My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 50 : Pria Misterius



"Liuzzi sebenarnya kamu telepon sama siapa sih!? ko kamu sampe stres sendiri?" ucap ibu Liuzzi yang makin penasaran dengan tingkat anehnya Liuzzi.


"Ah... itu hanya tawaran kerja saja dari ibu dosen" ucap Liuzzi sembari tersenyum, ibu dan ayah Liuzzi pun seketika penasaran dengan apa yang akan dilakukan Liuzzi untuk bekerja.


"Jadi kamu kerja apa Liuzzi!? kamu kerja sebagai kepala kampus kah? atau sebagai ibu BK!?" ucap ibu Liuzzi yang semakin tumbuh banyak pertanyaan di otaknya.


"Soal itu... aku ditawarin buat jadi dosen sih hahahaha, pertamanya bukan aku yang menawarkan diri untuk menjadi dosen ibu, ayah! dua riussss deh!" ucap Liuzzi yang membuat kedua orang tua nya pun tidak percaya dengan Liuzzi.


Hadeh... tatapan mereka seperti tidak percaya sama omongan gua deh...


"Terus, gimana kamu jadi dosen beneran kan? kalo kamu jadi sih semoga kamu bisa kuat menghadapi para mahasiswa" ucap ibu Liuzzi, yang membuat Liuzzi pun langsung melemaskan wajahnya.


"Sebenarnya besok aku udah mulai ngajar, tapi masa hari ini aku yang baru lulus disuruh kerja besok, kan aneh!? harusnya dikasih waktu minimal seminggu lah... tapi kata ibu dosen dia udah mengundurkan diri, katanya dia punya jurus kaise, aku sih gak percaya..." ucap Liuzzi dengan panjang lebar.


Yuri pun menepuk pundaknya dan mulai mengulurkan tangan nya untuk mengucapakan selamat kepada Liuzzi, Liuzzi pun mengulurkan tangan nya kembali, ia bingung mengapa Yuri mengulurkan tangan nya.


"Lah lu kenapa Yuri? kenapa tiba-tiba langsung ngulurin tangan ke gua?" ucap Liuzzi dengan kebingungan, Yuri pun langsung menarik tangan Liuzzi menuju kearah mobil dan langsung memasukan Liuzzi ke dalam mobil.


"Dih! ko lu ngapain ini gua ajirr! gua kan lagi mau bicara sama orang tua gua! ?" ucap Liuzzi yang langsung mengerutkan keningnya.


"Dalah.... lagi pula lu kebanyakan ngomong, katanya mau party kelulusan, tapi lu nya aja masih kelamaan ngomong... lagi pula orang tua lu gak marah ko" ucap Yuri dengan santai nya, ibu dan ayah Liuzzi pun datang dan berterima kasih kepada Yuri.


Yuri pun tersenyum dan mulai melambaikan tangan nya, sembari melihat mobil yang ditumpangi Liuzzi beserta keluarga nya itu, yang mulai jauh dari pandangan nya.


Sesampainya Liuzzi dirumah, semua keluarga Liuzzi pun sibuk mempersiapkan beberapa cemilan dan juga tempat ruang tamu untuk berdansa nanti, Liuzzi pun Merasa kebingungan disana.


Ia seperti patung di pojokan rumah nya itu, melihat semua keluarga nya yang sedang sibuk dengan perkerjaan masing-masing, seperti ibu Liuzzi yang tengah mempersiapkan makan dan beberapa cemilan, dan kedua abang nya yang sedang menyiapkan beberapa musik untuk berdansa.


Liuzzi pun penasaran mengapa kedua abangnya memasang musik untuk berdansa.


"Abang Kenan, ngapain kalian masang musik kaya bernada dansa gitu? emang mau buat dansa juga, sambil pesta!?" ucap Liuzzi sembari memegang beberapa kaset.


"Iya... itu kan nanti ada yang datang bawa pasangan gitu, ya daripada cuma makan dan minuman mending bagi yang punya pasangan dansa, kalo yang jomblo ya cuma nonton dan berharap untuk minggir" ucap Kenan dengan santai nya, sebari menarik alisnya keatas.


