My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 83 : Diterima



"Ayo kk kita ke sana, buku itu bersinar-bersinar" ucap Raa yang melihat bahwa buku itu bersinar-bersinar, tetapi Liuzzi dan Mikael merasa bahwa buku itu tidak bersinar-bersinar.


"Baiklah kita akan pergi ke tempat rak itu" ucap Mikael dan Liuzzi dengan wajah nya yang ketakutan, setelah beberapa menit di perpustakaan mereka pun berjalan pulang bersama-sama.


"Huft... tadi kukira apa yang di tunjuk sama Raa, padahal hanya buku cerita tentang mentimun emas doang, gua kira ada hantu yang melayang di sekitar buku itu, membuat Raa terhipnotis dan ingin mengambil buku itu, hah..." ucap Liuzzi yang langsung menarik nafasnya.


"Raa kelihatan senang dengan buku itu ya" ucap Mikael yang menatap adik nya itu sedang membolak-balikan buku itu terus menerus.


"Ya... kenapa Raa suka baca buku Mikael?" ucap Liuzzi yang penasaran karena biasanya umur 7-9 paling tidak suka belajar dan kebanyakan suka bermain.


"Itu karena, Raa meniru sifat ibu, mereka berdua suka membaca buku, tetapi lain jika dengan ayah, aku dan Raa mempunyai keturunan suka membaca buku seperti ibu" ucap Mikael yang langsung tersenyum sendiri, dan menatap matanya ke arah bawah.


"Wow pasti ibumu perempuan keren ya, bisa membuat kalian mempunyai bakat membaca seperti ini" ucap Liuzzi yang langsung mengusap kepala Raa.


"Kalo lu sendiri gimana!?"


"Kalo gua, ayah gua yang suka sama buku karena dia sering bekerja di kantor waktu dulu" ucap Liuzzi yang langsung tersenyum balik.


"Andai ada seseorang yang menyerupai ibu ku... aku akan menikahinya sekarang juga" ucap Mikael yang membuat Liuzzi pun menghentikan langkah nya, Mikael pun langsung menghentikan langkah nya kembali.


"Kenapa Liuzzi!?"


"Ah... tidak-tidak ada ko, aku hanya ingin bertanya apakah kau sudah mempunyai perempuan lain, makanya akun langsung menghentikan langkah ku?" ucap Liuzzi yang berpura-pura tidak cemburu.


"Eh... ada sih satu orang, dia cantik, pinter dan agak sedikit menjengkelkan" ucap Mikael yang mengetahui maksud dari niat Liuzzi, Liuzzi pun menatap Mikael dengan wajah kesalnya.


"Sebutkan siapa nama perempuan itu!?" ucap Liuzzi yang semakin mempertegas ucapan nya itu, Mikael pun tersenyum licik.


"Em... aku beri tahu gak ya!?"


"Beritahu saja cepat!" ucap Liuzzi dengan kesalnya, Mikael pun menunjukan jarinya ke arah dirinya.


"Apa kenapa kau menunjukkan jari mu ke arah ku!?" tanya Liuzzi dengan tatapan kesalnya, Mikael pun mulai berbicara.


"Dasar gak peka ya, ya elu lah masa siapa lagi weh!?" tanya Mikael dengan kesalnya, Liuzzi pun langsung terdiam seperti patung setelah mendengar perkataan Mikael.


"Kenapa diam aja Liuzzi!? ayo nanti keburu kemaleman pulang nya" ucap Mikael yang langsung menarik tangan Liuzzi, Liuzzi pun hanya bisa mengikuti Mikael saja.


Apa yang kau lakukan Liuzzi, sehari lu gak usah baper gini sama Mikael, argh! tapi gak bisa karena Mikael narik tangan gua terus!


"Sudah sampai Liuzzi di rumah lu, semoga jati lu menyenangkan ya" ucap Mikael yang langsung tersenyum kepada Liuzzi.


"Liuzzi tunggu bentar, tolong jawab pertanyaan gua dulu!" teriak Mikael, Liuzzi pun langsung menghentikan langkah nya untuk masuk kedalam, dan menengok ke arah Mikael dengan cepat.


"Apa lagi sih!? gua mau tidur besok mau ngajar, cepet ngomong nya kasihan tuh si Raa dia lagi kecapean sampe ketiduran" ucap Liuzzi dengan nada marah-marah, Mikael pun memberanikan dirinya untuk berkata.


"Apa lu setuju gak jadi pasangan hidup gua!?" tanya Mikael dengan kencang, Liuzzi pun langsung terdiam mendengar perkataan itu, jantung Liuzzi pun berdegup dengan kencang.


"Gua terima ngerti gak!" ucap Liuzzi dengan suara kecil nya, Mikael pun kebingungan apa yang barusan Liuzzi katakan.


"Apa sih ya lu omongin gua gak kedengeran tahu, disini rame banget soalnya!?" teriak Mikael dengan keras, Liuzzi pun langsung berteriak "Iya gua mau! udah kedengeran kan!" teriak Liuzzi yang langsung membuka pintu rumah nya lalu segera berlari.


"Yes!" teriak Mikael yang langsung pergi melanjutkan perjalanan nya dengan keadaan Raa yang tertidur di belakang nya.


TAMAT....


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA NOVEL INI SAMPE AKHIR.... BESOK ADALAH PEMBUKAAN NOVEL TERBARU JANGAN LUPA BACA...


Spoiler Judul & Sinopsis di bawah ini ya...


Judul : [ Lukas ]


Sinopsis :


Pantaskah seorang pangeran bertingkah seperti anak kecil? Apa yang kalian pikiran benak kalian?


Seharusnya seorang pangeran harus menjadi gagah dan berani seperti pangeran lainnya.


Tetapi seorang pangeran yang bernama Lukas, seperti kata orang yang tidak layak dipanggil sebagai pangeran, karena ia selalu bermain seperti bayi, selalu tidak sopan di depan semua keluarga nya, dan bukan hanya itu ia sangat lemah bermain pedang.


"Lukas jika kau terus bermain-main dan bertingkah seperti anak kecil, terpaksa ayah harus bawa kamu ke wilayah ***" teriak baginda raja.


Tetapi suatu kejadian menimpa kerjaan nya yang membuat Lukas harus kembali ke istana, karena para iblis berkeliaran di dunia manusia.


Lukas pun harus turun tangan untuk melenyapkan semua para iblis itu dan juga menyelamatkan keluarga nya yang telah tertangkap oleh raja iblis.


Mampukan Lukas menyelamatkan dunia manusia dari para iblis? Dan rintangan apa saja yang akan dilalui oleh Lukas menuju keberhasilan nya itu?


Author menunggu kalian semua di novel berikut nya ya, makasih ^^ { Terbit tanggal 3 Oktober 2022 }


Oh iya.... bagi yang belum selesai membaca karya novel pertama dan kedua yang ini, diharapakan untuk membacanya ya, soalnya ini akan mempengaruhi uang kepenulisan author juga, disini author ingin mendapatkan penghasilan, tetap jika para pembaca masih banyak yang belum baca dan masih kebanyakan difavoritkan, tolong di selesai kan ya semua... terima kasih