My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 34 : Kisah Zen Dan Nay #3



Gua yakin, bahwa yang membuat mantan Nay putus karena sikap Nay yang sekarang.... kalo sikap Nay semakin parah, gua bakal putus ini dia!


Keesokan harinya di kampus Zen pun melihat Nay dengan keadaan gembira dan tiba-tiba memeluk dirinya dengan cepat, Zen pun tersenyum tipis kepada Nay dan langsung pergi begitu saja dari hadapan Nay.


Nay yang merasa bahwa Zen semakin curiga dengan sikap aslinya pun semakin kesalahan dan semakin ingin memaksa Zen untuk menjadi dirinya hingga ingin berniat untuk membuat Zen berada dalam genggaman nya.


Zeeennn... lu mau ninggalin gua sama kaya pacar gua!? tenang saja Zen... gua gak bakal membuat lepas dari genggaman gua...


Nay pun melotot tajam kearah Zen yang berjalan menjauh dari hadapan Nay, Nay pun tersenyum licik melihat diri Zen yang semakin ingin dipeluk oleh Nay.


"Zen... woi teriak salah satu teman Zen dari belakang, Zen pun melihat nya dan mulai menghentikan langkah nya, teman nya yang merasa kecapean karena berlari mengejar Zen membuat Zen dan teman nya beristirahat di kantin.


"Kuy lah kita ke kantin dulu, kayanya lu mau mati rasa deh?" tanya Zen yang membuat teman nya pun menyetujui perkataan nya lalu pergi ke kantin.


"Zen kenapa wajah lu kaya orang gimana gitu?"


"Maksudnya gimana apanya weh!?" tanya Zen yang masih bingung dengan perkataan temanya itu, temanya pun memasang wajah datarnya kepada Zen.


"Kaya orang yang merasa gak peduli gitu sama pacar nya sendiri" ucap teman nya itu, Zen pun lantas terdiam mendengar perkataan temanya itu yang langsung mengingat kan diri nya akan kejadian tadi pagi.


"Sebenarnya gua pengen cerita sih sama lu" ucap Zen dengan wajah lesunya, teman nya pun mempersilahkan dirinya untuk menceritakan segalanya kepada dirinya.


"Lu mau cerita apa emang? kalo mau cerita mah.... cerita aja gak usah dipendem gitu? luka yang orang kebingungan tahu, kaya orang butuh solusi" ucap Zen teman nya sembari menatap mata Zen, Zen pun mulai bercerita apa yang terjadi pada dirinya dengan Nay.


"Sebenarnya gua itu lagi bingung, gua lihat akhir-akhir ini sikap si Nay berubah gitu yang tadinya dia mandiri, baik, sopan, dan ceria tiba-tiba berubah jadi manja, suka marah-marah, gua gak tahu apa emang itu sikap asli nya atau bukan" ucap Zen dengan panjang lebar tanpa mereka sadari Nay berada di belakang mereka mendengar percakapan antara mereka berdua.


"Oh... jadi si Nah pacar lu ini berubah gitu dari awal pertemuan gak sikapnya kaya manja dan marah-marah?" tanya teman Zen yang ingin memastikan perkataan Zen, Zen pun menganggukkan kepalanya.


"Kalo gitu ya lu slow aja, namanya sikap cewek kaya gitu" saran teman Zen, Zen pun menatap tajam kearah temanya itu.


"Masalah ini udah dari 1 bulan yang lalu, mending gua putusin aja si Nay atau gua pertahanan dulu!?" tanya Zen dengan wajah lesunya, teman Zen pun berfikir dan ia pun mulai menjawab nya.


"Em... ya udah kalo menurut gua, lu kaya nya dah kesiksa mending lu putus ini aja si Nay nya dari pada lu kesiksa iya kan!?" ucap teman nya dengan santainya, Nay yang semakin kesal pun menahan emosi nya, ia ingin mengetahui apa jawaban Zen.


"Oh... jadi kamu mau putus darinaku Zen!?" tanya Nay dengan nada nya yang semakin marah, Zen dan teman nya pun menengok kearah belakang, terkejut melihat Nah yang berada dibelakang dan mendengar semua obrolan barusan.


"N-nay!? lu dari kapan di sin!?" ucap Zen dengan ketakutan, membuat Nay pun menatap tajam mata Zen, Zen yang kini telah lelah dengan sikap Nay pun ia pertegas diri untuk menghadapi Nay.


"Ya... memang kenapa kalau gua mau putus dari lu yang cuman nyusahin orang!" teriak Zen yang membuat seluruh kantin pun berdengung, semua mahasiswa pun pergi dari tempat itu, mereka tidak ingin melihat drama itu.


"Emang kenapa kamu mau putus in aku!? padahal aku gak salah!?" teriak Nay yang membuat Zen pun memasang wajah datarnya, semakin lama rasa Nay yang tidak ingin kehilangan Zen pun membuat nya harus berpura-pura lembut.


"Padahal aku gak salah loh... emang aku salah apa sih sama kamu?" tanya Nay sembari memasang wajah manisnya kepada Zen, Zen yang tidak mempan dengan wajah Nay pun melotot kearah Nay tanpa ekspresi apapun kearah Nah.


"Ngapain lu masang wajah kaya gitu!? lu mau pengen gua gak putus!? kalo itu alasan lu, semakin lama gua semakin jijik tahu gak sama wajah lu!!" teriak Zen dengan wajah kesalnya, Nay yang tidak bisa berbuat apa-apa pun berpura-pura menangis dihadapkan Zen.


Dengan cara ini mungkin hati Zen akan luluh dengan gua dan dia bakal batalin buat mutusin hubungan gua sama dia


"Gua bilang kita harus PUTUS, lu mau dengan cara apa pun untuk gak putus dari gua, tetep bakal sia-sia Nay" ucap Zen yang langsung pergi begitu saja dari hadapan Nay, Nay dengan kesal pun berteriak dan melontarkan pertanyaan kepada Zen.


"Kenapa sih lo cumat lihat sisi buruk gua!?apa semua cowok kaya gitu!?" teiak Nay dari kejauhan seketika langkah Zen pun terhenti mendengar perkataan Nay.


"Gak gak semua kaya gitu, asalkan lu gak mau ribetin orang pasti ada cowok yang suka sama lu" ucap Zen yang langsung owegi begitu saja, teman Zen yang masih melihat Nah menangis di sana pun seketika berlari keluar.


"Gua gak bakal lepasin lu begitu saja, gua bakal ngadu sama ibuku Zen..." ucap Nay yang langsung tersenyum licik kearah Zen yang semakin menjauh dari pandangan nya.


Flasback Off


Andai waktu dulu gua gak mutusin si Nay... mungkin ibu tidak akan jatuh sakit karena berita yang di berikan oleh Nay, sehingga terpaksa gua hars bertunangan dengan Nah demi kesembuhan ibu gua...


Rasanya gua kaya gak bisa terlepas dari kandang itu lagi, tetapi gua kesal karena Liuzzi menjauh dari gua, kenapa kita gak jadi teman saja, dan gak usah saling menjauh...


Disis Liuzzi yang tengah duduk melihat kearah yang sangat membuat nya ingin muntah.


Buek.. . . rasanya gua ngelihat mereka kaya mau muntah, gi*a kenapa gua terjebak di suasana seperti ini sih woi!!