
Ko ini jadi seru yak? kaya main kejar-kejaran gitu? jadi seneng gua, rencana berikut anak kubuat kalian lebih emosi buahahaha, lihat aja nanti, ini belum seberapa!!
Liuzzi pun seketika menghentikan langkah nya, melihat Nayla dan juga Zen berjalan berdua, Zen terlihat seperti kelelahan sedangkan Nay terlihat seperti orang yang sangat bahagia berdekatan dengan Zen.
"Akhirnya gua nangkep lu Liuzzi bodoh!" teriak Aditya yang langsung menarik tangan Liuzzi dengan cepat, Liuzzi pun hanya bisa mengalahkan untuk diinterogasi oleh kedua abang nya itu.
"Jadi lu berdua mau apain gua ha!?" tanya Liuzzi dengan wajah datar nya, Aditya dan Kenan pun membawanya ke tempat parkiran dimana disana Desi dan juga Bela telah menunggu untuk melepaskan kakinya dari lem itu.
"Gua minta lu lepasin mereka berdua dari lem itu, apapun caranya, lu harus lepasin sekarang" ucap Aditya dengan tegas, Liuzzi yang menatap wajah Aditya pun merasa semakin kesal dan Liuzzi pun langsung mendekati Bela dan Desi.
"Kak Bela dan Desi, kalian buka aja sepatu kalian, biar nanti diganti pake sepatu yang ada di bagasi dulu aja ya" ucap Liuzzi yang membuat Bela dan Desi pun membuka sepatu mereka dan langsung menuju bahasa untuk mengambil sepatu.
"Sekarang lu bersiin semua belas lem ini, kalo ayah sampe tahu, beh... habis lu" ucap Kenan yang menakut-nakuti Liuzzi, tetapi respon Liuzzi malah santai sama sekali tidak peduli dengan perkataan abang nya itu.
Mereka pun meninggal Liuzzi disana bersama dengan Yuri yang menemani dirinya, Liuzzi pun dengan cepat mengeluarkan sesuatu didalam tasnya itu.
"Liuzzi lu mau bersihin itu pake apa? kalo bersiin lem itu susah lo, soalnya itu merekat banget" ucap Yuri yang langsung cas dengan Liuzzi, Liuzzi pun tersenyum dan menunjukan suatu benda yang berupa sebuah air yang telah dicampur oleh sesuatu kedalam nya.
"Ini dia, gua udah dapat solusi nya, lu pikir kejadian ini bakal gak akan terjadi? makanya gua bawa alatnya" ucap Liuzzi yang langsung menuangkan nya di sekitar lem itu dengan perlahan-lahan.
Lem itu pun mulai melepas dan Liuzzi pun langsung mengambil lem itu yang sangat berat ditambah dengan sepatu Bela dan Desi yang masih menyangkut disana.
"Terus sepatu mereka lu apain weh?" tanya Yuri, Liuzzi pun menuangkan air tersebut di sekitar sepatu, sepatu itu pun terlepas Liuzzi dengan cepat mengeluarkan kantong plastik hitam besar dan langsung memberikan kantor plastik itu kepada Yuri.
"Bawa sepatu itu, kasih ke Bela dan juga Desi ok" ucap Liuzzi yang sedang fokus melihat bentuk dari telapak sepatu itu dengan cermat.
"Lu gak iku-" ucap Yuri yang tiba-tiba terpotong karena Liuzzi menyela pembicaraan Yuri.
Di sisi Liuzzi, Liuzzi pun memfoto beberapa alas sepatu itu dengan cepat dan langsung membuangnya, Liuzzi mengetahui bahwa sepatu mereka adalah sepatu berkelas yang bermerek.
Dasar pura-pura! sok miskin! gua sudah punya bukti bahwa sepatu lu itu adalah sepatu bermerek yang sedang terkenal!
Yuri pun berlari ke arah kantin, karena kedua abang Liuzzi dan juga Bela, Desi sedang makan disana bersama. Yuri pun tiba-tiba merasa sedih melihat Aditya bersama Bela tertawa bersama.
Kenapa gua Jadih sedih gini!? seharusnya gua seneng dong bukan sedih... tapi hati gua gak terima sih... Yuri lu harus kuat samperin mereka terus kasih sepatu nya deh, terus lu balik, gampang kan!? ayo Yuri lu pasti bisa!
"Kk Desi, Bela ini sepatu kalian berdua dari Liuzzi tadi" ucap Yuri yang langsung memberikan kantong plastik itu kepada Bela, Yuri pun langsung pergi begitu saja dengan cepat padahal Bela dan Desi ingin mengucapkan terimakasih kepada nya.
"Eh!? Yuri udah selesai kasih sepatunya?" tanya Liuzzi sembari membawa hpnya dan yang tengah melihat telapak sepatu itu.
"Ya... gua udah kasih, gua masuk ke kelas dulu ya byee" ucap Yuri yang langsung berlari meninggal Liuzzi, Liuzzi yang melihat wajah Yuri yang merasa sedih pun mengetahui bahwa Yuri sedang kecewa.
Si Yuri kasihan banget lu, gua tahu lu pasti lihat abang Aditya karena dia udah punya calon istri jadi lu pengen hindarin dia tapi gak bisa kan? sabar ya, gua juga sedang ada di posisi lu.... kita berdua mempunyai nasib yang sama...
Pesan author hari ini....
[Hai semua... makasih sejauh ini udah baca karyaku, dan yah.... kali ini aku bikin bab ini sedikit karena aku lagi banyak tugas yang menunggu, jadi yah... besok ku usahakan untuk bisa panjang lagi ya, seperti bab yang lalu. semoga sehat selalu semua...]
Baca chat story baruku 👇👇