
Apa !! kenapa mendadak," seru Altaf setelah duduk dengan tegak di atas sofa.
"Nah gitu dong bangun, aku mau mandi sana Abang silahkan keluar," jawab Queensa sambil tersenyum dan akan melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi.
"Queen jelasin dulu," seru Altaf.
"Aku sengaja bilang gitu biar kebo nya bangun," seru Queensa yang sudah berada di dalam kamar mandi.
"Awas kamu ya masa abang sendiri di samain dengan kebo dasar adik laknat," kesal Altaf dan akhirnya memilih untuk menutup pintu kamar Queensa setelah keluar dari sana.
Sedangkan di ruang tengah sudah terdapat teman teman Queensa yang sudah pada rapih dengan stelan baju olah raganya. Lio yang masih teringat kejadian kemaren masih sangat canggung karena akan bertemu Queensa.
"Li, ko Lo diem terus ??," tanya Raffa yang melihat Lio tidak seperti biasanya.
"Udahlah Li, gue yakin Queensa bisa mengerti posisi Lo kemaren tapi entah dengan Iyan yang melihat kekasihnya di sakiti sama kamu," Thian yang melihat Lio enggan untuk menjawab akhirnya membuka suaranya.
Sedangkan Lio yang mendengar Thian menyebut nama Iyan sebagai kekasih Queensa langsung menarik kerah baju Thian. Namun belom sempat Lio mengeluarkan suaranya sudah mendengar suara wanita dari arah tangga. Queensa yang mendengar ucapan Thian pada Lio memanfaatkan situasi itu.
"Morning guys," seru Queensa pada teman temannya.
"Wahh Queensa keren banget Lo pake baju itu," ujar Yarra yang terpesona dengan setelan baju olah raga ya Queensa kenakan.
"Oh iya ini stelan yang di buat khusus untuk klan mafia kita dan baju ini selalu di gunakan saat kita sedang latihan," ujar Queensa menjelaskan.
"Ca apa Byan belom turun ??," tanya Queensa pada Byanca.
"Belom sa, sepertinya dia sangat kelelahan setelah semalaman menjaga tidurmu bersama Altaf," jawab Byanca yang mengerti tujuan pertanyaan Queensa untuk membuat Lio cemburu pada Byan yang bisa menjaga Queensa tidur.
Lio semalam sudah meminta izin untuk menemani Altaf menjaga Queensa tidur namun permintaannya di tolak dan Altaf lebih memilih Byan yang menemaninya. Padahal yang terjadi sebenarnya Byan keluar dari kamar Queensa setelah Lio pergi dari kamar Queensa dan masuk kedalam kamarnya sendiri.
"Ada apa my sweety aku sudah berada disini, maaf aku kesiangan," seru Byan yang mulai menuruni anak tangga satu persatu.
"It's ok By, aku tau kamu pasti kelelahan karena menemani Bang Altaf untuk menjaga tidurku bukan ??," jawab Queensa menghadap ke arah Byan dan mengedipkan sebelah matanya.
"Tentu dong aku takut kamu kenapa-napa jadi aku harus menjaga tidurmu," ujar Byan yang sudah mengerti arah pembicaraannya itu.
"Ya sudah ayo kita tunggu Bang Altaf di meja makan saja paling sebentar lagi dia akan turun kebawah," perintah Queensa dan berjalan menuju ruang makan. Semua penjaga yang sedang berjaga pun langsung menundukkan kepalanya setelah memberi salam pada Queen nya.
Altaf yang sudah rapi dengan setelah olahraga yang sama dengan Queensa segera menuruni anak tangga satu persatu dan menuju meja makan dia sudah tau bahwa semua teman dan adiknya sudah menunggunya sedari tadi. Sedangkan Dion dan bang Fathir sudah berada di meja makan sedari tadi bahkan sebelum Queensa dan temannya datang ke ruang makan.
Dan akhirnya sarapan pun berlangsung dengan tenang tanpa ada yang mengeluarkan suara selain dentingan sendok dan garpu.
"Bang gimana dengan perintah kemaren pagi yang aku berikan," tanya Queensa pada Fathir yang sibuk memainkan ponselnya setelah ia menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu.
"Semua sudah beres sa," jawabnya singkat.
Altaf yang sudah selesai sarapan dan menyilang kan garpu dan sendok nya di atas piring pun langsung menimpali percakapan Queensa dan Fathir.
"Memangnya ada apa Queen sampai kamu harus mengundurkan jadwal camping di sekolah," tanya Altaf pada Queensa.
"Karena besok aku akan kembali ke LA selama 1 Minggu," jawab Queensa yang membuat semua temannya tersedak makanan yang sedang mereka makan
"Mau ngapain...," ucap Lio dan Byan bersamaan.
Bukannya menjawab pertanyaan Lio Queensa lebih memilih menjawab pertanyaan Byan. Dia tidak mau jika rencana yang sudah dia buat sedemikian rupa gagal.
"Anak perusahaan yang disana sedang ada masalah By jadi aku harus mengurusnya karena Aldi tidak mungkin dapat mengatasinya sendiri," jawab Queensa namun Altaf, Byanca dan Byan sudah tau jika itu sudah termasuk dalam rencana Queensa.
Altaf tau pasti bahwa adiknya tidak mungkin betah bersikap seperti itu pada Lio makanya dia lebih memilih pergi ke LA tempat Opa dan Grandma nya tinggal dengan alasan mengurus anak perusahaan.
"Apa perlu Abang temani Queen," tanya Altaf pada Queensa.
"Tidak perlu bang aku hanya 1 Minggu ko nggak bakal lama," jawabnya.
"Kalo gitu aku aja yang temani kamu my sweety," tanya Byan menawarkan diri.
"Nggak perlu By kamu cukup bantu bang Altaf disini untuk melatih semua temanku," jawaban Queensa kali ini sedikit membuat hati Lio tenang pasalnya Queensa pergi sendiri tidak dengan Iyan rivalnya itu