
Para sahabatnya yang mendengar itu pun langsung menelan ludah dengan susah payah, hingga ada juga yang pucat pasi karena mereka tau Queensa dan Altaf lah Queen dan king nya sebuah mafia yang di takuti di dunia.
"Ok, kita jamin nggak akan pernah bocor," Thian mencoba memberanikan diri menjawab perkataan Queensa.
Huufff Queensa pun menarik nafasnya panjang sebelum dia menjelaskan tujuannya pada para sahabatnya.
"Bukankah 2 Minggu lagi birthday nya seorang Nathaniel Adhelio Arsalan," Queensa akhirnya mengungkapkan apa tujuannya.
"Jadi ini semua buat nyambut birthday nya Lio, OMG Queensa Arcilla, gue udah syok banget tadi di kelas," cerocos ya Yarra tanpa memperdulikan yang lainnya.
"Yarra jangan kenceng kenceng ngomongnya kalo ada yang denger gimana??, kalo tiba tiba Lio kesini gimana ??," Zeffa yang mulai menenangkan mulut Yarra yang emang sedikit ember itu.
"Ups, sorry Sa," Yarra yang ditatap Queensa tajam hanya menunjukan gigi kudanya.
"Awas aja ya, sampe Lo bocor ke Lio, gue...," belom sempat Queensa melanjutkan omongannya sudah di potong kembali oleh Yarra.
"Baik Queen saya akan mengunci ini cingir rapat rapat," sela Yarra sebelum Queensa mengeluarkan ancaman yang bisa memberhentikan waktu sesaat.
Yang lain melihat wajah Yarra pun langsung menepuk jidat mereka masing masing.
"My God, kenapa gue bisa punya sahabat yang bobrok otaknya seperti Yarra," ucap Zeffa yang memang benar benar di buat pusing oleh kelakuan Yarra.
"Udah mending Lo lanjut lagi sa, jadi ini semua rencana Lo buat ngerjain Lio ??," tanya Thian serius dan hanya di angguki kepala oleh Queensa.
"Terus apa rencana Lo selanjutnya sa, kita siap bantu ko, lagian Lio kan sahabat kita juga," kini Raffa yang bertanya pada Queensa.
"Kalian cukup pura pura nggak tau aja kalo ini rencana gue dan pastikan Lio bener bener yakin kalo gue sama Byan itu pacaran,"
"Kalo ini rencana Lo buat ngerjain Lio berati Iyan itu bukan pacar Lo dong ??," Yarra pun yang masih bingung dengan semuanya pun langsung ikut menimpalinya.
"Iya bukan lah, dua makhluk ini sepupu kita yang dari LA," jawab Queensa yang sambil meminum minumannya.
"Lagian mana mungkin dia bisa berpaling dari Lio," kini Altaf pun menimpali adiknya.
"Ingat, jangan sampe ada yang bocor," Queensa pun meninggalkan para temannya kembali
"Dan jangan lupa, besok jam 7 gue tunggu di markas buat latihan kalo ada yang telat gue nggak bakal ijinin kalian ikut mafia gue," suara tegas Queensa yang terdengar pantas sekali sebagai pemimpin di suatu organisasi dunia hitam.
"Baik Queen," ucap semua temannya serempak namun tidak termasuk Byan, Byanca dan Altaf yang memang sudah menjadi salah satu anggota mafia yang di pimpin Queensa dan Altaf.
"Sa gimana kalo kita semua tidur di rumah Lo aja sekalian biar besok berangkatnya bareng ke markas dan kita semua nggak ada yang terlambat," ucap Adzriel mengusulkan pendapatnya.
"Jadi, mereka ini juga bagian dari mafia yang kalian berdua pimpin ?!?," Yarra yang memang sedikit lemot meyakinkan kembali yang ada di pikirannya.
"Ya, mereka berdua bagian dari Queen Of the Dark World atau yang lebih di kenal QODW, mereka lah yang menghandle semua masalah di LA," jelas Queensa pada teman temannya yang mana membuat semua sahabatnya terkejut dengan apa yang baru mereka ketahui bahwa organisasi mafia ter kejam di dunia di pimpin oleh sahabatnya sediri yang mana mereka juga akan menjadi bagian dari organisasi tersebut.
"What's," pekik mereka.
"Kenapa terkejut seperti itu, apa kalian sudah tidak minat untuk gabung sama organisasi kami ??," kini Byanca pun ikut membuka mulutnya.
"Bukan begitu, kita akan tetap ikut organisasi kalian ko, tadi kita hanya terkejut saja," Zeffa pun memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya.
"Betul itu, kita semua terkejut karena meskipun kita tau Queensa dan Altaf pemimpin mafia tapi kita semua nggak tau kalo organisasi mafia yang kalian pimpin adalah mafia yang paling di segani dan di takuti di dunia," ujar Thian. Ya sejujurnya mereka belum tau pasti organisasi mafia yang seperti apa yang akan mereka geluti nanti nya.
"Stop kita tutup pembicaraan ini, karena Lio sebentar lagi sampai disini," ujar Queensa yang mana membuat semuanya bingung dari mana Queensa tau kalo Lio sedang menuju di mana mereka berada.
Byan, Byanca dan Altaf yang mengetahui kelebihan Queensa pun langsung menjauh dari gerombolan para sahabatnya.
Queensa dan Byan langsung berduaan duduk di pinggiran rooftop dengan gitar yang di mainkan oleh Byan dan Queensa yang memakan batagor di tangannya.
Dan Byanca yang langsung saja berdiri di pojokan sambil menelpon seseorang.
Altaf yang langsung refleks menarik tangan Naureen untuk menjauh dari teman temannya.
Dan semua sahabatnya yang masih tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat Lio yang sedang jalan menghampiri para sahabatnya bersama Dara yang merangkul tangan Lio lebih memilih mengobrol ringan dengan memainkan ponsel masing masing.
"Ngapain kalian disini ?? katanya tadi mau pada nonton basket," ucap Lio saat sampai di depan sahabatnya.
"Eh, Lio sini gabung, sorry tadi kita emang mau nonton basket terus ada panggilan meeting mendadak," ucap Raffa menjawab pertanyaan Lio dan mempersilahkannya duduk untuk bergabung dengan teman temannya.
"Meeting ???," beo Dara yang penasaran dengan apa yang telah mereka bicarakan. Namun pertanyaan itu tidak ada yang menanggapinya.
"Dimana Queensa," tanya Lio datar dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Beib ngapain kamu nyari ja**** itu," Dara yang mendengar Lio menanyakan Queensa pada teman temannya langsung merasa kesal karena sampai saat ini Lio tetap saja memperdulikan Queensa.
"Tutup mulutmu !!!," bentak Lio pada Dara, ia yang sedang merasa cemburu melihat Queensa berduaan dengan Byan dan mendengar Dara mengatai Queensa dengan sebutan yang menjijikan di telinganya langsung saja emosinya memuncak ke ubun-ubun.
"Mengapa kamu membentukku beib," tanya Dara sambil merubah wajah sedihnya.