
"Masuk ke mobil, gua mau bicara sama lu sekarang!" bentak Zen yang langsung membuka pintu mobilnya lalu masuk, Nay yang melihat tingkah Zen pun hanya terdiam kebingungan dan langsung menurut kata Zen.
Setelah didalam mobil Zen dan Nay pun terdiam, kecanggungan mulai terasa, Zen yang langsung menarik nafasnya ia pun memberanikan diri untuk berbicara.
"Nay... apa benar lu yang sebarin tentang pernikahan itu?" tanya Zen dengan wajah datarnya sembari mengeram tangan nya.
"Iya... kenapa emang? kan emang bener kalo kita mau tun-" ucap Nay yang tiba-tiba terhenti karena Zen mulai memukul bagian setir mobil yang membuat Nay terkejut.
Tak...
"Gua gak mau tunangan sama lu apa lagi jadi pendamping hidup gua selama nya! lu ngerti gak!" teriak Zen dengan nada membentak dan menekankan Nay, membuat Nay pun langsung terpancing emosi karenanya.
"Ba*ot! ini gua suka juga suka sama lu! tapi kenapa lu gak menyukainya gua! apa kurangnya gua dari Liuzzi!" teriak Nay dengan kencang yang membuat Zen pun semakin kesal akan Nay.
"Kalo engga gara-gara ibu gua, mungkin gua gak bakal mkaya gini! dan ingat ini, lu dengan Liuzzi sangat berbeda jauh ngerti gak!" teriak Zen yang langsung keluar dari mobil dan segera pergi untuk mencari ojek di sekitar kamu.
Zen... lu gak mikir perasaan gua! gua seperti boneka yang selalu melekat kepada tuanya, padahal tuanya sendiri gak peduli... lu hanya memperdulikan Liuzzi, Liuzzi dan Liuzzi!! gua gak bakal biarin Zen jatuh ditangan Liuzzi!
"Gua gak mau kejadian waktu lalu akan terulang lagi! lihat aja, gua bakal menyukseskan pertunangan ini!" desis Nay dengan senyuman liciknya, ia pun mulai menyetir mobil itu dengan cepat dan pergi dari parkiran itu.
Disisi Liuzzi ia pun langsung membaringkan tubuh nya dikasur lelah dan penat dirasakan nya untuk pulang pergi kuliah, tiba-tiba abang Aditya pun datang membawa sebuah kotak kekamar nya.
"Liuzzi apa abang boleh masuk?" tanya Aditya sembari mengetuk pintu kamar itu berkali kali, Liuzzi yang menyadari bahwa abang nya data pun langsung bangun dan membersihkan kamarnya dengan cepat.
"Ya... abang boleh masuk sekarang..." ucap Liuzzi sembari memegang hpnya dan berbaring seperti anak kecil, Aditya pundak duduk dikasur itu dan menyuruh Liuzzi untuk membuka kotak itu.
"Eh ini apa abang!? ko kasihnya ke aku?" tanya Liuzzi sembari memegang kotak itu disamping abang nya itu, abang Aditya pun mulai tersenyum.
Liuzzi pun tanpa basa basi pun membuka kotak itu yang berisikan sebuah buku untuk dan sebuah surat keci, seketika abang Aditya pun berdiri dan pergi begitu saja dari kamar nya.
Liuzzi yang kebingungan dengan tingkah abanya pun melihat sebuah foto yang setiap tahunnya mereka lakukan, seperti tradisi antar saudara yaitu menonton beberapa film sampai tengah larut malam.
Gi*a! jadi dia senyum itu karena besok ada tradisi antar saudara! arghhh! kenapa harus nonton coba, udah nanti tontonan nya tentang drama sedih, percintaan, rasanya agak jijik juga kalo bayangin tentang percintaan.
"Abang Aditya!! bisa gak diganti tradisi nya gak usah nonton film!" teriak Liuzzi sembari keluar membawa kotak itu menuju kamar Aditya, Aditya yang tengah melihat beberapa CD yang akan ia pilih untuk nonton film nanti malam.
