
Keluarga gua sekarang bahagia, tapi bahaya masih mengintai gua, gua harus singkirkan bahaya itu! agar senyuman keluarga gua tetap ada...
"Liuzzi kamu ke tidur ya sekarang" ucap Ibu Liuzzi dengan nada lembut nya, Liuzzi pun menurut kata ibunya itu, ia segera ke kamar dan langsung membuka sebuah buku yang terkunci di kamar nya itu.
Liuzzi dengan cepat pun membuka buku itu dan mulai mengambil pulpen dan menuliskan sesuatu di buku itu dengan cepat, Liuzzi pun langsung mendengar suara langkah kaki ibunya yang ingin melihat dirinya.
Liuzzi pun dengan cepat langsung tertidur berbaring di ranjang nya dengan cepat, tepat pada waktu nya ibu Liuzzi pun melihat keadaan Liuzzi yang telah tertidur lelap di kamar nya.
"Rupanya Liuzzi sudah tidur" ucap ibu Liuzzi yang langsung menutupi pintu itu kembali lagi, Liuzzi yang ketakutan pun langsung bernafas lega karena sangat ibu telah pergi dari kamar nua, dan Liuzzi pun mulai melanjutkan menulis nya untuk membuat rencana.
"Gua harus nulis beberapa rancangan untuk kejauhan abang gua dari Desi dan juga Bela!" ucap Liuzzi dengan nada pelan dan langsung mulai konsentrasi.
Pagi pun tiba, tanpa Liuzzi sadar Liuzzi semalam hanya tidur di meja belajar nya saja, ia pun memutuskan untuk bersiap-siap pergi kekampus.
Tiba-tiba secara Liuzzi pun langsung mendengar suara teriakan dari ruang tu, yang ternyata itu adalah suara Kenan yang berteriak-teriak memanggil namanya terus menerus.
"Liuzzi g*bl*k! cepet turun kebawah lu mau berangkat kuliah gak!" teriak Kenan berulang-ulang kali, Liuzzi pun langsung keluar dari kamar nya, kedua abang nya itu pun langsung pergi ke dalam mobil dengan cepat, Liuzzi belum saja sarapan ia pun terpaksa membawa bekal yang telah disiapin kan ibunya untuk nya.
Pada g*bl*k! pada ninggalin gua dong padahal gua kan pengen sarapan dulu!
Liuzzi pun menyadari bahwa ia akan pergi ke rumah pacar abang nya karena jalan ke arah kampus belum terliat sama sekali, Liuzzi tidak kaget sama sekali karena ia tahu bahwa ini adalah salah satu alur cerita yang akan terjadi jadi Liuzzi pun sudah menyiapkan beberapa rencana.
"Liuzzi kita turun dulu ya, soal nya mau nyamperin Desi dan juga Bela, lu tunggu di dalam mobil aja ok" ucap Aditya yang langsung turun dari mobil bersama dengan Kenan.
"Iye... sono pergi" ucap Liuzzi seperti nada menghusir, setelah mereka pergi Liuzzi pun langsung mengeluarkan kan sesuatu dari dalam. tasnya dan mulai menabur kan sesuatu ke bawah kursi itu.
"Nah.... sekarang. dah beres, tunggu rekasi mereka aja nanti" ucap Liuzzi dengan nada santainya, Desi dan Bela pun naik ke dalam mobil itu dan mulai berangkat ke kampus.
Di sepanjang perjalanan Liuzzi pun membaca buku sembari melihat ke arah bawah kursi, yang telah di ijak oleh Bela dan juga Desi.
Huft... kalo udah sampe kampus gua harus cepet-cepet turun dari mobil dan langsung bersembunyi!
Sesampainya Liuzzi di kampus Liuzzi pun langsung membuka pintu mobil itu dan dengan cepat Liuzzi pun berlari masuk kedalam kampus, kedua abang nya itu pun kebingungan mengapa Liuzzi berlari seperti itu.
"Lah!? si Liuzzi ngapain lari kaya gitu? tumben dia masuk ke kampus lari?" tanya Kenan yang semakin kebingungan menatap Liuzzi yang semakin jauh dari pandangan nya.
