My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 47 : Tawaran



1 Bulan Kemudian...


"Liuzzi, Kenan, Aditya ibu bangga sama kalian bertiga, bisa lulus dengan nilai dan peringkat terbaik di kampus" ucap Ibu Liuzzi yang langsung memeluk ketiga anak nya itu dengar erat.


Acara kelulusan telah dilaksanakan di kampus pada bulan ini, semua siswa dan siswi di kampus telah lulu dari jurusan nya masing-masing, mereka telah mempersiapkan diri untuk bisa bekerja dan ada pula pekerjaan itu datang kepada mereka sendiri.


Kadang.... rezeki tergantung dengan orang nya, seperti abang Aditya yang sudah diterima sebelum kelulusan di rumah sakit ternama, dan juga abang Kenan yang menjadi penerus tangan kanan ceo, karena sebentar lagi ayah pensiun dan ingin bekerja sebagai tangan kanan kedua dari ceo perusahaan...


Apalah... daya ku yang harus bisa mencari pekerjaan sendiri sekarang, sebenarnya aku ingin bekerja sebagai pemandu wisata, tetapi aku tidak ingin jauh dari keluarga ku... jadi aku harus bekerja sebagai apa dong!?


"Masa aku harus pengangguran!" teriak Liuzzi di sepanjang lorong kampus, yang sepi sunyi karena semua mahasiswa berkumpul di luar kampus, Liuzzi hanya berniat untuk mencari angin agar ia bisa mengetahui pekerjaan apa yang harus ia lakukan nantinya.


Tiba-tiba seseorang pun langsung menepuk pundak Liuzzi, yang membuat Liuzzi tekejut, ia pun sontak melihat kearah belakang nya rupanya itu adalah salah satu dosen yang mengajar nya.


Dia adalah dosen prempuan yang mendidik ku, waktu aku masih bingung dengan pelajaran, tetapi dengan senang hati ia mengajar ku meskipun itu pun harus merelakan jam waktu istirahat nya untuk mengajar ku, aku dari dulu sampai sekarang aku sangat berhutang budi pada dosen kesayangan ku


"Liuzzi kenapa kamu sendiri disini!? kenapa gak ngumpul sama yang lain? kan hari ini hari kelulusan kamu?" ucap ibu dosen, Liuzzi pun tersenyum sembari memikirkan apa yang harus ia jawab.


"Ah... say sedang ingin menghirup udara segar saja bu, soalnya saya lagi bingung dan gak tahu saya harus melakukan apa...." ucap Liuzzi yang langsung memasang wajah sedih nya, ibu dosen itu mengerti apa yang Liuzzi maksud kan.


"Kenapa kamu gak kerja sebagai dosen saja? seperti ibu, soalnya ibu juga sudah tua, ibu pengen pensiun tapi belum ada pengganti siapa yang akan menggantikan ibu... oh iya, kenapa gak kamu aja yang gantikan ibu sebagai dosen Liuzzi" ucap ibu dosen itu yang membuat Liuzzi pun tekejut dengan ucapan ibu dosen.


"Eh!? saya jadi dosen!? saya gak mampu jadi pengajar bu, saya juga belum ada pengalaman untuk mengajar mahasiswa, apa lagi siswa dasar aja saya gak pernah ngajar bu" ucap Liuzzi, ibu dosen itu pun memegang tangan Liuzzi, ia ingin Liuzzi bisa menggantikan posisi ibu dosen itu.


"Kamu pasti bisa Liuzzi, kamu juga punya banyak ilmu yang bisa kamu berikan kepada mahasiswa nanti... lagibpula menjadi guru atau pun pengajar gak harus butuh pengalaman untuk mengajar, yang penting kan kamu bener-bener pengen memberikan ilmu kepada semua murid" ucap ibu dosen dengan panjang lebar.


Liuzzi pun terdiam, ia pun memikirkan perkataan ibu dosen nya itu, ia juga memikirkan jika ia menolak tawaranenjadi dosen itu, ia harus bekerja sebagai apa lagi.


Apa gua terima aja ya buat jadi dosen di kampus ini!? tapi gua juga gak mau jadi anak yang berpendidikan tapi pengangguran!?


"Baiklah... saya akan terima tawaran ibu dosen, semoga saya bisa menjadi dosen seperti ibu" ucap Liuzzi sembari tersenyum, ibu dosen pun langsung tersenyum dan bersemangat lagi.


"Syukur lah... oh iya, nanti kamu juga bakal ketemu sama dosen baru kaya kamu loh... di juga sama kaya gitu seangkatan sama kaya kamu, tapi bedanya dia udah 1 bulan yang lalu jadi dosen di kampus ini, semoga kalian berdua bisa bekerja sama" ucap ibu dosen itu, yang membuat Liuzzi tekejut.


"Eh.. jadi ada dosen baru juga kaya saya!? tapi bedanya dia udah kerja 1 bulan yang lalu bu?" ucap Liuzzi yang masih tidak percaya dengan perkataan ibu dosen itu, ibu dosen itu pun menganggukan kepalanya.


"Dia itu orang nya populer dikalangan mahasiswa kampus, sampe-sampe dia dijuluki dosen muda, mungkin kamu juga bakal tersipu sama ketampanan dia nanti" ucap ibu dosen yang membuat Liuzzi pun merasa kesal dengan ucapan nya.


"Ibu ini ya... saya gak mungkin lah tersipu sama dia! orang dia senior saya nanti, ta meskipun sama angkatan tapi dia kan sudah lebih dulu berpengalaman dari pada saya" ucap Liuzzi yang langsung berfikir positif.


Liuzzi berbicara dan berbincang-bincang disana, tiba-tiba seseorang pun menghampiri mereka berdua, dengan pakaian sarjananya, ia pun langsung tersenyum kepada ibu dosen itu dan juga dengan Liuzzi.


"Eh!? Nay! kamu lulus fakultas kedokteran juga!? selamat ya" ucap Liuzzi yang langsung bersalaman dengan Nay, Nay pun tersenyum dan mengulurkan tangan nya kembali.


"Liuzzi kau tahu gak, aku punya kabar baik buat mu tahu" ucap Nay yang langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, yang ingin diberikan kepada Liuzzi.


"Uhuy... apa tuh!?"


"Tada ini dia surat undangan buat kamu Liuzzi, oh iya buat ibu dosen juga ada nih, ibu dosen dan juga Liuzzi jangan lupa datang ya" ucap Nay sembari tersenyum, Liuzzi pun langsung membuka surat undangan itu, tiba-tiba tekejut dan langsung membulatkan matanya.


"Hah!? kamu dan Zen bakal nikah minggu depan!" teriak Liuzzi sembari menatap Nay, Nay pun tersenyum kepada Liuzzi.


Pesan Author


Halo... author menyempatkan waktu untuk bisa membuat bab ini, ini adalah bab baru season 2,semoga kalian uka dengan kelanjutan cerita nanti... makasih ^^