My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 71 : Ibu Mertua



"Gua bakal serahkan jabatan gua buat dia! tapi asalkan lu jangan jauh in gua itu udah lebih dari cukup buat gua Yuri..." ucap Aditya dengan nada tegasnya, Yuri pun menatap Aditya ia tidak menyangka betapa nekat nya Aditya demi dirinya dan langsung meneteskan air mata nya, lalu memeluk Aditya dengan erat, Aditya pun membalas pelukkan Yuri sembari mengusap kepalanya itu.


"Gak, seharusnya lu jauhin gua aja udah cukup, mending lu jauhin gua aja ok" ucap Yuri dengan keras kepala, Aditya pun mengusap kepala Yuri sembari tersenyum kepada Yuri.


"Gak apa-apa ko Yuri, yang penting aku selalu deket sama kamu" ucap Aditya, Yuri pun mengusap kan air matanya.


"Tapi... kamu kan udah berusaha buat


berhubungan sama hati itu udah menjadi no satu, karena gak semua orang dicintai apa lagi mencintai" ucap Aditya sembari tersenyum dan merapihkan rambut Yuri yang tadinya berantakan.


"Ya... tapi lu kan udah berusaha buat dapetin jabatan itu!? dan kenapa di lepas gitu aja!? seharusnya lu mempertahankan apa lagi kedua orang tua lu pengen lu bisa sukses kan!? masa lu udah sekolah sampe S3 tapi kerjaan lu cuma jadi dokter biasa aja!?" ucap Yuri dengan tegas nya, Aditya pun menatap bulan ia hanya bisa terdiam saja.


"Btw... besok ada hari perikanan Nay dan juga Zen kan? lu mau gak ikut ke pestanya, dan menjadi pasangan gua di pesta itu?" ucap Aditya sembari tersenyum dan menatap bulan, Yuri yang baru pertama kali nya melihat Aditya tersenyum pun membuat nya salting.


"Ya... tentu saja aku datang ke tempat pernikahan Nay dan Zen, apa lagi Nay kan teman gua sama Liuzzi" ucap Yuri sembari menatap bulan juga.


"Ya udah kali gitu, gua pulang dulu, jangan lupa kalo bermimpi bawa gua juga ya Yuri" ucap Aditya yang langsung berjalan pergi begitu saja.


"He! maksud lu apa ya! gua gak bakal bawa luble mimpi gua ngerti lu!" teriak Yuri dengan kesalnya seperti anak kecil di sana, Aditya pun tertawa kecil mendengar reaksi Yuri.


Keesokan harinya Yuri pun terbangun dari tidur nya, ia terkejut karena tadi malam ia bermimpi bersama Aditya di mimpinya.


"Kenapa Aditya bisa ada di mimpi gua!? padahal tadi malam yang ucapan Aditya kan hanya untuk membuat gua salting doang!?" ucap Yuri dengan wajah nya yang sudah berkeringat, tiba-tiba telepon Yuri pun berdering.


Seketika membuat Yuri sedikit terkejut dengan dering ponsel itu, Ia pun langsung mengecek ponselnya itu, ternyata itu adalah Liuzzi yang menelepon nya, Yuri pun langsung segera mengangkat telepon nya itu.


"Halo Yuri, gimana lu udah siap-siap belum, gua bakal ke rumah lu nih" ucap Liuzzi dengan nada santanya, Yuri pun melihat jam di kamar nya itu yang menunjukkan jam 8 pagi.


"Masih geh pagi kan tamu datang jam 10 an!? lu emang nanti datang sama siapa? sendirian kah?" ucap Yuri yang mulai bergegas memilih beberapa baju gaun untuk di pakai nya nanti, sembari memegang ponsel nya itu.


"Gak sendirian ko, gua sama abang gua nanti bakal nge nyamperin lu ko-" ucap Liuzzi yang tiba-tiba di tutup telepon nya oleh Yuri, Liuzzi yang kesal pun langsung mematikan telepon nya itu dan langsung berangkat bersama kedua abang nya itu.