"Alah! lu pikiran gua gak tahu, kalo lu lagi ngituin gua! lu sendiri aja jomblo! sadar diri bos!" ucap Liuzzi yang langsung ergi kekamar nya dan langsung mengunci nya.


Cik! sok-soan buat manas-manasin gua, nyatanya sendiri bya aja jomblo!


Tiba-tiba pintu kamar Liuzzi pun berbunyi, seseorang mengetuk pintu kamar Liuzzi, Liuzzi pun membuka pintu itu, ia pun tiba-tiba tekejut melihat Yuri yang sudah datang kerumah nya. Bersama beberapa tamu di dalam ruangan yang telah makan-makan.


Lah!? kan gua baru aja masuk kedalam kamar!? ko para tamu cepet amat datang nya!?


Tapi ngomong-ngomong ko Yuri cantik banget ya, kalo gak pake kacamata... semoga dengan dandanan Yuri yang seperti ini, abang Aditya menyukai nya, hahahaha


"Liuzzi kenapa kamu belum siap-siap!? padahal udah mau mulai loh pestanya? mending sekarang ayo lu bakal gua dandani" ucap Yuri yang langsung mendorong tubuh Liuzzi untuk segera mandi, an langsung mengunci pintu kamar Liuzzi.


Liuzzi pun hanya bisa menuruti kata-kata Yuri, ia pun segera mandi dan bersiap-siap untuk acara, setelah Liuzzi selesai memakai bbebrapa pakaian yang dipilih oleh Yuri, Liuzzi merasa bahwa pakaian yang dipilih oleh Yuri, sangat lah cocok dengan nya, seperti gaun tetap mempunyai nada tomboy.


"Keren juga lu pilih baju, konlu tahu gua suka sama baju yang kaya ginian?" ucap Liuzzi, yang duduk terdiam karena ia sedang didandani oleh Yuri.


"Ya tahu lah.... gua gitu loh, siapa sih yang gak tahu gua..." ucap Yuri dengan nada sombongnya.


Liuzzi pun semakin lama semakin kelelahan harus menunggu lama akan dandanan yang dilakukan oleh Yuri, Yuri dengan wajah jenius nya pun menabur kan beberapa hiasan, dan juga parfum.


"Selesai deh dandanan nya" ucap Yuri, Liuzzi pun dengan bersemangat pun melihat dirinya di cermin, ia hanya bisa terdiam, melihat dirinya yang berbeda dari biasanya.


Apa ini gua!? kenapa gua sangat berbeda!? apa jangan-jangan ini wajah Liuzzi aslinya?


"Ayo dari pada diem aja, ayo cepet kita keluar sekarang" ucap Yuri yang langsung menarik tangan Liuzzi untuk segera keluar.


Krek...


Pintu kamar Liuzzi pun terbuka, Yuri beserta Liuzzi pun keluar dengan keadaan yang sangat berbeda, semua orang yang berada diri ruang tamu pun seketika terdiam dan menatap Liuzzi serta Yuri yang sangat cantik, dengan berpakaian simpel.


Kenapa semua orang pada natap gua sama Yuri!? apa penampilan gua jelek ya!? apa emang karena kaya badut aja gua dimata mereka?


"Liuzzi dan Yuri itu kalian berdua kah!? ko aku kaya gak kenal kalian bedua? kalian sangat berbeda dari biasanya!" teriak Nay yang langsung mebuat Liuzzi dan Yuri pun tersenyum tipis sembari mata mereka yang melihat orang-orang disekeliling nya.


Tiba-tiba Liuzzi pun terkejut melihat seorang pria yang menggunakan masker dan juga menggunakan topi seperti orang misterius, Liuzzi penasaran siapa pria itu sebenarnya karena Liuzzi belum pernah melihat pria itu sebelumnya.


Pria itu siapa ya!? kenapa dia datang ke acara kaya gini dengan berpakaian seperti orang misterius gitu!? ko gua jadi penasaran siapa sih itu orang!? gua bakal tanya sama abang aja deh tentang berapa pria itu.


Tatap Liuzzi dengan tajam mengarahkan ke arah pria itu dan mengerutkan keningnya, dengan cepat pria itu pun menyadari bahwa Liuzzi melihat nya, ia pun memalingkan wajah nya dan mulai mencari makanan agar Liuzzi tidak menatap nya terus-menerus.