
Kenapa! kenapa orang itu langsung menjadi tangan kanan ceo! ini tidak adil! jika kalau begitu aku harus merebut posisi nya!
"Cik! dasar anak muda bodoh!" bisik karyawan itu sembari menatap Kenan dengan wajah jijik dan juga kesalnya sekaligus ia pun menyimpan banyak dendam kepada Kenan.
Kini Kenan disambut oleh banyak orang dengan penuh kebahagiaan, kecuali dirinya yang menyimpan dendam kepada dirinya, semua berkumpul makan bersama di kantor, Kenan merasakan bahwa ada seseorang yang tidak menyukai nya.
Gua rasa dia gak suka sama kedatangan gua, tapi kenapa dia bisa gak suka ya sama kedatangan gua!? apa karena gua anak baru?
Kenan pun langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, baru saja sampai dari kamar mandi, tiba-tiba salah satu orang karyawan itu pun langsung menarik leher baju Kenan dengan kencang, Kenan pun terkejut sembari menatap tajam karyawan itu.
"Berani-beraninya lu bisa dapat jabatan lebih tinggi dari pada gua! padahal lu baru aja anak baru!" ucap karyawan itu dengan wajah emosi yang penuh dengan dendam terhadap Kenan.
Kenan sebenarnya bingung mengapa tiba-tiba karyawan ini membicarakan tentang jabatan nya yang lebih tinggi.
"Maksudnya apa ya!?" ucap Kenan dengan wajah polos nya, karyawan itu pun melepaskan Kenan dari cengkraman nya itu, dengan kesal ia pun langsung mendekati Kenan.
"Lu ngapain bisa dapat jabatan tertinggi keanoa bisa! padahal seharusnya gua di posisi lu tau gak! gua udah lama bekerja di perusahaan ini sampai 5 tahun lamanya! seharusnya yang memegang jabatan yang lebih pantas adalah gua dan bukanya lu!" teriak karyawan itu sembari menatap tajam kearah nya.
Maksudnya dia gua gak pantes gitu di posisi menjadi tangan kanan nya! bisa-bisa dia ngomong kaya gitu!
"Maksudnya lu apa tadi! maksudnya gua gak pantas gitu di posisi sekarang! kenapa lu jadi marah karena pengen punya jabatan kaya gua! seharusnya lu beryukur bodoh, sampe sekarang lu dikasih gaji berkecukupan!" teriak Kenan sembari menatap lebih tajam kearah karyawan itu.
"Lu kayanya salah orang deh, lu gak tahu gua ini siapa!? gua ini adalah salah satu menejer kepercayaan bos!" ucap menejer itu dengan nada sombongnya, Kenan pun terdiam sembari menatap cara berpakaian layak nya seorang menejer.
"Kalo lu menejer ngapain lu pengen jabatan yang lebih tinggi, padahal jabatan lu aja udah tinggi!?" ucap Kenan yang membuat menejer itu pun sejenak terdiam.
"Karena gua pengen dari dulu jadi di posisi itu bodoh! gua sudah bekerja lama disini, tapi bos selalu saja memuji yang lain dari pada gua!" teriak menejer itu, tiba-tiba seoarang yang berada diluar mendengar percakapan mereka di kamar mandi.
Ia tidak sengaja mendengar pertengkaran itu, karena toilet pria dan wanita hampir berdekatan, perempuan itu pun mendekat kamar mandi itu sembari mendengar percakapan mereka.
Brak!...
Tiba-tiba pintu terbuka dengan kencang, jantung perempuan itu pun hampir copot dibuat nya, menejer itu pun keluar dari kamar mandi itu, ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mendengar percakapan nya itu.
Setelah beberapa menit kemudian Kenan pun keluar dari kamar mandi itu, tetap Kenan pun terkejut melihat seorang perempuan yang telah tergampar pingsan di lantai.
Kenan pun mencoba untuk mendekati perempuan itu berniat untuk membangun kan perempuan itu, Kenan pun langsung menggoyang tangan perempuan itu. Kenan pun selalu mengulangi perbuatannya yang sama, tetapi sama sekali tidak ada respon dari perempuan itu.
"Halo apakah anda masih hidup atau anda sedang tidur!? halo... halo..." ucap Kenan yang mulai menyadari bahwa perempuan itu dengan keadaan pingsan, Kenan pun langsung menggendong perempuan itu untuk dibawa ke ruangan tempat ia bekerja.
