My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 23 : Malam Yang Dingin



Gua tahu lu suka sama abang gua kan.... Yuri lu jangan berpura-pura gak deh? tapi sayang nya lu gak bisa dapatkan dia karena abang gua pada keras kepala dan gak ada yang mau percaya ama omongan gua


"Liuzzi ayo kita balik nlah kerumah masing-masing" ucap Yuri yang langsung menggendong Joy untuk dibawa pulang ke rumah.


"Ya... byee sampe ketemu besok di kampus" ucap Liuzzi yang langsung pergi meninggalkan Yuri dan Joy, Liuzzi pun bergi kembali ke rumah nya di malam yang sangat sejuk, angin berhembus kencang.


Malam yang sangat dingin, gua jadi keingat ingat dulu pas dikehidupan lalu gua pernah pulang sendiri karena pacar gua ada kerjaan mendadak


Flashback On


"Lu kenapa diam aja sih!? katanya mau kencan berdua, tapi buktinya lu cuma main HP doang dari tadi" ucap Hana dengan wajah cemberutnya.


"Ya... Maaf kan ini juga ada kerjaan kantor" ucap pacar Hana yang masih fokus dengan hpnya sambil menengetik sesuatu di hpnya itu.


"Tau ah!? mending gua balik daripada minum cuma berduaan ama lu yang emang gak fokus sama kencan kita!" ucap Hana yang langsung mengambil tasnya dan pergi dari cafe itu dengan keadaan kesal dan marah.


"Cik! bukan nya sebagai cowok kejar tapi malah diam aja! gak jelas banget dasar gak peka!" teriak Hana di sepanjang trotoar dengan keadaan jalan yang sepi, angin menghembus kencan mengarah ke arah nya.


"Gua suka sama angin bisa menenangkan gua ketika gua lagi kesel sama seseorang..." ucap Hana yat langsung berjalan dengan keadaan tenang di sepanjang malam.


Flashback Off


Tiba-tiba tanpa Liuzzi sadar, ia pun tiba-tiba dikejutkan dengan keberadaan Bela dan juga Desi di hadapan nya yang tengah berjalan ke arah nya. Liuzzi dengan tenang pun menarik nafas nya dan bersikap seperti Liuzzi pada aslinya.


"Liuzzi kamu disini rupanya" ucap Desi yang langsung memeluk dirinya dengan cepat, Liuzzi pun seketika terdiam karena tingkah Desi yang tiba-tiba mengejutkan dirinya.


"Lah!? emang kenapa kalian di sini?" tanya Liuzzi dengan nada kebingungan, Desi dan juga Bela pun langsung menceritakan tentang kejadian tadi sore.


"Jadi waktu itu..." ucap Bela yang mulai bercerita, Liuzzi pun mendengar kan cerita itu dengan seksama dan dengan wajah kesalnya kepada Desi dan juga Bela.


Flashback On


"Seharusnya om gak usah bentak Liuzzi, kan kasihan Liuzzi nya jadi sedih" ucap Desi dengan nada sedih nya dan dengan wajah sedih nya yang hanya sebatas pura-pura, ayah Liuzzi pun hanya terdiam menyesali perbuatannya karena telah membentak Liuzzi.


"Maaf semua penunjung, sihlakan makan kembali maaf akan keributan yang telah diperbuat oleh kami" ucap Kenan yang langsung menundukan kepalanya untuk meminta maaf kepada semua penunjung disana.


"Mari kita pulang terlebih dahulu" ucap ayah Liuzzi yang langsung berjalan ke arah pintu keluar restoran diikuti oleh ibu, Aditya, Kemana dan juga Desi, Bela.


Di dalam mobil semua hening tidak ada satu pun yang berbicara, termaksud Desi dan juga Bela yang tengah bermain hpnya masing-masing.


"Gimana ibu? Liuzzi ada di rumah gak?" tanya Aditya dengan wajah cemas nya, ibu Liuzzi pun terdiam dan langsung duduk begitu saja di sofa.


