
Jadi dia bekerja cuman buat biaya rumah sakit adiknya aja, dia jadi dosen di kampus ini!? dia cowok yang hebat
"Bagaimana Liuzzi kamu kagum kan sama Mikael yang kaya gitu!?" ucap Ibu dosen yang bertanya tentang pendapat Liuzzi, Liuzzi pun langsung sadar dari bengong nya itu.
"Apa saya!? gak menurut saya dia biasa aja nih, pastis semua kak bakal ngelakuin hal yang sama kepada adik nya, gak mungkin kak pengen mencelakai adik nya sendiri" ucap Liuzzi yang mengelak perkataan Ibu dosen nya itu.
"Memang kamu pernah di gituin sama abang kamu!?" ucap Ibu dosen itu yang langsung bertanya kepada Liuzzi.
"Saya pernah bu, saya pernah di gituin sama abang saya, tapi saya tetep seneng karena abang saya masih peduli sama saya" ucap Liuzzi sembari tersenyum tipis kepada Ibu dosen itu.
Disisi Kenan yang sedang berada diruang kerjanya sembari memegang laptop, Mirya pun datang membawa beberapa berkas untuk dikerjakan kepada Kenan.
"Pak ini berkasnya ada yang harus di cek lagi" ucap Mirya sembari meletakan berkas-berkas itu di atas meja nya.
"Oh iya Mirya gimana keadaan kamu baik-baik aja kan? soalnya saya belum sempet nanya ke kamu?" ucap Kenan yang langsung perengangan tubuh nya.
"Iya pak saya baik-baik saja, terimakasih bapak sudah menolong saya waktu itu" ucap Mirya dan langsung menundukkan kepalanya kepada Kenan.
"Owalah... ya udah makasih udah bawa berkasnya ke ruang saya" ucap Kenan yang mulai membuka satu-persatu berkas itu, Mirya pun langsung keluar dari ruangan Kenan denger tatapan jijik dari semua karyawan disana.
Mirya pun langsung pergi ke arah gudang, ia tiba-tiba melihat kepala menejer yang sedang menelepon seseorang, pertama Mirya mengira bahwa menejer sedang menelepon teman bisnis nya, tetapi tiba-tiba menejer itu mengatakan bahwa ada nama Kenan yang di bicarakan.
Mirya pun semakin penasaran dengan percakapan itu, ia pun mendengar sembari bersembunyi agar tidak ketahuan oleh menejer itu.
"Nanti kalian semua harus membuat Kenan pingsan, bukan hanya pingsan kalo bisa sampe bu*uh dia!" teriak kepala menejer itu dari ruangan itu yang membuat Mirya pun terkejut.
"Kalian semua harus kepung Kenan setelah dia pulang kerja, dan ingat, jangan sampe seseorang mengetahui atau melihat kalo kalian bakal memukul Kenan mengerti!" teriak menejer itu dan langsung mematikan telepon nya, lalu keluar dari ruangan itu dengan wajah kesalnya.
Apa!? Kenan akan dipukulin oleh suruhan pak menejer!? kenapa bisa!? aku harus bagaimana ini gak mungkin dong aku diem ini aja?
Mirya pun berfikir keras bagaimana dia bisa menyelamatkan Kenan dari bahaya itu, iq oun langsung mempunyai ide dan mulai bersemangat untuk bisa menyelamatkan Kenan.
Baiklah gua bakal menyelamatkan Kenan dengan cara gua harus ngikutin Kenan dari belakang agar dia bisa selamat, semoga rencana gua berhasil
Kring...
Semua para karyawan diharapakan untuk pulang, jam kerja telah selesai...
Kenan dimana Kenan sekarang!? ah itu dia!
Gimana ini, aku takut jika Kenan terluka, dan tiba-tiba dipukuli hingga tewas! ah... aku mikir apa sih!? seharusnya aku mikir yang aneh-aneh.
