Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
Eps 62



Sesampainya di markas QODW, Mona dan Arven langsung di bawa penjara bawah tanah. Dion menempatkan mereka di tempat yang sama. Dion pun segera menghubungi Queensa untuk memberi tahukan bahwa dua manusia laknat itu telah ia amankan di markas dan Queensa akan mendatangi markas setelah ia pulang dari acara kemahnya.


Keesokan sorenya Queensa datang ke markas tentunya dengan Altaf, Byan dan Byanca. Mereka segera menuju penjara bawah tanah.


Tak


tak


tak


Suara langkah kaki berjalan mendekat keruangan Mona dan Arven.


"Bagaimana apakah nyaman di sini," tanya Queensa datar dan dingin. Mona yang melihat Queensa pun langsung memohon untuk di bebaskan.


"Maafkan Dara Queensa karena ia telah mengusik mu, saya mohon lepaskan saya, saya berjanji Dara tak akan mengusik mu dan kekasih mu itu," rengek Mona dengan penuh harap agar Queensa mau membebaskannya.


"Apakah kau pikir hanya anakmu lah yang bersalah?" tanya Queensa dengan wajah datar namun tatapan matanya sangat tajam.


"Apakah kau lupa dengan apa yang kau lakukan kepada kedua orang tuaku," belum sempat Mona menjawab pertanyaan Queensa sebelumnya namun Queensa sudah memberi pertanyaan yang membuatnya bergetar hebat karena ketakutan.


"Pisahkan mereka berdua, suntikan obat perangsang dosis tinggi pada wanita ****** itu dan berikan 15 mafioso yang kuat tapi belum beristri jangan lupa perintahkan mafioso memakai pengaman," ujar Queensa dan di angguki oleh Dion dan Fathir.


"Baik Queen,"


Queensa pun pergi meninggalkan ruangan bawah tanah itu di ikuti oleh Altaf, Byan dan Byanca. Dan sejak saat itu Mona menjadi mainan untuk Queensa dan yang lainnya.


Flashback off


Dengan mata Di tutup kain hitam selama di perjalanan menuju markas membuat wanita itu tak tau kemana arahnya saat ini ia di bawa. Kini mobil itu sudah memasuki gerbang bercat emas yang sangat megah dan di keliling rimbunnya pepohonan.


Queensa turun dari mobilnya dan langsung memasuki markas dan kemudian di susul oleh yang lainnya sedangkan Dara saat ini telah di seret paksa oleh Adzriel dan Thian. Namun saat hendak memasuki pintu mansion Thian memerintahkan dua mafioso yang sedang berjaga untuk mengantar Dara ke ruangan bawah tanah.


Queensa menaiki tangga untuk menuju keruangan pribadinya meskipun di sana ada lift namun entah mengapa Queensa lebih suka menggunakan tangga. Belum sempat Queensa membuka ruangan pribadinya Altaf dan Lio terlebih dulu memanggil namanya hingga akhirnya Queensa menghentikan niatnya untuk masuk kedalam ruangan pribadinya.


"Apa kamu yakin akan mempertemukan dua ****** itu," ujar Altaf meyakinkan sang adik.


"Ya aku ingin cepat cepat semua dendam ini terselesaikan agar kita bisa cepat kembali ke LA untuk memenuhi janji kita kepada oma dan opa," jawaban Queensa langsung saja membuat Lio memicingkan matanya. Pasalnya Lio tak pernah tau jika Queensa dan Altaf akan kembali lagi ke LA.


"Apa kalian akan meninggalkan kami semua disini," bukan Lio yang melemparkan pertanyaan itu melainkan Naureen. Siapa sangka ternyata semua temannya sedang menguping pembicaraan mereka. Para gadis itu mulai berkaca kaca kecuali Byanca. Sedangkan para pria menatapnya dengan tatapan Kecewa.


"Haaahhhh huft...," dengan perlahan Queensa menarik nafasnya dan ia keluarkan kembali.


"Hei kalian kenapa memasang wajah seperti itu," ujar Queensa ingin memberitahukan sesuatu namun belum sempat selesai berbicara sudah di potong duluan dengan Yarra.


"Gimana kita nggak sedih kalian berdua akan meninggalkan kami disini, setelah apa yang kita lalui sama sama meskipun baru satu tahun tapi kami nggak mau berjauhan dengan kalian," seru Yarra melayangkan protes nya pada Queensa dengan air matanya yang mulai mengalir.


"Lagian kenapa kalian nggak bilang dari awal kalo kalian akan kembali ke LA," lanjut zeffa.


Sedangkan Queensa masih bungkam ia mendengarkan terlebih dulu semua temannya melayangkan protes bahkan Lio yang berdiri di hadapannya pun hanya diam dengan mata yang mulai berkaca kaca dan menampilkan wajah yang sangat kecewa.


"Kata siapa kita akan berjauhan, aku hanya bilang akan kembali ke LA," ujar Queensa saat semuanya sudah diam


"Aku dan abang Altaf akan kembali ke LA untuk meneruskan kuliah kami di sana bahkan Byan dan Byanca pun akan ikut kami untuk melanjutkan kuliah di sana agar lebih dekat dengan oma dan opa, kami ingin menjaga beliau dengan baik karena semenjak kematian mommy dan daddy, oma dan opa lah yang mengurus kami," lanjut Queensa dengan wajah datarnya.


"Tapi ...," belum selesai Lesya bicara namun sudah di potong terlebih dahulu oleh Queensa.


"Tidak ada tapi tapian karena kalian semua juga akan ikut kamu untuk meneruskan kuliah kalian di sana," semua temannya yang mendengar itu langsung tercengang bagaimana bisa Queensa langsung memberikan keputusan sebelah pihak seperti itu.


"Gimana maksudnya yang," ujar Lio dengan wajah bodohnya.


"Udah lah nanti akan ku jelaskan, sekarang aku ingin mengganti pakaian dan segera menonton pertunjukan di penjara bawah tanah sana," bukannya menjawab dengan jawaban yang pasti Queensa menggantungkan pertanyaan mereka dan pergi memasuki ruangan pribadinya.


Saat Queensa telah menutup pintu semua temannya pun saling pandang dan hanya bisa menerka nerka sebenarnya apa yang akan Queensa rencanakan. Hingga mereka pun akhirnya memutuskan untuk keruangan mereka masing masing untuk berganti pakaian dan segera mengikuti Queensa keruangan bawah tanah. Mereka juga tak ingin ketinggalan pertunjukan yang menarik.


Altaf pun kini sudah siap dan rapi dengan baju kebesarannya dan kini ya telah menunggu sang adik di depan ruang pribadi milik adiknya itu.