My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 74 : Liuzzi Adalah Tempat Sandaran



"Kenan lu pasti sedih... maaf in gua ya, gua emang salah" ucap Mirya yang langsung meneteskan air mata nya, sontak membuat Kenan pun terkejut dan langsung memeluk Mirya.


"Gak apa-apa, lagi pula kalo jabatan kan masih bisa naik jika kita rajin bekerja" ucap Kenan yang langsung tersenyum kepada Mirya, Mirya yang masih berasa bersalahnya dengan Kenan pun hanya bisa tersenyum balik.


"Ya... sudah gua mau pergi dulu buat beres-beresin barang-barang mau pindahan ruangan dulu sama pak tangan kanan ceo" ucap Kenan yang langsung pergi ke ruang kerjanya.


Kenan pun melepaskan tanda nama jabatan nya yang terletak di depan mejanya, dan membereskan beberapa barang lainya kedalam kotak, pak menejer itu datang membawa kotak barang-barang nya untuk diletakkan diri ruangan nya.


"Sihlakan pergi dari tempat ini" ucap pak menejer itu dengan nada sombongnya, Kenan pun pergi dari sana dan langsung meletakkan barang nya di ruangan menejer.


Setelah selesai bekerja Mirya yang mereasa masih sedih pun ingin menangis tetapi ia tidak tahu harus siapa yang mendengarkan curhatan nya, di perjalanan pulang Mirya pun bertemu dengan Liuzzi yang tengah duduk di taman.


Tetapi secara tak disadari Yuri pun juga melihat Liuzzi, mereka berdua pun langsung mendekati Liuzzi yang tengah memainkan laptop nya disana.


"Liuzzi!" teriak Mirya dan juga Yuri secara bersamaan, yang membuat nya pun terkejut, mereka pun langsung memeluk dirinya, dan langsung menangis begitu saja.


"Eh!? kalian berdua kenapa langsung meluk-meluk aku!? dan mengapa kalian langsung menangis?" ucap Liuzzi dengan nada terkejut, Yuri dan Mirya pun masih menangis.


Nih napalah mereka berdua... kayanya ada kejadian yang bikin mereka jadi nangis gini, apa jangan-jangan mereka menyatakan cinta tapi ditolak sama abang!?


Wah... kalo itu beneran terjadi, parah banget sih! lihat aja gua bakal tegur mereka!


"Kalian habis dimarahin sama abang Kenan daan Aditya ya!? kalo kaya gitu nanti akan ku marahi mereka!" teriak Liuzzi dengan nada tegasnya, Mirya dan Yuri pun menggeleng kann kepala mereka, Liuzzi pun semakin bingung dengan mereka yang tiba-tiba menangis.


"Terus masalah nya ape neng??" tanya Liuzzi dengan nada kesalnya.


"Tadi pas di kantor, Kenan merelakan jabatan nya cuman buat nyelametin gua dari kematian weh, gua jadi ngerasa gak enak dong, apa lagi wajahnha udah kaya sedih banget, tapi dia pura-pura nutupin" ucap Mirya.


"Eh!? jadi abang Kenan juga diturunin jabatan nya sama siapa emang!?" ucap Liuzzi dengan nada kesalnya.


"Tadi Kenan di ancam kalo dia gak nyerahin jabatan nya gua bakal di bu*uh, makanya di relakan aja itu jabatan nya di ambil, sama dia juga udah nanda tangan surat itu" ucap Mirya, Liuzzi pun memeluk nya dengan erat.


"Aditya juga ngerelain jabatan nya demi gua, karena gua selalud ini bully makanya dari pada gua di bully terus sama para dokter disana, dia relakan juga jabatan nya, gua sempet bentak dia buat jauh in dia, padahal dia sendiri yang bantu in gua dari bully an itu" ucap Yuri dengan nada yang terbata-bata.


Liuzzi pun sekali lagi dikejutkan oleh kabar itu, ia sama sekali tidak tahu tentang penurunan jabatan mereka berdua di hari yang sama, Liuzzi puns eketika terdiam sembari tersenyum kepada mereka.


Kenapa abang gak ngasih tahu tentang ini ke gua atau gak ibu dan ayah!? apa mereka mencoba untuk menutupi ini semua!?


"Udah gak apa-apa, yang penting kalian berdua selamat, dari pada engga sama sekali kan!? lagi pula mereka berdua pengen jabatan tinggi itu karena emang mereka kayanya butuh uang, sampe harus ngelakuin kaya gitu"


"Udah jangan nangis lagi, mereka juga nyelametin kalian berdua karena kalian adalah kesayangan mereka, jadi jangan nangis, mending kalian Terima aja, dan hiburan aja abang Kenan dan Aditya, biar mereka bisa semangat lagi"


"Jabatan kan hanya sekedar pangkat saja, mereka hanya bisa menghasilkan uang, jadi kalian beri semangat dan dukungan aja, biar mereka juga bisa naik pangkat lagi, meskipun emang yadah ada surat, lagi pula itu surat hanya surat perjanjian untuk mengganti jabatan nya saja, gak selama nya mereka ada di jabatan itu, pasti mereka juga bakal di ganti sama orang lain" ucap Liuzzi dengan panjang lebar.


"Ya... makasih Liuzzi dengan perkataan mu aku jadi bisa lebih baik" ucap Mirya sembari tersenyum kepadanya.


"Ya, aku juga aku juga jadi merasa lebih tenang berkata ucapan mu, aku jadi lebih baik sekarang, padahal tadi aku sangat ingin berbicara kepada orang tapi aku bingung harus sama siapa" ucap Yuri.


"Ya aku juga, tapi untung nya ada Liuzzi yang baik mendengarkan perkataan kita berdua ya" ucap Mirya sembari ternyata kearah Liuzzi, dan juga Yuri.


"Ya... kalo kalian punya masalah bicarakans aja sama aku, dengan ceang hati aku akan membuat kalian jauh lebih baik" ucap Liuzzi dengan pedenya.


"Liuzzi itu seperti tempat sandaran orang-orang ya, bisa bercerita dan curhat sama kamu, kamu memang best Liuzzi, aku yakin pasti akan banyak orang yang sayang sama kamu Liuzzi, karena kamu itu orangnya baik" ucap Mirya yang memuji Liuzzi, Liuzzi pun senang sembari tersenyum lebar.


"Ya gitu deh Liuzzi gitu, apa sih yang gak di bisa sama gua!" ucap Liuzzi dengan bangga nya.


"Lu cuman gak bisa satu sih Liuzzi" ucap Yuri dengan nada serius nya, Liuzzi pun sontak membuat nya tediam.


"Emang apa yang gua gak bisa Yuri!?" ucap Liuzzi yang langsung panik, dan menatap kearah Yuri.