My Two Annoying Brothers

My Two Annoying Brothers
Bab 51 : Hari Pertama Mengajar



Tatap Liuzzi dengan tajam mengarahkan ke arah pria itu dan mengerutkan keningnya, dengan cepat pria itu pun menyadari bahwa Liuzzi melihat nya, ia pun memalingkan wajah nya dan mulai mencari makanan agar Liuzzi tidak menatap nya terus-menerus.


Gi*a tu cowok pergi!? kayanya dia tahu deh gua curiga sama dia...


"Liuzzi ayo kita duduk buat makan, soalnya bentar lagi mau ada orang berpasangan buat dansa" ucap Yuri yang langsung menarik tangan Liuzzi untuk duduk di samping nya.


Setelah duduk tiba-tiba Aditya pun menghampiri Yuri dan juga Liuzzi yang tengah duduk, baru saja Liuzzi ingin memasukan kue kedalam mulut nya, ia pun dikejutkan dengan abang yang tiba-tiba datang mengarah ke arah mereka.


"Yuri mau dansa berdua gak!?" ucap Aditya, sontak membuat Liuzzi dna Yuri pun terkejut dengan ucapan Aditya.


"Asyiap.... terima aja sih Yuri, lagian ehem, gua setuju aja" ucap Liuzzi dengan santai nya, Yuri pun terdiam ia hanya bisa berfikir apakah ia menerima nya atau tidak.


"Alah kelamaan lu Yuri, udah bang aja dia, atau paksa aja dia buat dansa ama lu" ucap Liuzzi sebarin menunyah makanan didalam mulut nya itu.


"Ya aku mau, tapi aku gak bisa dansa" ucap Yuri yang kawatir ia akan membuat kesalahan saat berdansa.


"Gak apa-apa, ayo kan cuman nari-nari biasa aja" ucap Aditya yang langsung mengulurkan tangan nya kepada Yuri, Kenan pun tiba-tiba duduk disamping Liuzzi sembari membawa minuman.


"Tuh udah gua putar lagunya, cepet keburu habis itu lagunya" ucap Kenan yang membuat Yuri pun memegang tangan Aditya, dann mulai berdansa bersama Nay dan juga Zen di tengah-tengah ruangan.


"Bang.... lu rasa cocok gak sih abang Aditya sama Yuri?" ucap Liuzzi sebarin mencari makanan enak lainnya yang tersedia di meja makan.


"Cocok-cocok aja sih sebenernya" ucap Kenan yang langsung membuka botol minuman coca cola.


Liuzzi dan Kenan pun melihat Yuri yang selalu menginjak kaki Aditya, dan juga selalu membuat kesalahan dalam menarinya itu, yang membuat Liuzzi dan Kenan pun tahu bahwa Aditya sedang berusaha menahan rasa sakit di kakinya itu.


"Kayanya abang Aditya kesakitan deh kakinya kena injak terus sama si Yuri" ucap Liuzzi, sembari membuka keripik setelah habis memakan kue.


"Iya, seharusnya dia gak usah aja si Yuri, buat dansa gitu mah" ucap Kenan yang tengah asik memakan kripik bersama Liuzzi.


"Oh iya, gua mau nanya sesuatu sama lu bang" ucap Liuzzi yang langsung meletakan kripik nya itu di atas meja, dengan tatapan serius nya Liuzzi mulai berbicara.


"Mau nanya apa lu? tiba-tiba muka lu serius amat?" ucap Kenan dengan santai nya, Liuzzi pun langsung menujukan jarinya kearah pria yang memakai baju berwarna hitam itu.


"Lu tau gak dia di siapa!? kenapa dia pake baju hitam segala? apa itu temen lu bang!?" ucap Liuzzi dengan penasaran, Kenan pun melihat pria itu, sejenak ia berfikir siapa peria itu sebenarnya.


"Oh itu mah temen nya si Zen ege, si Zen minta izin buat ajak temen nya ke pesta, ya udah daripada pesta ini sepi mending gua terima aja tuh dia buat datang ke pesta, sebenarnya gua juga gak tahu sih dia kenapa dia pake baju serba warna hitam" ucap Kenan dengan panjang lebar nya, Liuzzi pun faham siapa orang itu sebenarnya.


"Terus emang dia anak kampus lulusan kita? kalo iya emang dia ambil jurusan apa?" ucap Liuzzi dengan penasaran lagi, Kenan pun berfikir lagi sejenak.


Kenapa rasanya si Liuzzi ini nanya ini orang itu kaya penasaran gitu ya!? padahal kalo gua kasih tahu orang lain kaya gitu ke dia pasti dia gak peduli? kenapa tiba-tiba dia berubah? apa di habis minum baygon ya?


"Yang gua tahu dia anak satu angkatan sama kita, tapi gua gak tahu dia jurusan apa, kenapa lu tiba-tiba nanya tentang dia detail banget!? apa lu habis minum baygon ya?" ucap Kenan yang lengkap menatap Liuzzi dengan tatapan penasaran.