Tiba-tiba Kenan pun terkejut ada sekumpulan preman di jalan sana, Mirya pun langsung terkejut, ia pun ingin melangkah kakinya, tetapi ia takut untuk melangkah.
"Kamu Kenan bukan!? tangan kanan ceo itu!?" tanya preman itu sembari menghadang Kenan agar Kenan tidak bisa kabur.
"Ya itu saya kenapa ya?!?" ucap Kenan dengan nada santai nya, semua preman itu pun mengedipkan matanya dan mulai berkumpul mengelilingi Kenan, Kenan bingung mereka sedang melakukan apa.
Mirya yang merasa Kenan belum mengerti apa yang dimaksud para preman itu pun, langsung tanpa pikiran panjang mberlari menuju Kenan dan langsung memeluk nya.
"Mirya!? kenapa kamu!?" ucap Kenan yang melihat Mirya memeluk nya dengan cepat preman itu pun langsung memukul tubuh Mirya yang membuat Mirya pun merasa kesakitan, Kenan pun terkejut dan mulai kesal dengan para preman itu.
"Kalian!? kalian sebenarnya ngapain ha! sini lawan aku cepat!" teriak Kenan yang mulai memukul para preman itu satu per satu.
Semua nya mulai menyerah Kenan, tetapi karena paran preman itu kalah jauh dari Kenan yang membuat Kenan pun tersungkur ke tanah, Mirya pun melihat Kenan yang telah terluka parah.
Banyak darah yang ia keluar kan dari kepalanya karena terbentur oleh batu, dan juga beberapa luka memar yang ada di kaki dan juga tangan Kenan, bukan hanya itu saja Kenan merasakan nyeri di bagian perut nya itu akibat pukul para preman itu. Preman itu pun pergi dari tempat kejadian itu.
"Kenan! bertahan lah aku akan menelepon ambulans untuk membuat mu ke rumah sakit terdekat ok" ucap Mirya yang langsung memeluk Kenan dan mulai menelepon ambulans untuk datang.
Untung ambulans tepat waktu Kenan pun dibawa ke rumah sakit, bersama Mirya yang masih menangis menatap luka yang masih bercucuran. Padahal Mirya sudah memberikan air untuk menghentikan aliran darah nya berhenti, tetapi tetap saja darah nya masih keluar.
Sesampainya di rumah sakit, Mirya dan seluruh suster di rumah sakit itu pun membawa Kenan menuju ruangannya, tanpa mereka sadari bahwa Aditya dan Yuri sedang merawat adik nya sendiri.
"Dok cepat sembuhkan luka teman saya ini dok" ucap Mirya yang masih menangis memohon kepada Aditya dan juga Yuri, Aditya dan Yuri pun terkejut melihat pasien itu adalah adik nya.
"Apa!? Kenan kanapa Kenan bisa terluka kaya gini!?" tanya Aditya yang mulai panik, Yuri pun langsung mengambil beberapa alat untuk mengobati Kenan, Mirya yang masih bingung pun hanya terdiam saja.
"Kenan kenapa lu bisa kaya gini sih!?" teriak Aditya sembari mengobati Kenan, Mirya hanya bisa menangis di tempat duduk yang paling pojok.
Setelah selesai mengobati Kenan, Aditya pun langsung menghampiri Mirya dengan wajah panik nya sekaligus kecurigaan nya kepada Mirya, Mirya pun merasa ketakutan melihat Aditya dan juga Yuri.
"Kau siapa ha! kenapa kau bisa datang dengan adik ku yang langsung terluka parah!" teriak Aditya sembri mengerut kan wajah nya kepada Mirya, Mirya hanya terdiam menatap wajah dokter itu yang kesal.
"Memang kau siapa nya teman ku!" teriak Mirya dengan berani dan juga dengan matanya yang langsung melotot tajam.
"Aku adalah abang nya! dan kau siapa ha!" teriak Aditya yang membuat Mirya pun terkejut bahwa dokter itu adalah abang Kenan.