My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 78 : Keributan



"Kenan!" teriak Mirya yang menangis


"Apa yang kamu lakukan kepada Mirya!" teriak Kenan yang langsung memukul menejer itu dengan kencang, dengan wajah nya yang mulai ingin menghancurkan apa saja pun membuat Mirya pun langsung berdiri.


"Apa-apan lu! kenapa lu sok peduli dengan Mirya, lagi pula Mirya kan bukan nya punya lu!" teriak menejer itu yang semakin menggila ingin mendapatkan Mirya.


"Dia adalah calon istri gua! kenapa berani-beraninya ingin mengotori nya! gua gak bakal maafin lu!" teriak Kenan yang langsung memukul menejer itu, Mirya yang melihat kejadian itu pun hanya bisa menangis dan berteriak kepada Kenan untuk berhenti memukuli nya.


"Kenan sudah cukup, jangan pukuli dia lagi ku mohon!" teriak Mirya yang langsung menetes kan air matanya, Kenan pun langsung melepaskan menejer itu, menejer itupun mulai ketakutan dan langsung berlari, tetapi pelarian nya itu pun dihentikan oleh polisi yang sudah mengepung dirinya.


Aditya pun melihat wajah Kenan yang marah besar sekali gus memeluk Mirya yang sedang ketakutan, tetapi Aditya dengan wajah santainya memeluk Yuri, seolah-olah Aditya tidak melakukan apa-apa kepada dokter itu.


"Lu kenapa wajah lu gakgak ribut gitu?" tanya Kenan, Aditya dan Yuri pun tersenyum.


"Huft... tadi kejadian nya itu gua pengen mukul si dokter bodoh itu, tapi pas si dokter bodoh itu denger keributan di kamar lu berdua, jadi si dokter itu langsung ketakutan makanya dia langsung memohon dan berlutut kepada gua sama Yuri"


"Ha!? jadi lu gak mukul dia!?"


"Ya engga lah, berkat lu dia gak mau jadi ribut sama gua, padahal luar udah siapin senjata ampuh buat dia, makasih ya, jadi gua gak harus mengeluarkan banyak tenaga berkata lu berdua" ucap Aditya dengan nada santainya.


Tiba-tiba polisi pintu datang menghampiri Kenan dna Aditya "Terimakasih untuk kalian berdua, telah melakukan ini, jika tidak mungkin mereka berdua tidak akan tertangkap hari ini"


"Sama-sama Pak, dan terimakasih juga pak sudah melakukan ini untuk kami" ucap Aditya


"Oh iya itu Kenan apa gak mau di obati dulu?" tanya polisi itu yang menawarkan untuk dibawa ke rumah sakit.


"Oh tenang saja, saya bisa mengobati lukanya sendiri, sekarang bapak bawa saja para penjahat ini ke sel penjara" ucap Kenan yang langsung menatap tajam menejer itu beserta dokter itu.


"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu"


Sesampainya mereka di rumah, Liuzzi yang sedari tadi menunggu kabar tentang Yuri dan Mirya, ia pun langsung terkejut, Liuzzi pun langsung memeluk Mirya dan Yuri.


"Kalian berdua gak apa-apa kan!? gua sangat kawatir dengan kalian berdua!" ucap Liuzzi yang langsung melihat tubuh Mirya dan Yuri.


"Kami tidak apa-apa ko Liuzzi, tetapi kedua abang lu yang kesakitan, kenapa lu gak ngecek keadaan mereka berdua dulu Liuzzi!?" tenaga Yuri dengan nada cemas nya.


"Ya.. lu berdua gak apa-apa kan!? dah neh gua udah siapin obat-obatan, oh iya btw gua ambil obat-obatan ini dari kamar lu ya bang" ucap Liuzzi dengan nada santai nya, ia pun langsung memberikan obat-obatan itu kepada Yuri dan Mirya.


Mereka pun mulai mengobati Kenan dan Aditya, Liuzzi beserta ibu nya yang hanya bisa terdiam melihat kemesraan mereka di depan mereka.


"Menurut ku sih cocok aja, tergantung ama mereka nya juga ibu"


"Jadi kapan nih kamu juga punya pasangan-"


"Sudah ku duga ibu akan berbicara seperti ini kepada Liuzzi, mending Liuzzi pergi ke kamar mengerjakan beberapa soal lagi untuk ujian besok huh..." ucap Liuzzi dengan nada kesalnya, ibu Liuzzi pun tersenyum melihat tingkah anak nya itu.


Mereka sudah semakin besar saja, bentar lagi aku sudah tua, dan hanya menunggu maut yang mendatangi diriku...


Di dalam kamar Liuzzi pun langsung menulis sesuatu di buku catatan kecil nya itu, ia menuliskan beberapa kata tentang kejadian hari ini.


Dear Dairy...


Hari ini aku mendapatkan pelajaran baru dan berharga hari ini...


Segala sesuatu jika kita mempunyai rasa suka meskipun ia harus merelakan nyawa mereka demi orang yang kita sayang, mungkin itu lebih baik, dari pada orang yang kita kehilangan orang yang kita sayangi...


Dan catatan kecil untuk buku ini, mengapa ibu selalu mengatakan hal tentang apakah aku sudah mempunyai cowok atau tidak!!


Tapi aku tahu ibu hanya ingin aku juga bahagia, dan juga ibu hanya ingin juga melihat diriku menikah dengan orang lain tetapi jika di bicarakan terus apakah itu tidak membuat ku kesal juga!?


SATU BULAN KEMUDIAN...


"Wihiw, selamat abang Kenan dan abang Aditya atas pernikahan kalian berdua, btw Mirya dan Yuri cantik juga wihiw" ucap Liuzzi yang menggoda mereka berdua.


"Liuzzi!" teriak mereka berempat serentak Liuzzi pun tertawa kecil, Zen dan Nay pun datang dan menghampiri Kenan dan juga Aditya memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.


"Selamat ya bro..." ucap Zen


"Makasih, dia akan kami semoga tetap bahagia ya" ucap Kenan, Liuzzi pun langsung terkejut tiba-tiba seseorang memegang kakinya, dengan cepat Liuzzi pun langsung melihat kearah bawah.


"Eh!? dua orang anak ini anak siapa woi!?" teriak Liuzzi, yang berusaha melepaskan anak kecil itu dari kaki nya.


"Liuzzi hai, maaf itu Raa Liuzzi, masa lu lupa!?" tanya Mikael yang langsung menggendong adik nya itu.


"Lah terus anak laki-laki ini anak siapa!?" ucap Liuzzi yang langsung menggendong anak laki-laki itu.