My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 35 : Menampar



Disis Liuzzi yang tengah duduk melihat kearah yang sangat membuat nya ingin muntah.


Buek.... rasanya gua ngelihat mereka kaya mau muntah, gi*a kenapa gua terjebak di suasana seperti ini sih woi!!


"Sedih ba-banget lihat filmya" ucap Bela yang langsung bersender dibahu Aditya, Liuzzi yang melihat kedua pacar abang nyanitu menangis tersedu-sedu sedangkan Liuzzi yang hanya melihat mereka dengan wajah datarnya.


Film ini sedih!? menurut gua B aja tuh!? gak sedih amat, namanya film ya kan orang bisa aja kaya gitu... ya tapi kalo mereka tadi mau berduaan gini mending gua tidur di kamar dari pada kaya nyamuk!?


"Liuzzi kamu pasti sedih kan lihat film ini?" tanya Desi sembari memegang tisu di tanganya dan mengucur kan air mata di pipinya, Kenangan oun menenangkan Desi pun merasa bahwa kedua adanya seperti babu.


"E-enggak tuh, aku gak sedih B aja?" ucap Liuzzi dengan santainya Desi dan Bela pun terkejut melihat Liuzzi tidak menangis, mereka takjub dengan Liuzzi yang bisa bertahan untuk tidak menangis.


"Wah... hebat ya, padahal film ini tuh bikin nangis, tapi kami gak nangis keren" puji Desi yanembua Liuzzi tersenyum tipis kepada Desi, dengan matanya yang terpaksa harus tersenyum.


Nah... dari pada gua menjadi ehem pengganggu mending gua pergi aja dari sini dan langsung tidur, lagi pula mereka sibuk dengan diri mereka sendiri, dan yang paling gua keselin adalah gua kaya hantu anjirr di belakang mereka!!


Liuzzi pun langsung masuk kedalam kamar nya dan menguncinya dengan cepat, tanpa sepengetahuan Aditya, Kenan dan yang lainya pun Liuzzi berhasil untuk beristirahat. Ia pun langsung membaringkan tubuh nya, angin kencang menghembuskan kearah jendela kamar Liuzzi, dengan tenang Liuzzi pun mulai tertidur dengan lelap.


Keesokan harinya Liuzzi pun terbangun dari tidur nya, melihat cahaya matahari yang masuk kedalam bola matanya pun, membuat Liuzzi bersiap-siap untuk berangkat.


"Nah... sekarang gua udah beres, kuy lah berangkat" ucap Liuzzi yang langsung keluar dari kamar nya, melihat kedua abang nya yang telah ingin berangkat pun membuat Liuzzi tidak bisa sempat sarapan.


Di sepanjang perjalanan Liuzzi hanya terdiam melihat kearah jendela mobil dengan banyak toko yang ingin buka, membuat Liuzzi pun bersemangat untuk hari ini. Tiba-tiba Kenan pun langsung bertanya kepada Liuzzi tentang kejadian semalam.


"Liuzzi tadi malam kenapa lu gak nunggu filmnya sampe end!?" ucap Kenan dengan penuh emosi, Liuzzi pun seketika tersenyum tipis.


"Hahahaha maaf, soalnya Liuzzi tadi ngantuk, lagian lu berdua juga berduaan ja sama si Desi dan Bela, ya jadi gua kaya ngerasa hantu tahu gak!?" ucap Liuzzi dengan tegas dan langsung menatap kearah jendela.


"Owalah... gegara itu doang, makanya lu cepet cari-" ucap Kenan yang langsung berhenti berbicara karena Liuzzi langsung menatap tajam mata abang nya itu, Kenan yang ketakutan pun hanya bisa terdiam melihat mata Liuzzi dengar kesal.


Sesampainya di kampus, seperti biasa Desi dan Bela pun menghampiri Aditya dan Kenan, Liuzzi pun langsung memberikan sebuah kotak kepada Desi dan Bela ketika Liuzzi telah pergi.


"Kak ini ada hadiah dari Liuzzi, semoga kk suka, aku pergi dulu ya byeee" ucap Liuzzi yang langsung berlari masuk kedalam, Desi dan Bela yang saking penasaran nya pun langsung membuka kotak itu dan ternyata itu adalah sebuah uang mainan yang berisikan sepucuk surat kecil didalam nya.


