My Ustadz My Husband

My Ustadz My Husband
Promo Cerita Author RirinRohman



...Hai, Readers tercinta Sky. Sky mau promo Cerita Author RirinRohman neh yang berjudul "BERLIAN KU ISTRIKU"...


...Cover nya mirip cover Calon Makmum ya. 🤭🤭...


...Intip cuplikan nya, yuk!!!...


*Bangsal Operasi


"Cekleeek." Pintu terbuka tiba- tiba.


"Aaaaaak!" Alya yang sedang berganti pakaian teriak spontan melihat siapa yang datang. Alya langsung meringkukan badan dan membalikan badan atasnya yang hanya memakai bra.


Sepasang mata terbelalak sesaat melihat Alya, lalu menutup mata, tidak menghindar tapi justru mendekat ke Alya.


"Diam, nggak usah teriak-teriak, bodoh!" bentak Dokter Gery.


"Hah dia mengataiku bodoh? Bukanya pergi kenapa di situ? Kurang ajar!" gumam Alya geram meringkukan badan, membelakangi pria itu.


"Aku nggak akan apa-apain kamu. Kalau kamu teriak,  kamu buat keributan di sini? Nanti pada kesini semua, lebay tau!" ucap pria itu lagi membuat kuping Alya semakin panas.


Alya hanya diam menundukan kepala, tanganya meremas baju yang hendak dia pakai.


"Sial... dia mengataiku lebay!" gumam Alya kesal.


Tangan Alya mengepal, ingin berbalik menampar pria itu tapi tidak bisa, karena Alya belum selesai memakai pakaianya lagi.


"Cepat pakai pakaianmu! Keluar dari sini, lain kali baca petunjuk dengan benar, dasar ceroboh!" umpat pria itu lagi. Lalu meninggalkan Alya dan membanting pintu.


"Shiit, kenapa juniorku langsung berdiri melihat gadis bodoh itu. Dia benar-benar seksi,  gunung kembarnya tampak indah dan berisi, siapa dia, ceroboh sekali berganti baju di ruanganku!" gumam dr. Gery dalam hati, menahan sesuatu yang bergejolak di bawah sana berlalu keluar kamar.


"Kenapa dia yang marah, seharusnya aku yang marah dasar tidak sopan!" gerutu Alya mendengar bantingan pintu. Lalu menyelesaikan ganti pakaian.


"Huh" nafas Alya bergemuruh keringatnya keluar bercucuran, bibirnya kelu, pipinya memerah menahan malu takut, marah dan kesal. Airmatanya pun mengalir membuat pipinya basah. Alya merasa ternodai,  karena seseorang melihat tubuhnya padahal dia selalu memakai jilbab dan menjaga auratnya.


"Seingatku aku sudah tutup pintu. Aku memang tidak menguncinya karena ruangan ini kan ruang bersama buat dokter dan perawat wanita? Tapi kalau dipikir pikir ruanganya memang aneh. Tidak ada tirai dan bilik gantinya?" Alya berfikir ulang menyadari kesalahanya.


"Bukankah ini ruangan yang perawat Lia tunjukan,  apa aku salah ruang ganti, ceroboh sekali aku, aaah dokter galak itu melihat dadaku? Kenapa sial sekali hari pertamaku kerja. Isshh"


Setelah berganti baju dan memakai jilbabnya, Alya keluar mengendap-endap berharap tidak bertemu dengan dokter senior galak tadi.


Lalu Alya menelisik, mencari kebenaran,  dirinya yang salah atau dokter senior menyebalkan tadi yang kurang ajar. Setelah menelisik Alya menemukan sederet tulisan kecil di atas pintu


"Haahh" Alya langsung menutup mulutnya dengan mata terbelalak.


"Ya Alloh ampuni kecerobohanku."


Ternyata memang Alya yang salah masuk ruang ganti.  Lalu dia berbalik melihat ke ruang sebelahnya, di bawah pintu ada sebaris tulisan kayu yang jatuh di lantai, lalu diambil oleh Alya. "Ruang Ganti Wanita".


"Aishh sial, kenapa papan ini jatuh, dan aku tidak membacanya. Ya Tuhan tubuhku ternodai oleh mata dokter galak itu. Ahhh malunya aku." Alya berlalu memukul kepalanya sendiri merutuki kebodohanya tidak melihat ke depan.


"Brug"


Alya menabrak tubuh kekar dengan warna baju yang sama dengan lelaki tadi. Ya. Dia dokter Gery yang hendak istirahat, menunggu Alya keluar dari ruanganya.


Menyadari kebodohan dan kecerobohanya. Alya ingin segera pergi dari hadapan Dokter Gery.


"Sial, kenapa aku ketemu lagi dengan dokter ini? Apa aku harus minta maaf? Atau aku pergi saja?" gumam Alya dalam hati lalu berniat segera pergi takut ada perawat atau dokter lain melihat.


"Eiist, tunggu" tarik Dokter Gery mencengkeram tangan Alya. Dokter pria itu melihat ke dada Alya yang tertutup jilbab. Sontak Alya langsung mendekap kedua dadanya dengan tangan.


"Jangan kurang ajar ya Dok!" bentak Alya menatap kesal ke arah dr. Gery. Ditatap tajam dokter Gery justru tersenyum.


"Dokter Al-ya" jawab dr. Gery mengeja name tage yang menggantung di saku peniti jilbab Alya. "Jangan GR kamu" ucap dr. Gery melepaskan tangan Alya.


Alyapun tersipu menyadari dirinya sudah berfikir negatif.


"Kamu dokter baru?  Atau?" tanya dr. Gery menelisik.  Alya hanya diam berusaha merahasiakan statusnya dan berharap tidak ketemu dokter sialan ini lagi.


"Maaf!" ucap Alya kelu memotong pertanyaan Gery,  dan dengan segera Alya berlalu pergi.


Gery pun tersenyum penuh arti melihat kepergian Alya.  "Cantik" gumam dr. Gery yang masih didengar Alya.


"Dokter Gila, sial, nyebelin" gerutu Alya menahan malu setengah berlari menuju ruang rawat bayi*.


.........


Menarik kan? Cus, langsung kepoin full cerita nya di Berlianku Istriku.