"Liuzzi gak pulang ke rumah terus dia pergi kemana! ?" ucap ibu Liuzzi dengan histeris menangis, Aditya pun segera memeluk ibunya itu dengan erat.


"Ibu jangan khawatir Liuzzi kan anak kuat, laginpula dia udah dewasa dan udah pemberani, pasti dia gak kenapa-kenapa" ucap Aditya yang mengelus-elus bahu ibunya itu. Tetesan air mata itu pun terus mengalir di pipi ibu Liuzzi.


"Kenan kamu cari adek mu, keburu malam nanti jadi susah nyarinya" tegas ayah Liuzzi kepada Kenan, Kenan pun segera pergi mencari Liuzzi menggunakan mobil, Desi dan juga Bela pun langsung berencana untuk mencari Liuzzi.


"Om kita cari Liuzzi juga ya, om?" ucap Bela yang langsung bersemangat untuk mencari Liuzzi, ayah Liuzzi tidak begitu yakin bahwa mereka berdua akan di izinkan.


"Kalian gak usah cari Liuzzi, biarkan Kenan yang mencarinya sendiri" ucap ayah Liuzzi yang membuat Desi pun langsung berkata tegas kepada ayah Liuzzi.


"Om, kami juga pengen cari Liuzzi biar cepet ketemu nya" ucap Desi dengan nada tegas, ayah Liuzzi pun langsung berfikir bahwa ada benar nya juga jika Bela dan juga Desi membantu mencari Liuzzi.


"Ya sudah, om izinkan kalian cari Liuzzi" ucap ayah Liuzzi yang langsung tersenyum tipis kepada Desi dan juga Bela.


Flasback Off


"Jadi abang Kenan dan juga yang lainnya mencemaskan diri mu Liuzzi, termaksud kami berdua" ucap Desi dengan wajah senang nya, Liuzzi yang mengetahui bahwa mereka hanya berpura-pura sok kawatir dengan dirinya.


Cik! gua gak bakal kemakan ama omongan jijik lu berdua! caper aja yang lu bisa!


"Baiklah aku akan balik ke rumah, karena abang, ibu dan juga ayah pasti sudah cemas" ucap Liuzzi yang langsung tersenyum lebar, dengan segera mereka pun kembali ke rumah dengan cepat.


Sesampainya di rumah ibu Liuzzi pun melihat Liuzzi yang tengah berdiri di depan pintu dengan wajah nya yang tersenyum, ibu Liuzzi pun cepat-cepat berlari ke arah nya dan langsung memeluk nya dengan erat.


"Liuzzi kenapa kamu pergi gak langsung pulang ke rumah sih?" ucap ibu Liuzzi yang langsung menangis dihadapkan Liuzzi, Liuzzi hanya tersenyum melihat ibunya mencemaskan diri nya.


"Maaf ibu Liuzzi memang salah.... seharusnya Liuzzi tidak marah-marah kaya gitu di sana" ucap Liuzzi yang membuat ibu nya pun langsung memeluk kembali Liuzzi.


"Ayah.... aku belum ketemu si Li-" teriak Kenan dari pintu saking kecapean nya, ia pun langsung melihat bahwa Liuzzi telah pulang ke rumah, ia pun langsung pingsan seketika di lantai.


"Woi... Kenan gak usah banyak drama lo deh!? gua tahu lu pura-pura pingsan kan?" ucap Aditya yang langsung menatap tajam wajah Kenan, tidak ada respon apapun dari Kenan Aditya pun langsung menampar pipi Kenan dengan kencang.


"Sakit woi, g*bl*k banget sih!!" teria Kenan dengan kesal, Aditya pun tersenyum yang membuat Kenan pun ingin membalas perbuatan Aditya.


Keluarga gua sekarang bahagia, tapi bahaya masih mengintai gua, gua harus singkirkan bahaya itu! agar senyuman keluarga gua tetap ada...