Bela dan Desi pun membaca surat itu tanpa Aditya dan Kenan baca, Desi dan Bela pun terkejut melihat isi pesan itu sembari membuka matanya dengan lebar.


Halo kk, eh maksud ku halo kalian penipu! mau gak nanti makan bareng di restoran tempat kalian berdua memberikan atau membagikan hasil uang yang seharusnya diberikan kepada orang tua lu... tapi malah lu foya-foya!


Kirimkan jawaban nya di no telepon ku ya... wahai kk penipu!


"Kenapa, emang apa isi dari kotak yang diberikan oleh Liuzzi?" tanya Aditya saking penasaran nya dengan isi kotak yang diberikan oleh Liuzzi, Desi dan Bela pun langsung menutup kotak itu dan membuangnya ketempat sampah.


"Ah... gak ada apa-apa, hanya ucapan terimakasih saja dari Liuzzi buat kami, iya kan Bela!?" ucap Desi dengan nada ketakutan Bela pun menganggukkan kepalanya.


"Udah mending kita masuk aja kedalam" ucap Bela yang langsung menarik tangan Aditya, dan juga Desi menarik tangan Kenan,Desi dan Bela pun bernafas lega sekaligus terkejut melihat isi pesan dari Liuzzi.


Mengapa anak g*bl*k itu tahu kalo kita berdua memakai uang itu untuk berfoya-foya!? lihat aja kalo sampe Liuzzi kasih tahu gua dan Desi gak akan segan-segan untuk melakukan rencana itu!!


Disisi Liuzzi, Yuri pun langsung menghampiri Liuzzi dengan wajah gembira, Liuzzi pun seperti biasa berbincang-bincang dengan Yuri, tiba-tiba Nay pun datang dengan wajah kesalnya. Dan langsung menampar pipi Liuzzi dengan cepat, Liuzzi yang kaget dengan tamparan Nay yang secara tiba-tiba datang dan langsung menampar nya.


"Kenapa lu nampar gua!!" teriak Liuzzi dengan kesal di tengah lapangan, Nay pun langsung menarik tangan Liuzzi dan membawanya ke tempat sepi, Yuri yang berusaha menarik tangan Liuzzi pun seketika terlepas begitu saja.


Dasar sialan! drama apa lagi yang akan dibuat oleh Nay kepada Liuzzi!!


Yuri pun langsung mengejar Liuzzi dari belakang dengan cepat, Nay yang lebih cepat dari Yuri pun tetap berusaha untuk menarik Liuzzi, Liuzzi pun tengah berusaha untuk bisa melepaskan tangan nya dari genggaman Nay.


"Nay! lepasin tangan gua! gua punya masalah apa lagi sih sama lu!? padahal gua gak ada salah apa-apa!" ucap Liuzzi sembari berusaha menarik tangan nya dari genggaman Nay, Nay hanya terdiam wajah nya terlihat seperti orang marah dan juga tengah berusaha untuk menarik tangan Liuzzi.


Sesampainya di suatu tempat yang sangat seperti dilalui oleh banyak orang, Nay pun melepaskan tangan Liuzzi, seketika tangan Liuzzi dibuat sakit oleh genggaman tangan Nay.


"Sebenarnya apa yang lu mau dari gua Nay!" teriak Liuzzi yang membuat Nay pun mengerutkan keningnya, dan langsung menarik leher baju Liuzzi dengan cepat, sontak membuat Liuzzi pun terkejut dengan tingkah Nay.


"Lu bisa gak sih jahuin diri lu dari Zen!? karena Zen itu milik gua!!" teriak Nay yang tepat di hadapan wajah Liuzzi, Liuzzi pun sontak terkejut dan terdiam mendengar perkataan Nay.


Maksudnya dia apaan sih!? dan ngapain dia narik leher baju gua!? kan guanya jadi ke cekik kaya gini!


Hai semua, disini pada baca dan menambah kan novel ini ke favorit ya? jangan lupa buat like dan komentar nya juga, karena itu membuat author jadi semangat lagi, makasih udah mau baca sampai sini...