
"Kayanya Yuri sedang kepikiran kata-kata dokter itu deh..." ucap Aditya sembari menatap Yuri yang semakin lama semakin menjauh dari hadapan nya itu.
Yuri jika kau tidak ingin dekatan karena aku bersikap seperti anak kecil aku akan mengubah sikap ku seperti dokter lainnya, agar kau bisa fokus terhadap pekerjaan mu, dan tidak memikirkan diriku yang bersikap seperti anak kecil ini... jika itu yang akan membuat bahagia, seperti Yuri juga menyukai pria yang lebih dewasa ketimbang diriku ini
Di posisi Liuzzi, Liuzzi pun telah sampai di kampus nya, ia pun langsung memasuki ruangan kelas nya, Liuzzi tanpak aneh dengan suara berisik di kelas nya itu, ia pun langsung memutuskan membuka pintu itu dengan cepat.
"Anak-anak kalian!?" teriak Liuzzi tetapi tidak ada seorang pun mendengarkan ucapan nya, seolah-olah mereka menguasai ruangan itu.
Adalah anak yang duduk dimeja sembarangan, adalah berkelahi menggunakan sapu dan juga ada yang bernanyi lagu pop dikelas padahal suaranya saja tidak bagus.
Kenapa mereka jadi kaya gini!? padahal di hari pertama ngajar mereka kan gak kaya gini!?
"Anak-anak woi dengar gak ada guru di sini!" teriak Liuzzi di depan pintu, semua murid-muridnya pun langsung terdiam dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, kecuali kedua orang mahasiswa nya itu yang sedang bertengkar menggunakan sapu.
Liuzzi pun dengan cepat menarik telinga salah satu mahasiswa itu dengan cepat, membuat mereka berdua menyadari bahwa dosen sudah datang.
"Kenapa kalian main sapu!? padahal ibu udah teriak loh!? masa kalian gak denger teriakan ibu!?" ucap Liuzzi yang semakin menarik telinga mahasiswa itu, mahasiswa itu pun menjerit kesakitan.
"Ampun bu, saya gak tahu kalo ibu udah datang, soalnya saya lagi mau main jadi kultivasi gitu bu" ucap mahasiswa itu, Liuzzi pun langsung melepaskan telinga anak itu.
"Oh jadi cerita kalian cosplay gitu!? kalian kalo mau cosplay di rumah aja gak usah di tempat kuliah, kalian kuliah buat belajar kan!? belajar yang bener lah" ucap Liuzzi yang langsung duduk dimeja, kedua mahasiswa itu pun kembali ketempat duduk mereka.
"Kalian jadi gitu ya kelakuan kalian pas gak ada dosen!? kalian bernyanyi-nanyi , adalah yang duduk dimeja, adalah yang cosplay, ibu jadi gak habis pikir sama kalian deh" ucap Liuzzi yang langsung mengeluarkan bukunya.
Sudah sekarang kita akan belajar percakapan antara orang bule, ibu sudah membawa speaker untuk bisa berbicara, ibu akan tulis dialog nya dan nanti kalian hafal lalu kalian akan mengucapkan nya didepan kelas.
Lalu tugas kalian yang belum maju adalah, catat materi yang sudah ibu berikan di grup, jangan lupa di tulis di buku tulis dengan rapih, dan juga dengan coretan unik di buku kalian, biar buku kalian gak hampa kaya hidup percintaan kalian.
"Ibu... ko gak kaya gak punya pacar aja ya!?" ucap salah satu mahasiswa perempuan yang duduk dimeja paling belakang itu.
"Ibu mh gak pernah punya pacar, kalian kalo mau percaya ya gak apa-apa, kalo percaya ya bagus lah" ucap Liuzzi yang langsung membaca buku nya itu untuk materi yang akan dipelajari.
Semua mahasiswa pun menghafal dan juga mencoba untuk berinteraksi satu sama lain, Liuzzi yang melihat ke arah murid-muridnya yang tengah asik mengobrol tentang percintaan pun langsung menghampiri anak-anak nya itu.
