini di makan di jalan aja ya, aku nggak mau kamu sakit," ucap Lio sambil memberikan roti buatannya.
"Li ko gue nggak di buatin sih," ledek Thian pada Lio.
"Cihh Lo kan tadi udah sarapan,"
"Dih najis Lo,"
"Udah udah, berangkat kuy," ucap Altaf yang tiba tiba sudah di dalam mobilnya.
Merekapun masuk kedalam mobil mereka masing masing. Queensa dan Altaf masuk ke dalam mobil mereka dan Lio, Thian, Raffa dan Adzriel masuk kedalam mobil Lio. Sedangkan Naureen, Lesya, Zeffa, dan Yarra masuk kedalam mobil Lesya.
Setelah mereka masuk kedalam mobil mereka masing masing akhirnya mobil mereka melesat dari mansion Queensa dan Altaf. Mobil mereka melesat dengan kencangnya menembus keramaian kota hingga banyak sumpah serapah dari orang orang yang tidak suka dengan kelakuan mereka namun Queensa dan teman temannya tidak perduli hingga dalam 10 menit mereka sampai di sekolah dan gerbang sekolahpun hampir saja di tutup.
Tin...... tin...
Bunyi tlakson mobil Queensa karena gerbang hampir saja di tutup. Kebetulan di gerbang itu juga ada Fathir tangan kanan Queensa yang Queensa tugaskan sebagai kepala sekolah di Q'Ar internasional high school. Queensa pun menurunkan kaca mobilnya dan Fathir yang melihat Queensa di dalam mobil pun sontak memerintahkan satpam untuk membuka gerbang kembali dan memberi tahukan bahwa Queensa lah yang memiliki sekolah itu dan Fathir juga memerintahkan satpam itu agar tidak memberitahukan hal ini pada murid lain.
Setelah Queensa dan kawan kawannya melewati gerbang dan memarkirkan mobilnya banyak pasang mata yang memperhatikannya. Terlebih saat Queensa turun dari mobilnya banyak lelaki yang memuji akan kecantikannya.
Queensa pun turun dari mobil dengan kaki jenjangnya di padu dengan sepatu haknya berwarna hitam, rok di atas lutut dengan jaket kulit hitamnya dan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya di tambah riasan tipis dan bibirnya yang sensual menambah kecantikan tersendiri bagi seorang Queensa Arcilla.
"Hay gays langsung masuk aja yuk," ucap Zeffa pada teman temannya setelah mereka keluar dari dalam mobilnya.
Queensa dan yang lainnya pun melangkahkan kakinya di koridor sekolah banyak pasang mata yang memperhatikan mereka termasuk Dara and the geng.
"Mereka tuh ngapain sih ngeliatin ****** itu sampe sebegitu nya," ucap Dara kesal karena iya sekarang sudah tak sepopuler dulu sebelum ada Queensa.
"Masih cantikan juga gue, yuk gays kita pergi aja," lanjut Dara mengajak para cecunguknya dan meninggalkan tempat itu.
Queensa dan kawan kawannya pun memasuki kelasnya dan langsung menuju tempat duduk meraka masing masing.
"Sa tadi Lo keren banget sih naik mobilnya," ceplos Yarra yang sekarang berada di depan Queensa.
"Keren pala Lo, itu tadi berbahaya banget kalo terjadi apa apa sama Queensa gimana," ucap Zeffa yang kesal dengan Yarra karena mendukung cara Queensa yang mengendarai mobilnya dengan ugal ugalan.
"Sa gimana kalo Lo balap mobil aja sama Lesya nanti malem," ucap Yarra kembali dan menyarankan balap liar dengan Lesya yang notabenenya memang siswi paling jago balap mobil di Q'Ar internasional high school.
"YARRA," Naureen dan Zeffa yang kesal dengan ide konyol Yarra pun langsung menyentak Yarra seketika itu.
Sedangkan Yarra sang tersangka pun hanya menunjukan wajah tanpa dosanya dengan gigi kudanya yang berbaris rapi.
"Udah sih, kalian tuh hobi banget ya berantem," lerai Lesya yang terkadang memang kesal jika kedua temannya yang konyol itu berdebat tanpa hal yang pasti.
"Gimana Les Lo berani nggak lawan gue," tiba tiba terdengar suara Queensa yang sedari tadi hanya memperhatikan temannya.
"Lo serius, sa," ucap mereka bersamaan terkecuali Lesya.
"Berisik ogeb," ucap Queensa
"Gimana Les?," tanya Queensa kembali.
"Ok nanti malem, gue serlock," jawab Lesya.
Kriiinggg.... kriiinggg...
Tanda bel jam pelajaran pun di mulai. Guru pun memasuki ruangannya dan pelajaran pun berjalan dengan lancar tidak ada ke gaduhan. Hingga akhirnya bel istirahat pun berbunyi.