Di sisi Liuzzi, Liuzzi pun terus berlari dan tiba-tiba seseorang mengikuti nya dari belakang, dan langsung mengejutkan Liuzzi yang membuat pun terkejut.
"Anjirrr!!" teriak Liuzzi yang langsung melihat bahwa Yuri tiba-tiba menargetkan nya dari belakang, sedangkan keadaan Liuzzi tengah terengah-engah.
"Liuzzi kenapa lu lari weh?" tanya Yuri dengan penasaran, tetapi Liuzzi pun terdiam dan melihat sekeliling dengan wajah kawatir nya, Yuri yang melihat tingkah nya pun langsung kebingungan.
"Liuzzi lu kenapa? ko kaya orang ketakutan gitu?" tanya Yuri, Liuzzi dengan cepat pun menarik tangan Yuri dan langsung bersembunyi di semak-semak.
Kedua abang nya pun muncul, mereka tengah mencari Liuzzi dari seluruh penjuru sekolah tetapi tidak ketemu sama sekali, Yuri yang melihat kejadian itu pun segera ingin bertanya kepada Liuzzi.
"Liuzzi ke-" ucap Yuri tetapi tiba-tiba Liuzzi pun menutup mulut Yuri dengan cepat, sehingga kedua abang nya pun langsung merasa bahwa Liuzzi ada di sekitar semak-semak itu.
"Liuzzi!? lu disana kah?" ucap Kenan yang berlahan-lahan mendekati semak-semak itu, Liuzzi pun semakin ketakutan wajah nya pun langsung pucat,, ia takut jika abang nya akan menemukan dirinya di semak-semak.
"Kenan gak mungkin si Liuzzi ada di situ, lu ngadai anjirrr, ayo kita cari di tempat lain" ucap Aditya yang langsung berlari, Kenan pun langsung meninggal kan semak-semak itu, dengan cepat Liuzzi pun melepaskan tangan nya.
"Liuzzi! lu kenapa harus sembunyi sih?" tanya Yuri dengan tegas, Liuzzi pun langsung duduk di kursi dengan wajah nya ya yang tenang ia pun menarik nafas nya.
"Nih gua cerita ini, kenapa gua bisa sembunyi dan menghindari kedua abang gua" ucap Liuzzi dengan penasaran Yuri pun duduk. di samping Liuzzi dan mulai mendengar cerita nya.
"Jadi gua kabur dan sembunyi dari abang gua itu karena gua ngejahilin" ucap Liuzzi yang semakin membuat Yuri kebingungan dengan perkataan nya.
"Jadi gua itu nebariin lem superrr keras dan menambah kan beberapa pernak-pernik di lem itu" ucap Liuzzi dengan nada santai nya, Yuri pun terkejut mengapa Liuzzi melakukan hal konyol itu.
"terus, lu pengen tahu hal siapa yang kena target?" ucap Liuzzi dengan santai nya lagi, Yuri pun menganggukan kepalanya nya pertanda siapa yang terkena jebakan Liuzzi.
"Ya.... siapa lagi kalo bukan pacar abang gua Bela dan Desi buahahahah" teriak Liuzzi sembari tertawa, Yuri pun terkejut bahwa yang terkena jebakan Liuzzi adalah pacar abang nya sendiri.
Lah!? ko Liuzzi senang yak? kenapa kaya seru ya sama kejahilan Liuzzi, apa gua ikutan juga ya, gua jahilin langsung si Joy, pasti seru kayanya
"Oh! jadi lu di sini Liuzzi g*bl*k! sini lu anjirrr!" teiak Kenan yang langsung berlri menuju kearah Liuzzi dengan cepat Liuzzi dan Yuri pun langsung berlari, Kenan dan Aditya pun langsung berlari mengejar Liuzzi.
"Woiii Liuzzi bodoh!! sini lu anjirrr lu harus tanggung jawab woii" teriak Kenan dengan wajah kesalnya Liuzzi pun melihat kedua abang nya mengejar dirinya dengan wajah marah.
Ko ini jadi seru yak? kaya main kejar-kejaran gitu? jadi seneng gua, rencana berikut anak kubuat kalian lebih emosi buahahaha, lihat aja nanti, ini belum seberapa!!