My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 37 : Nay Pembelot!?



"Ok kita Terima aja ajakan di Liuzzi, kalo si Liuzzi benar-benar tahu rencana kita, kita harus segera melakukan tindakan lanjutan!" ucap Bela yang langsung mengetik pesan untuk Liuzzi.


Disisi Liuzzi yang tengah bernafas lega bersama Yuk lri di kantin sembari makan dan juga minum, tiba-tiba ponsel Liuzzi pun berdering berisikan pesan dari Bela. Liuzzi dengan cepat pun membuka isi pesan itu dan membacanya.


Isi Pesan


Bela: Hai Liuzzi, ok gua dan juga Desi bakal pergi ke restoran yang lu bilang, dan sesuai dengan waktu dan jam yang sama jangan sampe telat!


Liuzzi pun membulat kan matanya melihat tanda seru di akhir kalimat itu, yang membuat semakin bersemangat untuk membuka semua perbuatan mereka berdua.


Cik! ngapain lu pake tanda seru! lihat aja gua bakal buat kalian berdua di penjara!


Yuri yang melihat wajah Liuzzi pun bertanya kepada Liuzzi, mengapa ekspresi wajahnya seperti seseorang yang akan melakukan kejahatan kepada orang lain.


"Liuzzi!? ko wajah kamu kaya orang mau ngelakuin kejahatan? apa jangan-janhan kamu bakal ngelakuin kejahatan!?" ucap Yuri yang membuat Liuzzi pun terdiam mendengar perkataan Yuri.


"Kaga woi!? gua gak ngelakuin kejahatan! orang gua cuma pengen membela kebenaran" ucat Liuzzi yang membuat wajah nya kesal dengan Yuri yang asal menuduh.


"Ya maaf, abisnya wajah kamu kaya orang mau ngelakuin kejahatan?" ucap Yuri yang membujuk Liuzzi agar tidak kesal dan marah kepada Yuri.


Gua bakal selesaikan alur cerita ini! gua gak mau lama-lama algi memikirkan alur cerita ini!


Setelah berbincang-bincang, belum kampus pun berbunyi semua mahasiswa langsung masuk ke kelas masing-masing, seperti biasa Liuzzi pun melihat wajah Nay yang tengah baik-baik saja dan ingin berteman lagi dengan Liuzzi.


Sedangkan teman lainya menganggap bahwa Nay sekarang pembelot yang ingin berteman dengan musuh nya sendiri. Salah satu teman nya pun menyenggol bahu Nay agar Nay tidak memperhatikan Liuzzi dan tersenyum kepadanya.


"Nay lu kenapa sih!? kita kan musuhan sama si Liuzzi! lu mau temenan sama dia!?" ucap salah satu teman nya itu dengan wajah kesal nya, Nay pun memasang wajah datarnya kepada semua teman-temannya.


"Lu kenapa sih Nay jadi berubah gini! kan si Liuzzi itu musuh! gua ingetin sekali lagi! dia itu musuh kita!" teriak salah satu temanya lagi yang membuat Nay sangat emosi dengan perkataan temannya.


"Lu bisa gak, gak ba*ot dikit! sekarang gua sama Liuzzi udah gak musuhan lagi! ngerti gak!?" ucap Nay yang langsung mempertegas suaranya, yang membuat sesuatu teman-temannya yang mendengar perkataan Nay pun merasa bahwa Nay sudah lah bukan teman mereka.


"Oh... jadi cerita nya lu itu pembelot ya Nay!?" tanya teman duduk sebelah Nay, Nay pun mengerutkan keningnya dan membulatkan matanya dengan perasaan terkejut.


"Gua!? gua pembelot!? ematapa salah nya kita baik sma musuh kita sendiri!? yang penting musuh tapi jangan berlarut-larutlah! lu juga punya dosa, gua tahu gua sekarang salah smaa sikap gua sama Liuzzi dulu, tapi sekarang gua udah berubah, gua gak mau nyakitin orang lagi!" teriak Nay dengan kencang yang membuat Liuzzi dan semua teman-teman dikelas pun mendengar percakapan Nay.


