Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 42



"Cih pendusta Lo Yar, kemaren kemaren aja sok nolak sekarang bilangnya nggak bisa tanpa kamu," nyinyir Zeffa yang gemas dengan kedua pasangan somplak itu.


"Zeffa kalo iri bilang boss ini ada Adzriel Lo yang sekarang udah nggak play boy lagi, demi kamu katanya," ujar Abyan sengaja meledek Adzriel yang diam diam suka memperhatikan Zeffa.


"Cie Zeffa mukanya merah," kini Yarra pun gantian meledek Zeffa karena yang Yarra tau Zeffa juga sering memperhatikan Adzriel dalam diam.


"Queen," seru Altaf dari luar kamar Queensa sambil terus mengetuk pintu kamar yang tak kunjung di buka dan tak ada jawaban di dalamnya.


Clekk...


"Apa sih Bang berisik tau," ujar Queensa setelah membuka pintu kamarnya dan berada tepat di depan saudara kandung satu satunya itu.


"Ayo ikut, kita ke markas sekarang," ujar Altaf dan hendak menggandeng tangan Queensa.


"Nggak, kalo ada Lio gimana nanti rencana gue bisa berantakan," ujar Queensa dan menyembunyikan tangannya agar tak dapat di jangkau oleh Altaf.


"Lio hari ini dan besok ijin latihan karena ada urusan keluarga," ujar Altaf.


Queensa pun mengernyitkan dahinya.


"Urusan keluarga," beo Queensa dengan makna butuh penjelasan urusan keluarga apa.


"Udah ikut aja ntar Abang jelasin di jalan, kasian anak anak udah pada nungguin kalo di jelasin sekarang yang ada nanti mereka latihannya ke maleman," ujar Altaf berusaha menjelaskan pada Queensa.


"eittss ,,, tunggu dulu bawain koper itu," perintah Queensa pada Altaf sambil menunjuk pada koper besar yang berada tepat di samping nakas tempat tidur.


"Apaan nih, gede amat," tanya Altaf.


"Udah bawa aja bawel banget," ujar Queensa dan kemudian masuk kedalam walk in closed untuk mengambil jaket couple untuk dirinya dan sang Abang.


Setelah memakai jaket Queensa pun segera keluar untuk menyusul sang Kaka.


"Nih pake," ujar Queensa dan menyodorkan jaket couple itu.


"Ini buat Abang queen," ujar Altaf yang takjub dengan jaket pemberian sang adik jaket limited yang ada dua di dunia apalagi udah di modifikasi oleh Queensa.


Dimana ada bordiran bertuliskan KING dengan benang yang berlapis kan emas di jaket Altaf dengan lambang bunga mawar hitam dan mahkota di atas mawar tersebut. Begitu juga dengan jaket yang di kenakan sang adik hanya saja berbeda tulisan QUEEN dan KING nya saja.


Altaf yang mendapat jaket yang ia idam idamkan itu pun langsung memekik senang apalagi jaket itu di modifikasi ulang khusus oleh adiknya.


"Udah nggak usah lebay deh bang, nanti keburu malem ayo," ujar Queensa sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan abangnya.


"Iya, iya kamu tuh ya kayanya nggak bisa banget liat Abang bahagia," ujar Altaf dan segera memakai jaketnya setelah melepaskan pelukannya pada sang adik ter cintanya.


Queensa pun segera berjalan keluar menuju mobil Altaf yang terparkir kan. Sedangkan Altaf yang berjalan di belakang Queensa pun terus saja menggerutu pasalnya Queensa yang sedari tadi terus saja mengoceh dan mengatainya lelet.


"Kamu kenapa sih pulang pulang malah tambah bawel," ujar Altaf saat sudah masuk kedalam mobilnya.


"Abang lelet kan gara gara koper kamu yang berat itu, lagian tuh koper isinya apa coba,"


"Ya oleh oleh buat semua sahabat aku lah,"


"Terus buat para pelayan dan penjaga," tanya Altaf.


"Udah di bawa Dion tadi siang ke markas dan mungkin udah di bagiin ," jawab Queensa.


Mobil yang di kendarai Altaf pun segera membelah ramainya jalanan yang tidak terlalu padat hingga membuat Altaf dan Queensa pun bisa sampai lebih cepat dari biasanya.


Altaf pun sudah memasuki gerbang markas dan segera memarkirkan mobilnya terlihat para pelayan dan penjaga sudah menggunakan seragam yang berbeda dari yang biasa mereka kenakan.


"Kamu ganti semua segaram mereka Queen ??," tanya Altaf pada Queensa setelah memarkirkan mobilnya.


"He'em, kan kasian juga liat mereka kaya nggak pernah ganti baju," jawab Queensa santai dan berlalu masuk ke dalam mansion tanpa memperdulikan sang Kaka yang sedang hendak mengeluarkan koper dari bagasi.


Penjaga melihat tuannya hendak mengeluarkan sesuatu langsung bergegas menghampiri dan langsung menawarkan diri. Dan melihat itu Altaf langsung menganggukan kepalanya dan memperingatkan penjaga untuk membawakan koper itu ke ruangan tengah.


Perintah Altaf pun langsung di jalankan oleh para penjaga sedangkan Altaf sendiri sudah masuk kedalam. Terlihat semua anggota baru telah menunggunya bersama Queensa.


"Udah kalian latihan dulu sana, tuh coach kalian udah ada," ujar Queensa menyuruh semua temannya latihan.


"Siap queen," ujar mereka serempak.


"Dan jangan lupa abis latihan gue tunggu di ruangan gue," ujar Queensa kembali.


Merekapun segera berlalu dari tempat itu dan menuju kamar mereka masing masing untuk mengganti baju khusus untuk latihan beladiri.


Sedangkan Queensa sedang asik bermain ponselnya di ruang tv pelayan yang tadi di perintahkan oleh Queensa untuk membawakan kopi dan cemilan pun sudah berjongkok di depan meja menata minuman dan cemilan yang majikannya pesan.


Queensa yang merasa sepi dan bosan lah menyuruh pelayan itu duduk di sebelahnya namun di tolak secara halus oleh pelayan dengan alasan merasa lancang jika harus duduk bersebelahan dengan majikannya.


Namun Queensa malah berkata bahwa semua orang itu sama hanya cara Tuhan saja yang berbeda untuk menguji umatnya. Hingga akhirnya mau tak mau pelayan itupun duduk di samping Queensa. Karena merasa tak enak hati dengan majikan akhirnya pelayan itu menawarkan diri untuk memijat Queensa dan Queensa pun mengiyakan tawaran pelayan itu.


"Boleh deh, badanku pegel semua tapi yang paling pegal kakiku tolong pijat kakiku saja ya," ujar Queensa setelah mendengar penawaran yang pelayan itu berikan.


Pelayan pun langsung berpindah tempat duduk di karpet dan meminta Queensa untuk meluruskan kakinya agar dapat ia pijat dengan maksimal.


"Gimana non rasanya ?? kalo saya pijatnya kekencangan bilang aja ya non," ujar pelayan itu sambil terus memijat kaki Queensa.


"Nggak ko udah pas segitu, ternyata kamu pinter banget pijet nya," puji Queensa yang sedang ke enakkan merasakan pijatan pelayannya.


Tak lama kemudian Queensa malah tertidur karena ke enakkan di pijat. Padahal bukannya ia sendiri yang bilang pada teman temannya untuk kumpul di ruangannya.