My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 44 : Pingsan



"Tidak... aku kan masih mempunyai hati gak sampe nembak juga, iya kan!?" ucap Liuzzi semabri melotot kearah Greyson, yang membuat Greyson ketakutan.


"I-iya..." ucap Greyson sembari menjauh dari Liuzzi, Liuzzi pun menurunkan pistol nya dan mulai mendekati Greyson.


"Gua paling benci sama orang yang suka berbohong! dan apalagi Sekongkol dengan kak ipar gua! beritahu tentang seseorang yang menculik gua sekarang, atau gua bakal tembak lu menggunakan pistol ini!" ucap Liuzzi dengan nada bisik, sembari menatap tajam mata Greyson tanpa kedip, seperti seseorang yang marah dan ingin membalas dendam kepada Greyson.


"Gua bakal kasih tahu siapa yang nyuruh gua buat nganculik lu!" ucap Greyson dengan tegas, Liuzzi pun tersenyum, dan mulai mundur dari hadapan Greyson.


Liuzzi pun tiba-tiba hampir terjatuh, ia berusaha menahan rasa sakit yang tiba-tiba timbul secara tidak langsung.


Kenapa tiba-tiba kepala gua pusing banget ya!? gua harus bertahan!


"Jadi sebenarnya gua disuruh sama seseorang buat ngen culik Liuzzi..." ucap Greyson dengan jujur sambil menundukan kepalanya, Aditya pun dengan cepat menghampiri Greyson dan langsung menarik kerah baju Greyson, sontak membuat Greyson pun terkejut dengan tindakan Aditya.


"Abang seharusnya jangan kaya gitu, biarkan dia berbicara terlebih dahulu" ucap Liuzzi sembari memegang kepalanya, dan tetap memasang wajah seolah baik-baik saja, tetapi rasa nyeri dikepala Liuzzi semakin lama membuat Liuzzi semakin tidak tahan lagi.


Semua yang Liuzzi lihat terlihat burai, seperti benda-benda mengelilingi dirinya, rasanya Liuzzi ingin pergi dari sana tetapi ia sadar bahwa ada hal penting yang harus abang nya Aditya dan Kenan dengar.


"Jadi sebenarnya yang mencoba dan merencanakan penculikan Liuzzi adalah Desi dan juga Bela..." ucap Greyson dan langsung membuat Liuzzi pun langsung tejatuh setelah Greyson mengucapkan kata-kata yang dilontarkan nya barusan, membuat Aditya pun tidak percaya apa yang dikatakan oleh Greyson son barusan, tetapi ia pun harus menolon adiknya untuk dibawa ke rumah sakit.


"Liuzzi!? kamu kenapa bisa pingsan nak! jawab ayah nak!" teriak ayah Liuzzi semabari menggendong putri kesayangan nya itu dan mulai meneteskan airmata mata Aditya pun berniat untuk bantu ayahnya untuk membawa ke rumah sakit.


Disini lain, ibu Liuzzi pun dikejutkan oleh kedatangan Yuri secara tiba-tiba yang langsung membawa peralatan obat-obatan untuk mengobati ibu Liuzzi, ibu Liuzzi pun berniat untuk bisa duduk, tetapi Yuri pun melarang ibu Liuzzi untuk duduk dulu sementara.


"Ibu jangan duduk ok, biarkan aku mengobati ibu dulu ok" ucap Yuri yang langsung mengeluarkan alat-alat kedokteran nya itu dari sebuah tas.


"Yuri!? kamu teman nya Liuzzi kan? kenapa kamu bisa ada di sini?" ucap ibu Liuzzi yang masih ingin bertanya banyak kepada Yuri, Yuri pun mengobati ibu Liuzzi sembari mengobrol-ngobrol dengan ibu Liuzzi, sehingga selama pemeriksaan pun tidak ada ketegangan antara pasien dengan dokter.


"Kamu dokter yang hebat Yuri, kamu bisa membuat pasien kamu tidak tegang selama pemeriksaan, kamu benar-benar hebat" ucap ibu Liuzzi sembari tersenyum tipis kepada Yuri, Yuri pun membalas senyum itu sembari menulis beberapa obat-obatan apa yang harus ibu Liuzzi akan minum.