"Mampusss, si Liuzzi kenapa sih segala bawa abang nya itu!? udah malah gua belum siap-siap lagi!" teriak Yuri sembari membereskan tasnya.


Sesampainya Liuzzi dan kedua abang nya di depan rumah Yuri, Liuzzi pun mengetuk pintu itu, tiba-tiba ibu Yuri pun membuka pintu itu, seketika membuat Aditya pun langsung mendekati ibu Yuri dengan dengan sopan nya Liuzzi pun didorong ke belakang.


"Halo tante, saya Aditya teman satu kerjanya Yuri, oh iya tante kira-kira dimana ya Yuri?" ucap Aditya dengan nada sopan nya, ibu Yuri pun langsung berteriak memanggil nama Yuri.


"Yuri cepet nih... ada temen kamu yang pengen ketemu sama kamu"


"Iya bentar bu aku lagi siap-siap nih!" teriak Yuri dari dalam kamarnya, ia pun langsung keluar dari kamar nya itu.


Dengan baju nya yang terlihat polos tetapi elegan yang diberikan oleh wajah dan juga beberapa riasan di gaun nya itu yang membuat Aditya pun terpesona. Liuzzi dan Kenan yang melihat tatapan adanya yang seperti terkesima dengan Yuri pun langsung memukul bahu nya dengan kencang.


"Woi sadar diri kalo lu itu jelek!" bisik Liuzzi tepat di telinga abang nya itu, Kenan pun tertawa kecil, yang membuat Aditya pun ingin menarik telinga Liuzzi dan Kenan.


"Ayo kita berangkat, maaf lama menunggu" ucap Yuri sembari tersenyum tipis, ibu Yuri pun langsung membisikkan sesuatu tepat di telinga Yuri.


"Aditya itu juga tampan ya, sama-sama jadi dokter lagi kalian!? kenapa kalian gak langsung jadian aja dan menjadi menantu ibu" bisik ibu Yuri, yang membuat Yuri pun tersenyum kepada ibunya itu.


"Aku juga lagi berusaha ibu... semoga Aditya bisa jadi menantu ibu ya, jadi sekarang ibu gak usah bahas tentang ini dulu ok" bisik Yuri dengan tersenyum, Aditya pun tersenyum kembali Mereka pun langsung pergi.


Di sepanjang perjalanan Yuri dan Aditya selalu berdekatan satu sama lain sedangkan Liuzzi dan Kenan hanya bisa menjadi nyamuk di belakang, sembari memegang ponsel mereka.


"Liuzzi lu ngerasa kita jadi nyamuk gak sih disini weh!?" bisik Kenan di samping Liuzzi, Liuzzi pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya... gua jadi males lihat orang kaya gini di depan mata gua... gua jadi mau muntah, ditambah abang Aditya memegang tangan Yuri lagi, lihat aja noh wajar Yuri, dia langsung salting gitu" bisik Liuzzi dengan panjang lebar, Kenan pun mengangguk kan kepala nya.


"Semoga kita cepet-cepet sampe, sehingga kita agak usah lihat mereka berdua bermesraan" bisik Kenan, Aditya yang sedari tadi mendengar percakapan mereka pun kesal.


"Woi Liuzzi Kenan! lu pikir dengan kalian berbisik-bisik gitu emang gua gak bakal denger gitu maksud lu!" ucap Aditya dengan nada sinis nya, Kenan dan Liuzzi pun terdiam sembari tersenyum.


"Eh Liuzzi lihat, ada orang tampan noh di depan pintu itu!" teriak Yuri yang langsung menunjukkan jarinya, Liuzzi pun langsung melihat pria itu.


"Mikael! ngapain orang bodoh itu datang ke sini!" teriak Liuzzi dengan heboh nya, Kenan, Aditya dan Yuri pun terkejut melihat sikap Liuzzi yang tiba-tiba berubah menjadi kesal.


Baca karya tempan ku ya....