Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 28



"Hay, semua perkenalkan nama saja Abyan Triadmaja, kalian semua bisa memanggil saya Iyan," ucap Byan memperkenalkan namanya. Semua siswa siswi di kelasnya tampak riuh kerena ketampanan Byan dan kecantikan Byanca.


"Hay, nama saya Abyanca Triadmaja, panggil saja saya Byanca,"


"Apakah ada pertanyaan lainnya ?!?," ucap Bu Mila pada semua muridnya. Dan salah satu dari mereka ada yang mengangkat tangannya.


"Kalian pindahan dari mana, dan apakah kalian Kaka beradik," tanya Devi salah satu personil Dara dkk.


"Kami pindahan dari LA, dan ini adik kembaran ku," jawab Abyan dan kemudian ada yang mengangkat tangannya lagi


"Iyan apa kamu udah punya pacar," dan ternyata yang bertanya adalah Dara sehingga membuat Zeffa membuka suaranya.


"Dasar cabe murah, giliran ada yang lebih bening aja Lio yang masih berada di sampingnya langsung di lupakan,"


"Sudah, sudah !!!," bentak Bu Mila melerai Zeffa dan Dara.


"Bentar bu ada satu pertanyaan lagi," kini Thian yang bertanya.


"Baiklah bertanya sewajarnya Thian," Bu Mila memperingatkan Thian agar tidak membuat pertanyaan nyeleneh.


"Bro, kenapa kamu bawa sebuket bunga ?? apa kekasihmu ada disini atau buket itu untuk seorang yang sangat spesial melebihi kekasihmu sampai sampai kamu bertekad membawa sebuket bunga ke dalam sekolah," tanya Thian panjang lebar hingga membuat yang lainnya sangat tidak sabar untuk menantikan jawaban Iyan siswa baru yang tampannya tidak kalah dari Lio.


"Iya bunga ini untuk seseorang yang sangat Spesial dalam dalam hidup dan mati ku bahkan ia pula yang membuat aku dan adikku pindak sekolah ke tanah kelahiran kami berdua," jawaban Iyan yang sontak saja membuat Bu Mila terkejut


"Iyan siapa orang yang kau maksud," tanya Bu Mila dengan sangat penasaran oleh siswi yang di maksud Iyan.


"Apa saya boleh menghampiri orang yang saya maksud bu ?" Iyan pun meminta izin terlebih dahulu, dan ternyata bu guru pun mempersilahkan.


Iyan pun segera berjalan menuju seorang siswi tersebut dan berjongkok di depannya dan memberikan sebuket bunga yang ia bawa tadi. Sehingga membuat semua orang terkejut dengan sesosok siswi yang di maksud Abyan Triadmaja.


"I miss you honey," Iyan yang masih berjongkok di depan Queensa sambil menyerahkan sebuket bunga untuk Queensa membuat seisi ruangan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Lio yang merasa panas melihat Queensa tersenyum bahagia mendapatkan perlakuan yang cukup romantis dari pria lain pun menggebrak mejanya.


BRAAKK.


Bu Mila dan yang lain pun bertambah terkejut dengan yang terjadi pada Lio yang wajahnya sudah merah padam akibat menahan api cemburunya yang sangat besar. Namun tidak dengan Altaf, Naureen dan pasukannya mereka sudah tau apa yang terjadi pada hati Lio saat ini.


"Sudah pacarannya," Lio mengeluarkan suara dingin dan datar matanya sangat tajam menatap Queensa penuh dengan kecemburuan. Sehingga suasana kelas menjadi sangat mencekam seperti akan ada keributan besar di kelasnya. Tak ada yang berani menjawab pertanyaan Lio hingga akhirnya Bu Mila lah yang menyudahi drama pagi hari ini.


"Iyan silahkan duduk di sebelah Queensa, jika kalian benar sepasang kekasih jangan sampai melewati batas ya!? dan ingat jangan sampai mempengaruhi nilai nilai kamu Queensa," Bu Siska yang mempersilahkan Iyan duduk di tempatnya dan juga mengingatkan Queensa.