"Abang bisa gak diganti tradisinya gak usah nonton film?" ucap Liuzzi yang membuat Aditya pun membalikan tubuhnya, dan menunjukan beberapa CD kepada Liuzzi.
"Hah!? apa tadi!? gua gak salah dengar nih! jadi kk Desi dan juga Bela pun akan menonton bersama?" tanya Liuzzi dengan nada tak menyangka, Aditya oun mengangguk kan kepalanya sembari meletakan CD itu kembali ke tempat nya.
"Lu ngapain sih manggil kk Desi dan juga Bela, kan ini maunya cuman bertiga doang!?" teiak Liuzzi dengan nada kesalnya, Aditya pun membalikan tubuh nya.
"Alah.... biar lu, Desi sama Bela biar saling kenal aja, gak apa-apa lah" ucap Aditya sembari menarik alisnya keatas, seketika membuat Liuzzi pun melemparkan bantal kepada Aditya.
"Lu berdua bisa gak sih gak ucapin kata-kata itu!! lu berdua bikin gua kesel anjirr!!" teriak Liuzzi sembari memukul abang nya itu, Aditya pun tertawa melihat tingkah adiknya itu.
"Tahu lah!! lu berdua b*ng*at tahu gak!! ngulangin kata-kata gua aja!" teriak Liuzzi yang langsung ke luar dari kamar Aditya dengan kesalnya, tiba-tiba suara pintu pun membuat Liuzzi menghentikan langkah nya.
"Liuzzi siapa itu!?" teriak ibu Liuzzi yang tengah bersantai di kamar nya, Liuzzi oun langsung mendekati pintu itu untuk membuka pintu itu.
"Bentar ibu, aku cek dulu siapa yang datang" ucap Liuzzi yang langsung membuka pintu itu dan terkejut melihat seorang dua wanita perempuan dengan membawa banyak makanan.
Mampusss! mereka beneran datang si kk Desi dan Bela yang ber*gsek itu!
"Halo kk Desi dan Bela, makasih udah mau datang, ayo sihlakan masuk" ucap Liuzzi yang langsung tersenyum lebar kepada mereka, Aditya dan Kean pun keluar dari kamar nya.
"Waah... kalian sudah datang semuanya" ucap Aditya yang langsung memegang tangan Bela dengan erat, Kenan yang sedari terdiam da melihat kearah kantong plastik yang berisikan makan.
"Desi sini makan nya biar gua aja yang pegang, kalian berdua sihlakan duduk di sofa biar Aditya yang memasang filmnya dan gua bakal. siapin cemilan nya" ucap Kenan yang langsung berlari kearah dapur dengan cepat, Liuzzi yang mengetahui bahwa Kenan akan memakan beberapa cemilan itu pun langsung pergi menghampiri Kenan.
"Wish... enak banget ini makan nya haha, makan latu bungkus gak bakal ketahuan kali ya?" ucap Kenan yang langsung membuka kripik itu, Liuzzi yang melihat tersenyum.
"Abang... Kenan, ko makan cuman sendirian?" ucap Liuzzi sembari mendekati Kenan, Kenapa yang merasa ketakutan pun hanya bisa tersenyum lebar mendengar bahwa Liuzzi berada dibelakang nya.
"Gu-gua gak makan kripik nya ko heheh" ucap Kenan hanya langsung menutup kembali kripik itu dengan cepat, Liuzzi pun tertawa kecil sembari membuka kemasan kripik lainnya.
"Lah lu ko makan?"
"Kalo mau makan kaya gini, lain kali ajak gua juga dong... kan jadi asik berdua doang" ucap Liuzzi yang langsung memakan kripik itu dengan santainya, Kena pun langsung tersenyum kepada Liuzzi.
"Ternyata anda licik juga ya" ucap Kenan yang langsung memakan kripik itu bersama Liuzzi.
Lu gak tahu aja kali gua suka jahilin orang plus gua orang licik!