Tiba-tiba dering ponsel Kenan pun berdering, Kenan yang sedari tadi menjaga ibu nya pun terpaksa harus mengangkat telepon itu, Kenan pun tekejut bahwa ayah Liuzzi menelepon dirinya.


"Kenan itu siapa yang telepon nak!?" ucap ibu Liuzzi yang berharap bahwa itu adalah panggil telepon dari ayah atau Aditya yang ingin memberi kabar kepada Kenan.


"Ini bu, biasa teman kuliah, kalau gitu Kenan angkat dulu ya telepon nya" ucap Kenan yang langsung buru-bueu pergi keluar rumah, ia pun mulai mengangkat telepon itu.


"Halo Kenan, bilang sma ibumu, kalo kita udah ketemu sama Liuzzi, dan sekarang Liuzzi sedang keadaan pingsan, kalian berdua langsung aja ke rumah sakit ***" ucap ayah Liuzzi yang langsung menutup telepon itu begitu saja.


"Astaga ayah ini, jika panik aja gak denger dulu perkataan anak nya... dari dulu aja kaya gitu terus" ucap Kenan yang langsung mematikan telepon nitu dan langsung masuk ke rumah.


"Kenan, tadi ayah kamu telepon gak sama kamu!? ibu masih cemas ini" ucap ibu Liuzzi, sembari memasang wajah cemaonya yang membuat Kenan tidak tega untuk memberi tahu keadaan Liuzzi.


"Sebenarnya aku sudah mendapatkan informasi tentang keadaan Liuzzi ibu dari ayah" ucap Kenan yang langsung mendekati ibunya, ibu Liuzzi pun dengan cepat duduk untuk mendengar perkataan Kenan.


Seketika otak Yuri pun bingung, mengapa keluarga Liuzzi sangat cemas kepada Liuzzi.


Kenapa keluarga Liuzzi sangat mencemaskan Liuzzi!? emang ada drama apa lagi sih sebenernya!? dan kenapa gua gak tahu ya tentang soal ini?


"Memang keadaan Liuzzi baik-baik saja kan Kenan?" ucap ibu Liuzzi yang mulai bersemangat untuk bertemu dengan putri nya itu.


"Di-dia sebenarnya sedang di bawa kerumah sakit karena Liuzzi sempat pingsan... trus kata ayah, ibu dan aku harus kesana sekarang" ucap Kenan, Yuri yang masih tidak mengerti pun hanya bisa terdiam sembari membereskan beberapa peralatan nya.


"Kalo bisa Yuri, tolong temani ibu ku kerumah sakit ya naik taksi, gua takut kalo ibu gua naik motor takut jatuh aja, jadinya temenin ibu gua kerumah sakit ya, buat jenguk Liuzzi" ucap Kenan yang membuat Yuri pun seketika terdiam.


Lah!? kenapa harus gua!? dan kenapa gua harus kerumah sakit buat ngejenguk si Liuzzi, sebenernya Liuzzi sakit atau emang cuma bercanda doang sih!? kenapa teman baiknya ini tidak diberitahu cuy... apa kita gak bestfriend lagi ya....


"Kayanya lu kebanyakan minum obat deh Yuri, udah lu harus pergi temen ibu gua kerumah sakit sekarang! gak ada kata penolakan! mengerti kalau engga nilai kedokteran lu bakal gua kurang in!" ucap Kenan yang ingin membuat Yuri ketakutan agar Yuri bisa pergi ke rumah sakit untuk menemani ibu Liuzzi.


"Lah!? loh!? kan yang jurusan kedokteran kan abang lu bukanya lu!? emang lu jurusan kedokteran!?" ucap Yuri yang membuat Kenan pun ingat bahwa dirinya bukan lah anak kuliah jurusan kedokteran.


Ingin bertanya saja, apakah kalian pengen dibuat kan seasons baru nanti nya?


Jawab ya Makasih.....