Sesampainya Kenan bersama teman rekan kerja perempuan itu, Kenan pun langsung berpamitan untuk pergi, karena ia harus menyelesaikan tugasnya yang diberi kan oleh bosnya itu.
Sebenarnya gua mau nungguin perempuan itu siuman tapi gimana lagi, gua aja masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan sekarang...
Tetapi disisi perempuan itu...
Perempuan itu pun siuman, ia bangun dan dikejutkan dengan keberadaan nya yang bukan lagi di kamar mandi, melainkan di ruangan nya sendiri, ia pun langsung melihat bahwa temen nya sedang menunggu nya untuk siuman.
"Karin!? kenapa gua bisa ada di ruangan ini!? padahal gua kan tadi lagi ada di toilet!?" ucap perempuan itu dengan kebingungan, sembari memijat-mijat kepalanya yang masih merasa ke pusingan.
"Astaga lu gak tahu ya! lu pingsan karena lu kan punya jantung yang agak lemah, lu pingsan makanya ada seseorang yang bawa lu ke sini!" ucap Karin teman kerjanya itu, perempuan itu pun bingung siapa yang membawanya kesini.
"Memang siapa yang bawa gua Karin!?" ucap perempuan itu yang terlihat penasaran.
"Astaga Mirya! siapa lagi kalo bukan si tangan kanan ceo itu! gua juga agak bingung lagi siapa namanya? " ucap Karin sembari berfikir kembali siapa pria itu
"Apa jangan-jangan Kenan, tangan kanan ceo itu kan!?" ucap Mirya sembari melotot kearah Karin, Karin pun mengangguk kan kepalanya.
"Nah itu dia maksudnya gua, ia si Kenan itu yang bawa lu kesini, tadi dia pengen nungguin lu, tapi karena dia disuruh sama bos ya udah dia pergi" ucap Karin, ia pun tiba-tiba terkejut melihat tingkah Mirya yang mulai salting sendiri.
"Dalah... anak ini mulai salting lagi gegara di tolong sama pria tampan" ucap Karin dengan matanya yang langsung memutar, ia pun langsung peegi begitu saja untuk melanjutkan pekerjaan nya itu.
"Kenapa gua bisa di tolong sama dia!? padahal kalo biasanya gua pingsan gak ada satu pun laki-laki yang nolong gua!? kenapa si Kenan nolong in gua ya!? gua jadi merasa gak enak juga sama dia karena dia udah gendong gua, pasti dia kecapean" ucap Mirya yang berfikir.
Apa gua kasih makanan aja ya buat dia!? tapi gua takut kalo karyawan lain lihat, karena humorku waktu dulu, yang dikira aku mendua kan pacar aku...
Mirya pun mulai menundukkan kepalanya, ia ingin sekali memberikan balasan atas perbuatan yang dilakukan oleh Kenan, tetapi humor sekaligus mimpi buruk yang dialami Mirya membuat nya sadar bahwa ia bukan siapa-siapa nya Kenan.
Tiba-tiba salah satu karyawan pun mulai membuka pintu dengan keras, yang membuat Mirya pun terkejut dan mulai menahan rasa sakit di jantung nya itu.
"Woi bodoh! lu jangan diem aja ayo cepet kerja, gua udah bawa kertas baru, jangan sampe kelamaan cepet!" teriak salah seorang wanita itu sembri meletakan berkas-berlas itu dimeja Mirya dengan kasar, ia pun langsung mengujurkan lidah nya lalu pergi dengan wajah yang tidak menyukai Mirya.
Semua orang tidak menyukai ku... makanya aku tidak bisa berteman dengan karyawan lain, hanya Karin yang bisa menolong ku... dia adalah karyawan sekaligus teman dekat yang terbaik.
Cuman gara-gara pacar ku fitnah aku selingkuh dengan orang lain.... aku menjadi kena balasan dan amarah dari orang-orang kantor.
Kenan pun tanpa sengaja melewati ruangan Mirya, ia melihat kesedihan di wajah Mirya yang sedih, Kenan pun merasa bahwa perbuatan wanita tersebut.
Apa dia sedih karena wanita yang membawa berkas itu ya!?
Promosi novel teman ku ^^