My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 42 : Menikah!?



Tapi artinya yang sering chat gua di ponsel dengan nama UNKNOWN dan juga yang memberikan buku album itu, apa jangan-jangan si g*bl*k ini lagi!?


"Liuzzi kenapa diam aja?" ucap Greyson, yang langsung mendekati Liuzzi., Liuzzi pun sontak menendang lutut Greyson agar menjauh dari hadapan nya.


Itulah yang membuat Greyson sangat marah dan kesal kepada Liuzzi, Ia pun langsung menutup mulut Liuzzi kembali dan langsung mengikat kakinya lagi.


Cik! ngapain dia ngikat kaki gua segala sih!


Liuzzi pun berusaha untuk berteriak dan menggoyang tangan dan juga kaki nya, tetapi hasil nya pun sia-sia, Greyson pun mendekati Liuzzi dan membisikan sesuatu kepada Liuzzi tepat di telinganya.


"Liuzzi jika besok keluarga mu tidak mencari mu atau menolong mu, aku akan menikahi mu menjadi istri ku besok" bisik Greyson dan langsung tersenyum kepada Liuzzi, Liuzzi yang mendengar kan perkataan Greyson pun terdiam.


Greyson pun pergi sembari melambaikan tangan nya kepada Liuzzi laut langsung menutup pintu ruang itu dengan cepat, Liuzzi pun berusaha berfikir teknik apa yang bisa membuat nya lepas dari ikatan ini.


Gua tahu, gua harus menggesekkan tali plastik ini ke bagian bangku agar bisa terbuka!


Liuzzi pun berusaha membuka ikatan tali itu, yang membuat nya menghabiskan cukup banyak energi untuk membuka tali itu, tetapi usah tidak menghianati hasil, Liuzzi pun terlepas dari taki itu.


Sekarang gua harus bisa berjalan kearah jendela itu!


Liuzzi pun mulai berjalan sembari membawa kursi itu agar ia bisa memecahkan kaca jendela itu dan mengambil beberapa sepihan kaca itu untuk membuka bagian tali di tangan nya itu.


Tiba-tiba suara seseorang pun terdengar dari luar, terdengar suara 2 orang perempuan yang membuat Liuzzi penasaran siapa perempuan itu sebenarnya.


Di luar ruangan, terlihat kedua orang dengan santai nya pun duduk disana, Greyson pun mulai tersenyum kepada mereka berdua, siapa lagi jika bukan Desi dan juga Bela.


Mereka merencanakan ini semua untuk menjaga kerahasiaan indetitas mereka dari keluarga Liuzzi, Liuzzi pun berhenti untuk bisa mendengar percakapan mereka dari luar.


"Lu udah nangkap si Liuzzi kan!? gak sampe ada orang yang lihat kan akan kejadian lu nangkap Liuzzi!?" ucap Desi dan nada santainya dan dengan wajah tidak merasa bersalah akan perbuatan mereka, ia pun ingin memastikan bahwa rencana mereka berjalan dengan lancar.


"Ya lancar lah, gua gak bakal ngelukain dia ini, sans aja, terus pas lu udah nikarama abang nya gua saat adik nya iya kan?" ucap Greyson dengan nada semangat, Bela pun memutar kan bola matanya sembari menjawab iya kepada Greyson.


"Iya, si Liuzzi bodoh dan g*bl*k itu buat lu dah gua kasih"


"Uhuy, makasih weh, dari dulu emang gua udah suka sama si Liuzzi, sekarang berkat kalian berdua gua bisa bersama dengan dia" ucap Greyson dengan wajah senang nya, Desi dna juga Bela pun terdiam melihat tingkah dirinya.


"Sebagai ucapan terimakasih gua ke lu berdua, gua pengen kalian berdua ikut melancarkan atau seenggaknya menjadi penonton di hari pernikahan gua, oke jangan lupa datang ya!?" ucap Greyson yang membuat mereka pun menganggukkan kepalanya.


Liuzzi yang mendengar semua percakapan itu pun langsung mengepalkan tangan nya dengan kesakitan ia pun mengigit kain itu.


Desi! Bela! dia sengaja melakukan ini! dan juga mereka tidak mempunyai perasaan kemanusiaan! mereka semua sampah, yang harus dibuang!


Liuzzi pun mencari sebuah obeng untuk bisa memecahkan kaci untuk bisa ia kabur dari tempat itu, tetap tiba-tiba Greyson pun datang sembari membawa beberapa baju gaun dan juga tukang rias make up untuk Liuzzi berdandan besok.


"Liuzzi aku bawa sesuatu buat kamu, eh kenapa kamu jadi berpindah tempat ke tempat jendela!? oh apa jangan-jangan kamu mau kabur ya!?" ucap Greyson dengan nada yang tiba-tiba sinis kepada Liuzzi.


Liuzzi pun langsung hanya bisa terdian sembari melotot tajam kearah sebuah gaun dan juga tukang rias make up.


B*ng*t! gi*a dia beneran mau nikahan gua, ya Tuhan semoga ada pertolongan dari mu, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi


Dikantor polisi, mereka pun langsung cepat-cepat untuk melacak plat mobil itu, dengan rasa cemas ayah Liuzzi pun hanya bisa berjalan mondar-mandir.


Tiba-tiba salah satu orang dari kepolisian pun datang, sembari membawa kertas, yang berisikan jejak terahir mobil itu.


"Bagaimana pak!? dimana jejak terakhir mobil itu sekarang!?" ucap Aditya yang langsung mendekati pak polisi itu.


"Terakhir mobil itu bergerak ke arah sini, tempat yang tidak berpenghuni,disini ada beberapa kos-kosan kosong" ucap pak polisi itu sembari menujukan gambar itu kepada Aditya, Zen dan juga ayah nya itu.


Tempat yang tidak berpenghuni!, mengapa pria itu membawa Liuzzi kearah sana!? apa jangan-jangan!!


Hai semua nya, jangan lupa mampir di CS ku yakin baru, bantu like atau kasih hadiah sudah cukup membantu 🥰



Cerita sebuah kota yang telah hancur, semua umur manusia telah mati kecuali seorang 2 anak kembar yang harus bertahan hidup dalam keadaan itu.


"Lavender bagaimana kita bisa hidup seperti ini?" tanya Lavenderia sangat adik


"Kita harus bertahan hidup Lavenderia!" ucap Lavender dengan tegas


"Tapi kota ini kosong! semua bangunan sudah rusak bagaimana kita ingin bertahan hidup Lavender!" teriak Lavenderia


Bagaimana mereka bisa bertahan hidup dikota yang aneh dan menyeramkan seperti itu setelah terjadi kiamat meteor yang menghantam bumi!?