My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 73 : Menyerahkan Jabatan



"Lah!? siapa bila kita bila turun in si Liuzzi!?" ucap Kenan yang membuat Mikael pun terkejut dengan perkataan Kenan.


"Dih!? lu malah bela si Mikael!?" teriak Liuzzi dengan kesal, Kenan dan Aditya pun mengangguk kan kepalanya tanpa ada masalah.


"Ahahahaha tolong!!" teriak Liuzzi sembari berusaha untuk turun dari pelukan Mikael.


Setelah acara pernikahan itu selesai Liuzzi beserta kedua abang nya pulang ke rumah dan langsung makan bersama, mereka saling menceritakan tentang kejadian hari ini.


Tentang Liuzzi yang dekat dengan Mikael dan juga Aditya yang berdansa bersama Yuri, dan Kenan yang hanya melihat saja.


Liuzzi pun menyiapkan beberapa materi yang akan dia berikan kepada mahasiswa nya besok, angin dari luar masuk melalui jendela kamar nya, gorden yang tertiup angin membuat kamar Liuzzi merasa sejuk.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Liuzzi pun langsung segera tidur untuk bisa bangun lebih awal seperti biasanya.


Kenan pun berangkat pagi-pagi dari biasanya karena ia hari ini harus meeting dengan para klien di kantor nya menggantikan bos nya yang sedang liburan.


Nasib seorang tangan kanan adalah mengurus semua kegiatan yang ada di kantor, huh... nasib gua ngeri amat dah....


Sesampainya di kantor, Kenan pun langsung bersiap-siap untuk meeting bersama Mirya yang menjadi asisten nya sementara.


Setelah beberapa jam setelah meeting Kenan pun keluar dari ruangan meeting dan mengantarkan para klien ke luar, salah satu musuh terbesar Kenan pun datang dan diam-diam mendekati Mirya.


Jadi Kenan menyukai Mirya... jadi aku harus menangkap Mirya sebagai tanda jebakan ku nanti, jadi demi dia aku bisa naik jabatan lebih tinggi, dan untung nga semua para pekerjaan dan juga kepala perusahaan sedang pergi, ini kesempatan ku bisa menangkap Mirya...


"Huft... akhirnya selesai juga aku menyusun beberapa berikan meeting tadi" ucap Mirya sembari meletakkan berkas itu di atas meja, tiba-tiba pak menejer pun datang langsung langsung membuat Mirya pingsan.


Disisi Kenan yang sudah ada di ruangan Mirya, ia pun terkejut bahwa Mirya tidak ada di sana, padahal Kenan harus mengambil beberapa berkas untuk ia kerjakan nantinya.


Tetapi tiba-tiba Kenan melihat sebuah kertas di atas meja Mirya dengan cepat Kenan pun langsung membaca isi kertas itu.


Isi Pesan


Halo Kenan...


Kau pasti sedang mencari seseorang kan!? atau kau sedang mencari Mirya teman sekaligus orang ya kau sukai itu!?


Aku adalah pak menejer mu yang waktu itu aku mengancammu untuk turun jabatan itu... jika kau lupa aku akan mengingat kan nya kepada mu, oh iya Mirya orang yang kau sukai itu.


Dia berada di gudang dekat kamar mandi, jika kau ingin menyelamatkan nya, kau harus menyerahkan jabatan mu sebagai tangan kanan itu untuk ku dan kau akan dijadikan seorang menejer bagaimana!? tawaran ini sangat menguntungkan kan?


Jika kau setuju tandatangani lah surat yang ada di dalam amplop yang aku letakan di meja Mirya itu... dan jika kau tidak menandatangani surat itu, Mirya akan aku tembak ma*i!!


"Demi keselamatan Mirya gua harus serahkan jabatan itu, lagi pula itu kan cuman jabatan" ucap Kenan yang langsung membuka isi amplop itu dan langsung menandatangani nya dengan cepat.


Setelah nya Kenan pun berlari ke arah gudang, disepanjang trowongan ia terus berlari karena pak menejer itu memberikan waktu sebanyak 15 menit.


Sesampainya disana Kenan pun langsung mengetuk pintu gudang itu dengan cepat, tiba-tiba seseorang pun membuka pintu itu, dengan berani Kenan pun masuk dan melihat Mirya yang tergeletak pingsan disana.


"Jadi Kenan sebelum kau membawa pergi Mirya kau harus tanda tangani dulu surat salinan ini agar jika terjadi sesuatu pada surat yang kau pegang aku tidak akan tertipu lagi" ucap pak menejer, Kenan pun langsung menandatangani nya dengan cepat.


Seketika Mirya pun terbangun melihat Kenan yang menandatangani surat penurunan jabatan nya sebagai tangan kanan hanya demi menyelamatkan dirinya.


"Nah... sekarang kau boleh bawa Mirya pergi dari sini, sihlakan" ucap pak menejer dengan nada santanya, Kenan pun langsung menenteng Mirya untuk pergi dari gudang itu.


"Kenan kenapa lu ngerelain jabatan lu cuman demi nyelametin gua!?" ucap Mirya dengan nada lemasnya, Kenan pun tersenyum.


"Masa sih demi jabatan sampe harus ngorbanin orang yang gua suka!?" ucap Kenan yang membuat Mirya pun langsung merasa jantung nya berdegup dengan kencang.


Disini lain di rumah sakit, Aditya pun berhadapan dengan para dokter yang membully Yuri, Yuri selalu saja menarik-narik tangan Aditya agar tidak menyerah kan jabatan nya.


"Ayolah Aditya mending lu gak usah nyerahin jabatan lu ayo kita mending pergi aja dari ruangan ini" ucap Yuri yang ingin meyakinkan Aditya agar tidak perlu menandatangani surat itu.


"Yuri lu gak usah sok berusaha buat ngelarang Aditya nyerahin semua jabatan nya deh!" teriak salah satu dokter disana dengan nada sombongnya nya.


"Gak usah banyak ngomong mending sini mana surat nya biar gua tanda tangani sekalian lu makan tuh jabatan!!" gertak Aditya dengan wajah kesalnya, mereka pun memberi surat jabatan itu, dengan cepat Aditya pun langsung menandatangani nya.


"Akhirnya selesai juga penandatanganan ini nanti gua bakal konfirmasi dengan pihak kepala rumah sakit dan juga hukum" ucap dokter itu yang langsung pergi begitu saja bersama rekan-rekanya.


Hilang sudah jabatan yang selama ingin kan... tetapi meskipun begitu seharusnya gua gak sedih karena Yuri lebih membutuhkan kebahagiaan di tempat kerja nya, pala lagi ini juga ada hubungannya dengan gua...


Disisi Kenan yang sedang menemani Mirya yang sedang merasa kesakitan pun hanya terdiam saja, ia tidak berbicara sepatu kata pun itu.


Ayah pasti kecewa karena gua menyerahkan jabatan gua demi keselamatan orang lain, tapi yang terpenting Mirya gak Kenapa-kenapa kan!? gua harus bisa menanggung resiko ini, gua gak boleh sampe sedih di depan Mirya


"Kenan lu pasti sedih... maaf in gua ya, gua emang salah" ucap Mirya yang langsung meneteskan air mata nya, sontak membuat Kenan pun terkejut dan langsung memeluk Mirya.


Jangan lupa baca karya kak yang satu ini ya...