"Tapi lu duluan kan yang harus membuat kita membenci Liuzzi dan membalas dendam kepada Liuzzi!? kenapa lu yang jadi berubah sih!? padahal gua sma teman-teman lain pengen bantu buat balas dendam lu ke si Liuzzi loh!?" ucap salah satu teman nya itu sembari menatap matanya kearah Nay tanpa kedip, terlihat dari matanya yang menyisakan kekesalan dan kekecewaan kepada Nay.


"Ngapain lu kesini!? kasihan smaa Nay karena gak ada yang bela dia!?" tanya teman Nay dengan nada kesalnya, menatap Liuzzi dengan wajah yang tidak menyukai Liuzzi.


"Enggak sih sebenarnya... gua gak merasa mau belain si Nay, tapi apakah kalian gak cape mau balas dendam mulu sma orang? seharusnya kalian lebih mementingkan diri sendiri dari pada orang lain?" tanya Liuzzi dengan nada sombongnya yang tengah seperti mengajari teman-teman Nay.


Sontak membuat semua teman-teman nya terdiam, tidak berkata sedikitpun keluar dari mulut mereka, Nay pun tersenyum kepada Liuzzi, Liuzzi yang melihat senyuman Nay pun membalas nya.


"Jadi Nay lu beneran bakal temenan sama Liuzzi!? kalo kaya gitu gua mau ikutan sama kaya lu aja deh? boleh gak?" ucap salah satu temannya itu, dengan wajah nya yang menundukkan kepalanya, perasaan malu kepada Liuzzi dan Nay pun membuat mereka tersenyum.


"Iya... gua juga mau kaya lu aja lah Nay, gua juga udah capek sama balas dendam kaya gini, bikin hidup gua gak tenang" ucap teman sebangku Nay, Nay pun tersenyum kepada teman-teman nya.


"Ya... kalian kau teman gua, masa gua gak maah lihat teman-teman gua tobat!? iya gak Liuzzi?" tanya Nah kepada Liuzzi, Liuzzi pun mengangguk kan kepalanya.


Tiba-tiba dosen pun datang, membawa beberapa buku untuk dipelajari hari ini, Liuzzi pun duduk di kursi nya lagi, semua pun tamak normal, melihat teman-teman lama Liuzzi yang telah berbaikan dan tidak akan membalas dendam kepadanya membuat Liuzzi harus bersiap-siap untuk nanti malam.


Sekarang misi gua udah selesai, membuat pertemanan gua menjadi kembali normal, tetapi teman terbaik gua adalah tetap Yuri, love best Yuri


Kring-Kring


Bel pun berbunyi semua mahasiswa bertebaran untuk pulang ke rumah mereka, Liuzzi yang tengah terburu-buru untuk bisa datang ke restoran tempat ia berjanjian ingin berbicara sesuatu kepada Desi dan Bela, tiba-tiba Nay dan teman-teman nya pun menghalangi Liuzzi untuk pergi.


"Kalian ngapain menghalangi jalan!? tolong minggir soal nya gua ada kerjaan jadi gua harus buru-buru" ucap Liuzzi yang langsung berjalan di samping meja nya, tiba-tiba Nay pun langsung menutup jalan itu dengan cepat.


Semua jalan pun tertutup membuat Liuzzi tidak bisa keluar dari kelas, padahal sebentar lagi jam menujukan jam kearah jam 5 sore.


"Kalian sebenarnya mau ngapain sih!? kalo mau ngomong sesuatu besok aja ya, soalnya aku lagi mau buru-buru nih!?" ucap Liuzzi dengan nada panik nya sembari melihat kearah luar kelas.


"Gua sama teman-teman gua mau ngomong penting sama lu Liuzzi, bentar aja boleh kan?" ucap Nay seperti nada memohon kepada Liuzzi, Liuzzi pun yang mempunyai sedikit waktu untuk berbicara dengan Nay pun mengizinkan nya.


"Iya boleh, tapi cepetan gua lagi buru-buru soalnya" ucap Liuzzi yang sedari tadi melihat jam tangan dan melihat ke arah luar dari tadi.


"Liuzzi mau gak jadi teman kita lagi? jadi bestie friends kita?" tanya Nay, yang membuat Liuzzi pun membulat kan matanya mendengar perkataan Nay.


"Apa!?"