"Kenapa kalian ngobrol!? kalian bahas apa sih!?" ucap Liuzzi yang langsung ikut nimbrung bersama murid-muridnya itu.
"Ah... tidak ada ko bu, saya dan teman-temannya saya hanya sedang menghafal saja" ucap mahasiswa itu untuk mengelak agar tidak ketahuan.
"Gak apa-apa ki ibu mah baik, tapi kalo kalian udah hafal nanti bakal ibu kasih free untuk keluar apa lagi ke kantin jika bisa langsung setoran sama ibu" teriak Liuzzi ya kk membuat semua murid-muridnya pun senang dan mereka pun mulai fokus untuk bisa maju kedepan.
"Bu saya juga udah, jadi saya duluan ya bu" teriak mahasiswa itu dengan cepat langsung menghampiri meja Liuzzi, Liuzzi pun terkejut mahasiswa kini mulai bertengkar dan adu mulut.
"Dih! apan lu yang rebut posisi gua! lu kan seharusnya di belakang gua!" teriak mahasiswa itu dengan tatapan kesannya sembari menyelang barisan mahasiswa lain nya.
"Dih! kan siapa cepat dia dapat, jadi gua duluan lah, nih bu buku catatan saya" ucap mahasiswa perempuan itu sembari memeberikan buku catatan nya yang sudah diwarnai dengan rapih.
"Ibu saya sudah selesai, saya duluan ya kawan-kawan" ucap salah satu mahasiswa laki-laki dan langsung menaruh buku catatan nya itu di depan meja Liuzzi.
"Dih! apan sih lu seharusnya lu paling belakang!" teriak mahasiswa perempuan itu dengan wajah penuh emosi nya itu, Liuzzi pun semakin pusing dengan pertengkaran mereka.
"Semuanya berhenti bertengkar ya" ucap Liuzzi dengan nada lembut nya, tetapi tidak ada respon dari mahasiswa nya itu, malah mereka langsung bertengkar menjadi-jadi lagi.
"Harus cowok ngalah lah sama cewek gimana sih lu!" teriak mahasiswa perempuan itu yang membuat mahasiswa laki-laki lainnya kesal dengan perkataan mahasiswa perempuan itu.
"DIAM!" teriak Liuzzi dengan wajah nya yang mulai emosi, sembari memegang buku catatan mereka.
"Kalian seharusnya berbaris! bukanya bertengkar! ibu capek deh harus teriak mulu! kalian tinggal berbaris aja ko susah" ucap Liuzzi, semua mahasiswa pun mulai berbaris satu persatu berjajar dengan rapih.
Liuzzi oun menarik nafas nya, dan mulai menyalahkan speaker itu, dan mulai berbicara, setelah beberapa jam semua mahasiswa itu pun telah selesai, Liuzzi pun langsung keluar dari kelas itu untuk beristirahat.
Akhirnya gua selesai juga ngajar mahasiswa itu semua, ah.. rasanya tenggorokan gua mulai kering
Tiba-tiba Liuzzi pun berpas-pasan dengan dosen lamanya itu yang sedang berjalan berdua bersama dosen muda itu, yang tampak nya akrab dengan ibu dosen Liuzzi dulu.
"Ibu ki datang kesini!? terus ngapain si dosen sok tampan dan bodoh ini akrab sama ibu!?" ucap Liuzzi dengan nada ketus nya, yang membuat dosen itu pun kesal dengan perkataan Liuzzi.
"Heh! maksud lu apa ya! coba ulang lagu ucapan lu tadi!?" ucap dosen itu.
"Hahahah, lu kayanya telinga lu conge ya!? sampe gak dengan ucapan gua" ucap Liuzzi yang meledek dosen itu.
"Hey! kaliakalian ku jadi bertengkar gini!? awas loh nanti kali semakin kalian bertengkar semakin dekat lagi nanti kalian nya" ucap Ibu dosen itu yang membuat Liuzzi dan dosen laki-laki itu pun saling menatap satu sama lain.
"Dih!" teriak Liuzzi dan dosen laki-laki itu yang bernama Mikael.
Mampir di karya lainnya...