My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 81 : Pindah Rumah



"Coba buka pintu kamar nya sekarang!" ucap Kenan dengan nada tegasnya dan dengan wajah nya yang menatap Liuzzi dengan serius.


"Tidak ada! pergilah!" teriak Liuzzi yang langsung menutup pintu itu dengan cepat, dan menguncinya, Yuri dan Mirya pun seketika dibuat terkejut oleh tingkah Liuzzi.


"Liuzzi kamu kenapa emang!?"


"Ada abang Kenan! kalo kalian gak tidur sekarang gua bakal di tampar pipinya sama mereka bedua!" ucap Liuzzi dengan nada pelan dan dengan tergesa-gesa nya.


"Emang ya!?"


"Iya, kalo kalian gak tidur dan kalian ketahuan asal abang, pasti gua bakal dibawa-bawa karena telah mengajak kalian buat drakor korea maraton! jadi sekarang kalian cepetan tidur sekarang!" ucap Liuzzi yang langsung menarik tangan Yuri dan Mirya dengan cepat.


"Terus kalo Liuzzi gimana?" tanya Yuri, Liuzzi pun tersenyum licik "Aku akan maraton drakor dong" ucap Liuzzi dengan nada sombongnya.


"Dih!" teriak Mirya dan Yuri serentak


Setelah melewati malam hari yang sangat tenang, keesokan harinya Liuzzi pun terbangun dengan keadaan tertidur di lantai menggunakan karpet di depan televisi.


Liuzzi pun langsung melihat bahwa Mirya dan Yuri sudah tidak ada di kamar, ia pun langsung terburu-buru mencari mereka.


"Mirya Yuri kalian dimana weh!?" teriak Liuzzi di tengah-tengah ruang tamu, tiba-tiba Yuri dan Mirya pun datang menghampiri suara Liuzzi, Liuzzi tekejut melihat penampilan mereka yang ingin pergi kesesuatu tempat.


"Kalian mau kemana emang!? ko gak ngajak gua sih?" tanya Liuzzi dengan wajah terkejut, dengan rambut Liuzzi yang masih berantakan dan juga Liuzzi yang masih menggunakan tiama.


"Oh... kami ingin pergi ke tempat perumahan, untuk bisa mencari rumah" ucap Mirya dengan tingkat nya yang mulai berubah.


"Ha!? ke perumahan? buat ngapain kalian pergi ke sana? mau cari rumah?" tanya Liuzzi dengan nada terkejut, Mirya pun menganggukkan kepalanya.


" Kalian gak usah merasa tidak enakan dengan kami, kami juga ingin kalian berdua tinggal di sini bersama, bukan cari rumah lain" ucap Ibu Liuzzi yang tiba-tiba datang dari arah dapur, seketika mereka pun terkejut mendengar perkataan ibu Liuzzi.


"Ibu kami juga sudah dewasa kami ingin punya rumah sendiri, lagi pula biarkan kami tinggal di rumah yang akan kami jadikan sebuah rumah hangat, gak selama nya kita harus mengandalkan ibu dan ayah kan!?" ucap Aditya yang keluar dari kamar bersama Kenan.


"Huft... tapi anggap aja ini rumah kalian, kalian boleh sepuasnya tinggal di sini, jadi jangan khawatir ibu" ucap ibu Liuzzi yang mencoba menghentikan niat anaknya itu.


"Tidak bisa ibu, ibu sekarang apapun itu, aku dan Kenan akan tetap cari rumah, dan menafkahi keluarga kami sendiri" ucap abang Aditya dengan nada tegasnya.


"Lagi pula kan masih ada Liuzzi yang masih bisa menjaga ibu dan juga Ayah, dan kami juga mencari rumah tidak akan jauh dari rumah ibu dan ayah juga ko" ucap Kenan dengan nada santai nya.


Liuzzi pun langsung menatap tajam kearah abang nya itu sambil bersiap untuk berkelahi, Kenan pun langsung menutup mulutnya dengan rapat.


"Ya... jika kalian ingin membeli rumah baru untuk kalian izinkan ayah membayar uang nya sampai lunas" ucap ayah Liuzzi yang langsung duduk di kursi sembari membawa kopi di tangan nya itu.


"Tidak aku tidak akan menerima uang ayah sedikit pun, aku akan membayar rumah nya dengan uang ku sendiri" ucap Kenan dengan nada tegasnya, Liuzzi pun langsung memutarkan bola matanya itu.


"Huft... uang kalian aja kan udah dijadikan resepsi dan pesta pernikahan!? kalian masih belum ada uang, kasihan kaliannya, ujung-ujungnya kalian berdua nanti menta ama ayah" ucap Liuzzi dengan nada datar.


"Gak bakal ko, kita ingin mandiri!"


"Ha yakin nih!?" ucap Liuzzi dengan nada santai nya


"Ya iyalah!" teriak mereka serentak, Liuzzi pun langsung tertawa melihat ekspresi kedua abang nya itu, semua punya kebingungan melihat tingkah Liuzzi.


"Lah lu kenapa tertawa Liuzzi!?" tanya Aditya dengan wajah kebingungan.