
Kenapa ini!? kenapa abang Aditya dan Kenan malah berbalik marah sama gua!? apa jangan-jangan mereka sudah....
"Kau ingin memfitnah kak ipar mu lagi Liuzzi!?" ucap Aditya yang langsung membulat kan matanya dan langsung menatap tajam kearah Liuzzi.
"Aku tidak memfitnah nya abang!" teriak Liuzzi yang langsung berdiri untuk membela dirinya, Liuzzi pun membulat matanya lagi, dengan tajam.
"Seharusnya kalian tidak bertengkar, apa lagi kau Aditya, kau kan kak seharusnya kau mendengarkan perkataan adik mu dulu" ucap ayah Liuzzi yang langsung membuat Aditya pun memutar matanya.
"Gua bingung dengan abang, kenapa abang gak percaya sama gua, kenapa abang lebih percaya sama pacar nya sendiri!? padahal gua adik kandung lu berdua! seharusnya sesama adik kandung lu harusnya percaua sama gua bukan nya sama orang lain li jadi lebih percaya!" ucap Liuzzi yang membuat Aditya dan Kenan terdiam mendengarkan perkataan Liuzzi.
"Apa jangan-jangan gua bukan adik kandung kalian berdua!? sehingga nkalian gak percaya sama perkataan gua!?" ucap Liuzzi yang langsung berlari pergi dmdari tempat itu dengan cepat.
"Liuzzi nak tunggu dulu nak, kamu belum selesai di obati!" teriak ibu Liuzzi, tetapi semua hasil itu sia-sia, Liuzzi tidak mendengarkan kan perkataan ibunya, ia sudah terlanjur kesal dengan perkataan abang nya itu.
"Seharusnya bkalian dengaokan dulu perkataan adik bkalian! mana rahu perkataan nya kali ini benar!" ucap ibu Liuzzi dengan nada tegas nya kepada kedua anak nya itu.
"Tapi ibu Desi dan juga Bela sudah memberi tahu, kalau Liuzzi akan berbohong lagi!" teriak Kenan yang langsung membela perkataan Desi dan juga Bela.
"Tetapi lenapa adik kalian bisa terluka!? mana mungkin adik kalian ingin mencekik lehernya sendiri karena cuma ingin berbohong saja dan memfitnah saja kepada Desi dan juga Bela!?" ucap ibu Liuzzi yang langsung membela Liuzzi, mereka pmberuaa pun langsung terdiam.
Kenan dan Aditya pun berfikir sejenak menggunakan logika mereka, tetapi apa yang dikatakan ibu mereka ada benar nya juga, mengapa Liuzzi harus melakukan hal sebodoh dan segi*a itu hanya demi memfitnah orang.
"Perkataan ibu ada benar nya seharusnya kami tidak berkata kasar kepada Liuzzi" ucap Aditya dengan wajah bersalah nya, dan juga Kenan yang ikut merasa bersalah kepada Liuzzi.
Tetapi disisi Liuzzi, Liuzzi pun berjalan di trotoar dengan wajah sedih nya, sembari melihat ke arah bawah, dengan wajah murung nya, tiba-tiba mobil pun berhenti di samping Liuzzi. Liuzzi pun terkejut mengapa mobil itu berhenti di samping jalan.
Seseorang pun keluar dari dalam mobil itu menggunakan baju yang serba hitam seseorang itu pun mendekati Liuzzi, dan langsung membuat Liuzzi terkejut adalah orang itu langsung memeluk dirinya dan membuat Liuzzi tidak bisa bergerak sama sekali.
Berkat bantuan orang lain yang langsung keluar dari mobil, Liuzzi pun ditutup untuk menggukosapu tangan untuk membuat Liuzzi pingsan.
Tetapi disisi lain tanpa mereka sadari seseorang pun melihat tragedi yang menimpa Liuzzi pada hari itu, ia menjadi saksi mata yang melihat kejadian itu.
"Li-liuzzi!? Liuzzi diculik oleh seseorang!?" ucap Zen yang sedang bersembunyi di balik pepohonan yang tak jauh dari tempat itu.
Sebenarnya apa yang mereka lakukan kepada Liuzzi!? gua harus merekam kejadian ini dan memberikan bukti ini kepada keluarga nya!
Setelah berselang beberapa menit, orang yang menculik Liuzzi pun langsung pergi membawa Liuzzi, dengan kecepatan penuh mobil itupun melaju dengan cepat.
Zen pun langsung pergi untuk memberi tahu kepada keluarga Liuzzi bahwa Liuzzi telah di culik oleh seseorang, dengan penuh tergesa-gesa Zen pun melewati banyak orang yang berada di trotoar itu dan selalu menanyakan diaman tempat tinggal Liuzzi di sekitar tempat tinggalnya.
Setelah Zen berusaha mencari dimana tempat tinggal Liuzzi berada, Zen dengan cepat pun mengetuk pintu itu, seketika ibu Liuzzi pun membuka pintu itu dan melihat Zen dengan keadaan kelelahan.
"Maaf kamu siapa ya?" ucap Ibu Liuzzi yang tidak pernah melihat Zen, Zen pun langsung memperkenalkan dirinya kepada ibu Liuzzi "Saya Zen, teman kampus Liuzzi, saya hanya ingin memberi tahu tentang Liuzzi" ucap Zen dengan terengah-engah.
"Memang kenapa dengan Liuzzi anak saya?" ucap Ibu Liuzzi yang semakin cemas dengan keadaan Liuzzi, seketika kedua abang nya dan juga ayah Liuzzi pun mendengar perkataan Zen.
"Sebenarnya anak anda itu..."