"Ya elah... lagi pula gua kan baru pertama kali lihat orang datang ke pesta pake baju hitam, emang lu baru pertama kali juga kan?" ucap Liuzzi dengan nada kesalnya, ia pun langsung lanjut untuk makan kripik nya lagi.


"Ya, iya sih gua juga berubah pertama kali lihat orang ke pesta pake baju hitam semua" ucap Kenan yang langsung meminum minuman nya kembali.


Setelah semua asik bersenang-senang, kecuali Liuzzi, Kenan dan juga pria asing itu bosan melihat para pasangan dan juga beberapa makan dan juga cemilan yang ada di meja telah hampir habis dikunyah oleh mereka bertiga.


"Uhuy, akhirnya pestanya udah selesai ya, sekarang gua sama adik-adik gua berterima kasih buat kalian udah mau nyempetin datang ke sini" ucap Aditya, Liuzzi pun langsung pergi begitu saja kedalam kamar nya, dan mulai menggantikan bajunya itu lalu tertidur nyenyak di kasur nya itu.


Liuzzi bangun lu ngajar sekarang!!


Tiba-tiba dering ponsel Liuzzi pun berbunyi, karena alarm yang di stel oleh Liuzzi untuk bisa cepat bangun agar ia bersiap-siap untuk pekerjaan pertamanya.


"Untuk aja suara dering ponsel gua membuat gua bangun, kalo engga mungkin gua bakal tidur nyenyak mulu dna gua juga bakal datang terlambat buat ngajar" ucap Liuzzi, yang langsung mengambil beberapa peralatan mandi nya.


Setelah beberapa menit kemudian Liuzzi pun siap untuk berangkat, karena hari ini adalah hari pertama nya ia mengajar sebagai dosen ia pun membawa catatan materi sastra Inggris nya itu untuk dijadikan bahan pelajaran.


"Huft... hari ini gua adalah menjadi pengajar atau dosen, gua harus bisa membimbing para mahasiswa nanti!" ucap Liuzzi yang langsung keluar dari kamarnya sembari membawa beberapa buku mata kuliah nya dulu.


"Liuzzi kamu gak makan dulu kah?" teriak ibu Liuzzi yang berada di dapur yang sedang makan bersama keluarganya itu.


"Gak bu, aku langsung pergi aja, takut para mahasiswa udah pada nunggu di kampus" teriak Liuzzi yang langsung berjalan menuju pintu keluar.


Di ruang tamu, Kenan pun bersiap-siap untuk pergi kekantor menggantikan sangat ayah untuk bekerja sekarang, sekarang ia telah bekerja sama dengan Liuzzi, ia harus bekerja sebagai tangan kanan ceo.


"Ayah aku berangkat ya"


"Ya, tetapi ingat pesan ayah, jangan buat kegaduhan" ucap ayah Liuzzi, Kenan pun mulai berjalan ke arah pintu keluar, dengan cara jalan nya yang mulaii elegan dan juga cara berpakaian nya yang mulai rapih seperti ayah nya.


"Si Liuzzi sama Kenan hari ini udah kerja aja ya, sedangkan aku masih di proses aja penerimaan kerja ku di rumah sakit" ucap Aditya dengan wajah murung nya.


"Ya udah lah, yang penting kita do'akan aja semoga hari pertama mereka kerja baik-baik aja" ucap Ibu Liuzzi, sembari memakai makanannya.


Di sisi Liuzzi yang tengah berjalan santai di trotoar sembari membawa beberapa buku di tangan nya, tiba-tiba mobil pun melintas dengan cepat dan tepat dimana sebuah genangan air pun menyirat ke arah Liuzzi, yang membuat baju Liuzzi pun langsung kotor.


"Anjir baju gua! dasar mobil g*bl*k! nyupir yang bener bodoh!!" teriak Liuzzi sembari mengerutkan keningnya, ia hanya bisa berpasrah karena baju nya telah kotor.


Baru geh hari pertama mau ngajar woi, langsung udah ada aja musibah... sabar nya gua ini ya...


Disini lainnya Kenan yang tengah ketakutan melihat Liuzzi kebasahan akibat ulahnya yang langsung cepat mengemudi kan mobil itu.


Waduh baju si Liuzzi kena kotoran lagi gegara gua, tapi maaf in gua ya Liuzzi, moga-moga lu nanti gak marah....


Disisi Liuzzi yang tengah membeli baju untuk mengganti pakaian nya itu pun tiba-tiba ponsel nya berdering. Liuzzi pun dengar cepat melihat siapa yang menelepon itu


Dirt-dirt...


"Halo Liuzzi!? ko kamu belum datang yanke kampus? ini udah mau masuk jam pelajaran loh!? soalnya dari tadi teman yang seangkatan sama kamu lagi nunggu kamu!?" ucap Ibu dosen yang membuat Liuzzi pun terkejut dna mulai melihat jam.


"Astaga! bentar ya bu saya akan kesana" ucap Liuzzi yang langsung berlari keluar toko itu dan mulai melihat jam itu terus menerus.


Sial gua bener-bener dosen yang buruk, kalo kaya gini terus, gua bisa bisa kena pecat sebelum 1 bulan full...


Promosi Novel, jangan lupa mampir ya semua ^^