"Byanca silahkan duduk di dengan Lesya," lanjut Bu Mila yang kemudian langsung di angguki oleh Byanca.


Bel istirahat pun berbunyi Queensa merapikan peralatan sekolahnya dan berdiri dari tempatnya dan Byanca pun langsung memeluk Queensa.


"Ya, ampun calon Kaka ipar akhirnya kita ketemu lagi setelah sekian purnama kita terpisah," ujar Byanca dengan hebohnya memeluk Queensa.


"Ternyata acting Byanca keren juga,"Altaf pun membatin memuji kemampuan sepupunya itu.


"Ca, kita ke kantin dulu ya? lepas rindunya nanti aja kasian kan Kaka kamu yang tampan ini pasti sudah kelaparan," tutur Queensa yang sambil memeluk otot kekar Iyan yang berhasil membuat Lio bertambah panas.


"Ayo Dar kita pergi saja di sini terasa sangat panas," seru Lio menarik tangan Dara untuk pergi mengikutinya.


"Li, Lo mau kemana," Thian sedikit mengencangkan suaranya karena Lio sudah menghilang dari pandangan mata mereka. Namun tidak ada yang mengejar Lio.


"Sa Lo beneran," Yarra pun masih tidak percaya jika Queensa bisa berpaling dari Lio.


"Apanya yang beneran sih Yar, udah ah gue mau makan mau pada ikut nggak," tawarnya pada para sahabatnya itu.


"Iya ikut dong, Lo kan juga utang penjelasan sama kita kita," kini Lesya pun bersuara dia juga sama seperti Yarra masih sulit di percaya kalo seorang Queensa bisa berpaling dengan mudahnya dari seorang Nathaniel Adhelio Arsalan, seorang cowok yang selalu dia tunggu dan dia cari dari kecil.


"Bener tuh sa, Lo utang penjelasan sama kita semua," Thian pun ikut menyuarakan pendapatnya dia juga sedikit tak terima jika Lio sahabatnya di permainkan oleh seorang wanita.


"Ok, oke kita pesen makan terus kita omongin ini semua di rooftop," Queensa pun akhirnya menyetujui ucapan para sahabatnya yang meminta penjelasan darinya.


Queensa dan teman temannya menuju kantin di sana dia melihat Lio yang duduk bersama Dara dkk, namun itu nggak masalah bagi Queensa dia tetap fokus pada tujuan awalnya dan dia juga tau Lio melakukan itu karena dia ingin membuat Queensa juga merasakan cemburu sepertinya.


Queensa dan kawan kawannya bersama dengan Abyan dan Byanca segera memesan pesanan mereka sedangkan Altaf, Thian, Raffa dan Adzriel menuju tempat makan Lio untuk sekedar basa basi pada Lio.


Setelah makanan jadi Queensa yang lainnya pun segera menuju rooftop untuk memberi penjelasan pada para sahabatnya.


Sedangkan sang Kaka yang melihat adiknya sudah pergi langsung saja berpamitan pada Lio dengan beralasan mau liat adik kelas pada latihan basket.


"Li kita mau liat adik kelas latihan basket, Lo mau ikut nggak ?!," ujar Altaf yang pura pura mengajak Lio dan untungnya Lio masih betah berada di kantin dan tidak mau ikut bersama teman temannya.


"Nggak, gue masih betah di sini,"


Altaf dkk pun pergi meninggalkan yang masih bersama Dara dkk. Mereka segera menuju rooftop sekolah.


"Jadi gimana sa," Thian membuka suaranya setelah mendudukkan dirinya di depan depan Queensa.


"Gue akan jelasin tapi ingat jangan sampai bocor ke Lio, kalo ada sampai yang bocor nyawa kalian taruhannya, kalian tau bukan siapa gue dan bang Altaf yang sebenarnya," ujar Queensa yang memperingatkan dan mengancam para sahabatnya.


Glekk